WHO Nyatakan Wabah Hantavirus Berakhir, Tak Ada Kasus Baru di MV Hondius

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan wabah hantavirus yang terkait dengan kapal pesiar MV Hondius telah resmi berakhir. Keputusan itu diambil setelah kontak terakhir menyelesaikan masa karantina dengan hasil tes negatif dan tidak ada laporan kasus baru selama lebih dari lima pekan.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan kontak terakhir dari orang yang terpapar di kapal tersebut sudah kembali ke rumah usai menjalani karantina. Ia juga menegaskan, “Tidak ada kasus baru yang dilaporkan sejak 25 Mei,” sehingga WHO menilai wabah itu telah selesai.

Kasus muncul dari klaster penyakit pernapasan akut

WHO menerima pemberitahuan wabah itu pada 2 Mei melalui National Focal Point Inggris dalam kerangka International Health Regulations. Kasus yang dilaporkan berasal dari klaster penyakit pernapasan akut yang parah di kapal pesiar berbendera Belanda tersebut.

Selama penanganan, tercatat 13 kasus termasuk tiga kematian. Otoritas kesehatan juga menelusuri lebih dari 650 kontak yang diduga terpapar untuk memastikan pemantauan berjalan menyeluruh.

Respons lintas negara ikut menentukan penanganan

WHO menyebut penanganan wabah ini melibatkan dukungan banyak negara sesuai mekanisme IHR. Negara yang terlibat antara lain Argentina, Tanjung Verde, Chile, Belanda, Afrika Selatan, Inggris, dan terutama Spanyol.

Tedros menyoroti peran Spanyol yang dinilai menunjukkan “solidaritas luar biasa” dalam proses penurunan penumpang dari kapal dan repatriasi yang aman bagi penumpang serta awak kapal di Tenerife. Dukungan lintas negara itu membantu proses penanganan berjalan lebih terkoordinasi di tengah situasi yang sensitif.

WHO masih lanjutkan kajian ilmiah

Meski status wabah sudah berakhir, WHO tetap akan bekerja bersama pemerintah dan mitra terkait untuk memperdalam pemahaman tentang hantavirus. Lembaga itu juga sedang mengoordinasikan studi yang melibatkan 21 negara untuk meneliti bagaimana penyakit ini berkembang.

Hasil kajian tersebut diharapkan bisa mendukung pengembangan alat diagnostik, terapi, dan vaksin untuk menghadapi kemungkinan wabah di masa depan. Fokus itu menunjukkan bahwa berakhirnya wabah tidak menghentikan upaya ilmiah untuk memperkuat kesiapsiagaan kesehatan global terhadap hantavirus.

Source: www.medcom.id

Terkait