TUGU Menang di BIA, Sinyal Kuat Emiten Asuransi Paling Unggul

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk. atau TUGU terpilih sebagai emiten unggul di sektor asuransi dalam ajang Bisnis Indonesia Awards (BIA) 2026. Penghargaan itu menempatkan TUGU di posisi teratas setelah dewan juri menilai kinerja dan ketahanan bisnis perseroan dibanding emiten lain di sektor yang sama.

BIA 2026 sendiri menjadi ajang penghargaan bagi emiten keuangan dan nonkeuangan yang dinilai unggul berdasarkan indikator penilaian yang telah ditetapkan. Pada penyelenggaraan ini, Bisnis Indonesia Group memberikan penghargaan kepada 52 emiten bank dan nonbank, 8 penerima special awards, serta 1 penerima Best CEO.

Penilaian berbasis kinerja emiten

Proses penilaian dilakukan bertahap sejak awal Juni 2026. Tim riset Data Indonesia dari Bisnis Indonesia Group mengumpulkan data dengan mengacu pada laporan keuangan periode 2023, 2024, dan 2025.

Tahap penjurian kemudian melibatkan juri independen, yakni Senior Economist at Creco Research Raden Pardede yang juga menjabat Ketua Dewan Juri BIA 2026. Juri lain yang terlibat ialah Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Eduardus Tandelilin, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Lana Soelistianingsih, dan Presiden Direktur Bisnis Indonesia Group Arif Budisusilo.

Kinerja TUGU menguat

Kinerja TUGU pada 2025 menunjukkan penguatan yang terlihat dari laba bersih Rp711,06 miliar. Laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan hasil jasa asuransi yang naik 39% secara tahunan atau year on year.

Kenaikan itu menunjukkan perbaikan kualitas underwriting serta optimalisasi portofolio bisnis. Pada periode yang sama, pendapatan jasa asuransi perseroan mencapai Rp9,11 triliun, tumbuh 22,12% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dukungan portofolio bisnis

Pertumbuhan pendapatan TUGU didorong oleh optimalisasi portofolio pada lini fire & property, offshore, dan aviation. Kombinasi lini bisnis tersebut membantu perusahaan menjaga momentum pertumbuhan di tengah persaingan industri asuransi yang ketat.

Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat Rp27,71 triliun. Total ekuitas mencapai Rp10,17 triliun, yang menunjukkan posisi permodalan perusahaan tetap kuat.

Solvabilitas jauh di atas ketentuan

TUGU juga mencatat Risk Based Capital atau RBC pada level 410,9%, jauh melampaui ketentuan minimum regulasi sebesar 120%. Pada 2024, rasio solvabilitas TUGU bahkan berada di level 432%, lebih tinggi dari rata-rata industri sebesar 326% dan tetap berada di atas batas minimum OJK.

Kinerja solvabilitas tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam menilai ketahanan perusahaan asuransi. Dengan modal dan tingkat RBC yang kuat, TUGU dinilai mampu menjaga stabilitas bisnis sekaligus menopang ekspansi usaha secara lebih terukur.

Source: finansial.bisnis.com

Terkait