Purbaya Tegaskan Rp 769,1 Triliun Tetap Mengalir ke Pendidikan, Saat Subsidi BBM Meningkat

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan anggaran pendidikan tetap menjadi prioritas pemerintah meski subsidi bahan bakar minyak atau BBM mengalami kenaikan. Ia menyebut alokasi pendidikan dalam APBN 2026 tetap berada di angka Rp 769,1 triliun.

Pernyataan itu disampaikan saat kuliah umum di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, ketika Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah tidak mengabaikan kewajiban dasar di tengah tekanan fiskal. Ia menekankan bahwa pendidikan tetap masuk dalam delapan agenda prioritas pemerintah.

Fokus APBN tetap ke pendidikan

Purbaya menyebut dana pendidikan tidak hanya dipertahankan, tetapi juga diarahkan untuk memperluas akses dan meningkatkan mutu layanan pendidikan. Anggaran itu juga dipakai untuk revitalisasi sekolah, mendukung Program Makan Bergizi Gratis, dan memperkuat beasiswa melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP.

Dalam siaran pers Kementerian Keuangan, dana pendidikan dijelaskan sebagai instrumen penting untuk menjaga kualitas sumber daya manusia. Pemerintah menempatkan belanja pendidikan sebagai bagian dari strategi jangka panjang, bukan sekadar pos rutin anggaran.

Menurut Purbaya, keputusan mempertahankan alokasi besar untuk pendidikan mencerminkan komitmen pemerintah di tengah naiknya subsidi BBM. Ia menegaskan bahwa kebutuhan dasar seperti pendidikan tidak boleh turun hanya karena adanya tekanan dari sisi energi.

LPDP diarahkan ke bidang prioritas

Pemerintah juga menajamkan arah beasiswa LPDP agar lebih sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional. Jika sebelumnya cakupannya lebih umum, kini fokusnya diarahkan pada bidang-bidang yang dinilai strategis.

Bidang prioritas itu mencakup STEM atau Science, Technology, Engineering, and Mathematics. Selain itu, pemerintah juga memusatkan perhatian pada sektor industri strategis seperti pangan, energi, kesehatan, pertahanan, digitalisasi, kecerdasan artifisial, semikonduktor, hilirisasi, maritim, manufaktur dan material maju, serta kewirausahaan.

Penajaman ini ditujukan untuk memastikan penerima beasiswa dapat berkontribusi langsung pada agenda pembangunan. Pemerintah ingin pembiayaan pendidikan tinggi menghasilkan talenta yang sesuai dengan kebutuhan industri dan transformasi ekonomi nasional.

Talenta jadi inti pertumbuhan ekonomi

Purbaya menilai pembangunan ekonomi Indonesia membutuhkan ekosistem industri yang menempatkan talenta sebagai inti. Karena itu, investasi pada pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia dinilai sebagai salah satu prioritas utama APBN.

Ia juga menyinggung target Indonesia menjadi salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2045. Target itu dikaitkan dengan Produk Domestik Bruto sekitar US$5 triliun dan pendapatan per kapita di atas US$15.000.

Untuk mendukung target tersebut, pemerintah menilai Indonesia memerlukan sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Karena itu, kebijakan pendidikan tidak hanya diarahkan pada akses, tetapi juga pada peningkatan kualitas dan relevansi lulusan.

Purbaya menambahkan bahwa penguatan STEM perlu berjalan seiring dengan ilmu sosial, humaniora, seni, keagamaan, dan ekonomi. Kombinasi itu dinilai penting untuk menjaga produktivitas, daya saing, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Source: www.suara.com
Terkait