Valbury menempatkan emas sebagai aset paling menarik pada kuartal III/2026 di tengah pasar yang bergerak makin dinamis. Tim Riset PT Valbury Asia Futures melihat emas masih akan kokoh sebagai safe haven utama yang diburu investor saat ekonomi makro global terus menyesuaikan arah kebijakannya.
Pandangan itu muncul ketika volatilitas pasar tetap tinggi dan perhatian pelaku pasar terpecah pada banyak faktor. Selain emas, saham-saham unggulan di bursa Amerika Serikat dan pasangan mata uang utama juga disebut masih likuid, tetapi emas dinilai punya daya tarik paling kuat sebagai pelindung nilai.
Volatilitas dan ketidakpastian jadi penggerak utama
Tim Valbury menyebut kuartal III sebagai momentum krusial karena pasar berpotensi bergerak lebih dinamis. Dalam siaran pers yang disampaikan Selasa (7/7/2026), mereka menyoroti tingginya gejolak harga emas di pasar spot sebagai salah satu pemicu utama aktivitas pasar belakangan ini.
Faktor lain datang dari fluktuasi indeks saham global dan performa emiten teknologi di Amerika Serikat. Menurut Tim Valbury, ketidakpastian geopolitik global dan kebijakan suku bunga bank sentral menjadi motor utama penggerak pasar sepanjang April hingga Juni 2026.
Emas tetap unggul di tengah persaingan aset
Di tengah kondisi itu, emas diposisikan sebagai instrumen yang paling dicari untuk menjaga nilai aset. Valbury menilai daya tahannya tetap menonjol saat investor berhadapan dengan perubahan kebijakan moneter dan ekonomi makro global yang belum sepenuhnya stabil.
Meski begitu, perusahaan juga melihat ruang bagi aset lain untuk tetap aktif diperdagangkan. Saham unggulan di Amerika Serikat serta pasangan mata uang utama diperkirakan masih menawarkan likuiditas tinggi dan peluang keuntungan harian bagi pelaku pasar yang aktif.
Valbury perkuat layanan dan edukasi
Merespons situasi pasar tersebut, Valbury menyatakan akan memperkuat kualitas layanan dan memperluas jangkauan pasar pada kuartal III/2026. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menggelar rangkaian program edukasi di berbagai kota besar di Indonesia.
Perusahaan menilai langkah itu penting untuk meminimalkan kesenjangan informasi di masyarakat. Edukasi tersebut juga ditujukan agar publik memahami peluang dan risiko secara lebih merata di industri perdagangan berjangka komoditi.
Dukungan kepatuhan dan stabilitas operasional
Langkah ekspansi edukasi itu berjalan seiring dengan capaian Valbury dalam menjaga kepatuhan dan stabilitas operasional. Perusahaan pialang berjangka ini mengantongi rating A+++ dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti.
Penilaian Bappebti dilakukan secara berkala dan mencakup kepatuhan, stabilitas perusahaan, pengawasan transaksi, proses internal, serta perlindungan nasabah. Head of Marketing & Communication Valbury Caroline Haryono mengatakan rating tersebut lahir dari kepercayaan nasabah dan kerja keras seluruh tim untuk menghadirkan ekosistem trading yang sehat.
Caroline juga menegaskan bahwa peringkat itu bukan tujuan akhir. Menurut dia, pencapaian tersebut justru menjadi tanggung jawab untuk terus memaksimalkan layanan dan mengedukasi masyarakat secara berkelanjutan.
Pasar menunggu arah berikutnya
Dengan latar tekanan geopolitik, volatilitas emas, dan perubahan kebijakan suku bunga, Valbury melihat kuartal III/2026 sebagai periode yang membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi. Dalam situasi seperti ini, emas kembali mendapat sorotan sebagai aset pelindung nilai yang paling menonjol bagi investor yang mencari perlindungan di tengah pasar yang bergerak cepat.







