Jembatan Enang-enang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, kembali ditutup sementara karena dinilai belum cukup kuat untuk digunakan masyarakat. Keputusan itu diambil setelah Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menilai struktur jembatan hasil swadaya warga senilai sekitar Rp1 miliar tersebut belum aman.
Penutupan ini menjadi langkah pengamanan sambil menunggu proses penguatan struktur selesai. Pemerintah menegaskan keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas, meski pembangunan jembatan itu lahir dari semangat gotong royong warga untuk memulihkan akses transportasi pascabencana.
Jembatan yang Dibangun dari Patungan Warga
Jembatan Enang-enang sempat menjadi akses vital bagi warga setelah jembatan dan ruas jalan nasional di lokasi itu rusak akibat bencana pada akhir November 2025. Selama sekitar enam bulan, masyarakat bergotong royong mengumpulkan dana hingga mencapai sekitar Rp1 miliar agar jalur penghubung tersebut bisa kembali dipakai.
Bagi warga setempat, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur darurat. Jalur itu menjadi penopang aktivitas ekonomi dan mobilitas harian warga di wilayah yang sempat terputus aksesnya.
Dinilai Belum Memenuhi Standar Keselamatan
Dalam video yang beredar dan dilihat www.suara.com pada Jumat (10/7/2026), Dody meminta petugas melakukan kontrol rutin terhadap kondisi jembatan. Ia juga menegaskan agar jembatan segera dihentikan pemakaiannya bila dinilai membahayakan masyarakat.
“Saya minta PPK melakukan kontrol rutin. Jadi jika dirasa itu (Jembatan Enang-enang) membahayakan masyarakat saya minta itu di stop (ditutup),” kata Menteri Pekerjaan Umum (PU) Doddy Hanggodo.
Dody meninjau langsung jembatan tersebut pada Rabu, 8 Juli 2026. Dari hasil peninjauan itu, ia menyatakan struktur yang dibangun secara swadaya belum cukup aman untuk digunakan penuh.
Jalur Alternatif dan Pembatasan Kendaraan
Selama penutupan sementara, masyarakat diminta menggunakan Jembatan Werlah sebagai jalur alternatif. Pemerintah juga membatasi jenis kendaraan yang boleh melintas di Jembatan Enang-enang saat kondisi masih dalam pengawasan.
Menurut Dody, jembatan itu hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dan mobil penumpang. Kendaraan bermuatan berat dilarang melintas karena berisiko membahayakan pengguna jalan dan mempercepat kerusakan konstruksi.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Nama jembatan | Jembatan Enang-enang |
| Lokasi | Kabupaten Bener Meriah, Aceh |
| Nilai pembangunan swadaya | Sekitar Rp1 miliar |
| Kondisi saat ini | Ditutup sementara untuk penguatan struktur |
| Jalur alternatif | Jembatan Werlah |
| Kendaraan yang diizinkan | Roda dua dan mobil penumpang |
| Kendaraan yang dilarang | Kendaraan bermuatan berat |
Keputusan penutupan sementara itu dimaksudkan sebagai mitigasi risiko sebelum jembatan dibuka kembali secara penuh. Di saat yang sama, pemerintah tetap mengapresiasi upaya warga yang berhasil membangun kembali akses penting bagi kehidupan ekonomi setempat.
