Wall Street menutup perdagangan dengan nada positif, sementara S&P 500 tinggal sedikit lagi dari rekor penutupan tertingginya. Penguatan itu datang saat investor kembali memburu saham semikonduktor dan bersiap menghadapi musim laporan keuangan kuartal II 2026.
Indeks acuan tersebut naik 0,42% ke level 7.575,39 dan masih sekitar 0,45% di bawah rekor penutupan tertinggi yang dicapai pada 2 Juni 2026. Nasdaq juga menguat 0,29% ke 26.281,61, sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,29% menjadi 52.637,01.
Sentimen pasar membaik dari sektor teknologi
Optimisme terhadap sektor chip ikut mengangkat sentimen pasar setelah debut spektakuler SK Hynix di bursa AS. Saham-saham produsen cip masih menjadi salah satu sektor yang paling diuntungkan dari tren artificial intelligence sepanjang tahun ini.
Prospek belanja besar dari perusahaan penyedia layanan komputasi awan atau hyperscaler terus menopang minat investor. Namun, kekhawatiran soal valuasi yang tinggi dan aksi ambil untung masih memicu volatilitas di saham-saham semikonduktor.
Ketegangan Iran ikut mereda
Penguatan bursa juga didorong pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa Iran meminta pembicaraan kedua negara kembali dilanjutkan dan Washington menyetujuinya. Meski begitu, Trump menegaskan gencatan senjata yang tercapai pada Juni telah berakhir.
Di pasar, kabar itu membantu meredakan kekhawatiran yang sempat muncul pada pekan ini. Ketegangan AS-Iran sebelumnya memicu kekhawatiran kenaikan harga energi yang berpotensi mendorong inflasi dan membuat Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga.
Musim laba jadi ujian berikutnya
Fokus investor kini beralih ke musim laporan keuangan kuartal II 2026, yang akan diawali oleh sejumlah bank besar AS. Berdasarkan data LSEG I/B/E/S, laba emiten dalam indeks S&P 500 diperkirakan melonjak 24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Perusahaan teknologi disebut menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut. Terry Sandven, kepala strategi ekuitas US Bank Wealth Management, mengatakan kepada Reuters bahwa, “Kuartal ini memiliki ekspektasi yang sangat tinggi dengan ruang kesalahan yang sempit. Laporan dari sektor perbankan akan memberikan gambaran mengenai kekuatan ekonomi serta kondisi konsumen dan dunia usaha.”
Ekspektasi laba yang lebih kuat juga membuat valuasi S&P 500 turun ke sekitar 20 kali proyeksi laba, dari sekitar 21 kali pada akhir Mei. Meski begitu, indeks acuan itu masih diperdagangkan di dekat level tertinggi sepanjang masa.
Gambaran penutupan pasar
| Indeks | Pergerakan | Level Penutupan |
|---|---|---|
| S&P 500 | Naik 0,42% | 7.575,39 |
| Nasdaq | Naik 0,29% | 26.281,61 |
| Dow Jones Industrial Average | Naik 0,29% | 52.637,01 |
Delapan dari 11 sektor dalam S&P 500 ditutup di zona hijau. Sektor teknologi informasi memimpin penguatan dengan kenaikan 1,65%, disusul sektor barang konsumsi nonprimer sebesar 1,46%.
Indeks semikonduktor PHLX juga naik 0,06% dan mencatat penguatan untuk hari ketiga berturut-turut. Secara mingguan, S&P 500 menguat 1,2%, Nasdaq naik 1,7%, sedangkan Dow Jones melemah 0,5%.
Volume perdagangan di bursa AS relatif tipis, dengan total 14,5 miliar lembar saham berpindah tangan. Jumlah itu lebih rendah dibandingkan rata-rata 22,4 miliar lembar dalam 20 sesi perdagangan sebelumnya, sementara rasio saham naik terhadap turun di S&P 500 mencapai sekitar 2,1 berbanding satu.
Source: www.beritasatu.com






