Kabar duka datang dari sepak bola Afrika Selatan setelah Jayden Adams, gelandang Mamelodi Sundowns dan tim nasional Afrika Selatan, dilaporkan meninggal dunia pada usia 25 tahun. Hanya beberapa pekan sebelumnya, ia masih tampil untuk negaranya di Piala Dunia.
Kepergian Adams langsung memicu gelombang belasungkawa dari pejabat negara, asosiasi pemain, dan dunia sepak bola Afrika Selatan. Sosok yang baru menembus level tertinggi bersama Bafana Bafana itu dinilai masih menyimpan masa depan panjang di lapangan hijau.
Perjalanan singkat yang meninggalkan jejak besar
Adams tampil dalam tiga laga fase grup Afrika Selatan di turnamen itu, sebelum timnya melaju ke fase gugur dan akhirnya kalah dari tuan rumah Kanada di babak 32 besar. Penampilannya membuat namanya semakin dikenal sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan dari Afrika Selatan.
Menurut keterangan yang dikutip www.bbc.com, Adams memulai debut internasionalnya pada 2022 dan sejak itu menjadi bagian penting dari skuad nasional. Ia juga sempat menjadi starter saat Afrika Selatan bermain imbang 1-1 melawan Republik Ceko di Grup A, meski hanya beberapa jam sebelumnya ia mendapat kabar wafatnya sang nenek.
Polisi buka penyelidikan
Pihak kepolisian Afrika Selatan menyatakan telah membuka penyelidikan setelah jenazah seorang pria berusia 25 tahun ditemukan di sebuah rumah di Schotschekloof, kawasan Cape Town pusat, pada Sabtu pagi. Hingga kini, penyebab kematian Jayden belum dikonfirmasi secara resmi.
Gayton McKenzie, menteri olahraga, seni, dan budaya Afrika Selatan, mengatakan pihaknya menerima kabar itu dengan “shock” dan hati yang berat. Ia juga meminta media dan publik menahan diri dari spekulasi serta memberi ruang bagi keluarga dan Mamelodi Sundowns untuk berduka.
| Informasi | Detail | Keterangan |
|---|---|---|
| Nama | Jayden Adams | Gelandang |
| Usia | 25 tahun | Dilaporkan meninggal dunia |
| Klub | Mamelodi Sundowns | Bergabung pada Januari 2025 |
| Timnas | Afrika Selatan | Debut pada 2022 |
| Turnamen terbaru | Piala Dunia 2026 | Tampil di semua laga fase grup |
Dukacita dari dunia sepak bola
South African Football Players Union menyebut kematian Adams sebagai kehilangan yang “devastating” dan menegaskan bahwa ia baru saja membawa harapan bangsa dengan penuh keberanian dan martabat. Serikat pemain itu menilai kepergiannya merupakan kehilangan yang tak terukur bagi keluarga, rekan setim, klub, komunitas sepak bola, dan negara.
Karier Adams dimulai di Stellenbosch FC sebelum pindah ke Mamelodi Sundowns pada Januari 2025, lalu meraih gelar liga dan Liga Champions Afrika bersama klub barunya. Ia juga menjadi bagian dari skuad Afrika Selatan yang mencapai semifinal Piala Afrika 2024, sebelum kemudian dipanggil ke tim asuhan Hugo Broos untuk tampil di Piala Dunia.
Dalam turnamen itu, Afrika Selatan mencatat sejarah dengan menembus babak gugur untuk pertama kalinya. Di tengah pencapaian tersebut, nama Adams ikut tercatat sebagai bagian dari generasi yang membawa tim nasional melangkah lebih jauh di panggung dunia.
Source: www.bbc.com






