Antrean pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia belum habis. Hingga 10 Juli 2026, BEI mencatat masih ada 4 perusahaan yang masuk pipeline IPO, setelah 7 emiten lebih dulu melantai dengan dana himpunan Rp2,16 triliun.
Data itu menunjukkan aktivitas pasar modal masih bergerak, meski jumlah perusahaan yang sudah tercatat di bursa juga terus menambah basis emiten. Menurut Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, total perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia kini mencapai 963 perusahaan.
Komposisi perusahaan dalam antrean IPO
Dalam keterangan resmi yang dikutip mediaindonesia.com, Saidu menyebut dua dari empat calon emiten itu berasal dari skala aset besar, atau memiliki aset di atas Rp250 miliar. Dua lainnya masuk skala kecil dengan aset di bawah Rp50 miliar.
| Skala Aset | Jumlah Perusahaan | Keterangan |
|---|---|---|
| Besar | 2 | Aset di atas Rp250 miliar |
| Kecil | 2 | Aset di bawah Rp50 miliar |
Dari sisi sektor, pipeline IPO itu juga cukup beragam. Ada dua perusahaan dari sektor kesehatan, satu dari sektor barang konsumen primer, dan satu lagi dari sektor barang baku.
Target BEI dan arah pertumbuhan emiten
BEI masih menargetkan jumlah perusahaan tercatat bisa menembus 1.100 pada 2030. Dengan posisi 963 perusahaan per 10 Juli 2026, bursa masih memiliki ruang untuk menambah emiten baru melalui IPO maupun aksi korporasi lain.
Selain pasar saham, instrumen Efek Bersifat Utang dan Sukuk atau EBUS juga mencatat perkembangan positif. BEI melaporkan sudah ada 109 emisi dari 59 penerbit EBUS dengan dana dihimpun Rp100,12 triliun per 10 Juli 2026.
Di sisi lain, masih ada 12 emisi dari 11 penerbit yang berada dalam antrean penerbitan. Artinya, aktivitas penghimpunan dana lewat instrumen utang dan sukuk juga belum menunjukkan tanda melambat.
Rights issue ikut bergerak
Untuk aksi korporasi melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau rights issue, BEI mencatat sudah ada 4 perusahaan yang menyelesaikan aksi tersebut dengan total nilai Rp3,89 triliun. Saat ini, masih ada 1 perusahaan sektor properti yang berada dalam pipeline rights issue.
Rangkaian data itu memperlihatkan bahwa pasar modal Indonesia tetap aktif di beberapa jalur penghimpunan dana sekaligus. Dari IPO, EBUS, hingga rights issue, BEI masih mencatat adanya transaksi korporasi yang menunggu giliran untuk masuk ke pasar.
