Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Selasa pagi dan turun 31,17 poin atau 0,52 persen ke level 6.006. Pergerakan ini langsung memberi sinyal bahwa pasar masih bergerak hati-hati setelah sempat dibuka menguat di awal sesi.
Berdasarkan data RTI Business pukul 09.05 WIB, IHSG sempat dibuka di 6.057 sebelum bergerak ke level terendah 6.003 dan menyentuh level tertinggi 6.065. Fluktuasi di rentang itu menunjukkan jual beli masih berlangsung ketat pada menit-menit awal perdagangan.
Pada pembukaan, sebanyak 262 saham menguat, 205 saham melemah, dan 221 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.497,68 triliun, sementara volume perdagangan mencapai 2,86 miliar saham dengan nilai transaksi Rp2,26 triliun dan frekuensi transaksi 360.368 kali.
| Indikator | Data |
|---|---|
| IHSG dibuka | 6.057 |
| Level terendah | 6.003 |
| Level tertinggi | 6.065 |
| Pergerakan | Turun 31,17 poin atau 0,52 persen ke 6.006 |
| Saham menguat | 262 |
| Saham melemah | 205 |
| Saham stagnan | 221 |
| Kapitalisasi pasar | Rp10.497,68 triliun |
| Volume perdagangan | 2,86 miliar saham |
| Nilai transaksi | Rp2,26 triliun |
| Frekuensi transaksi | 360.368 kali |
Di tengah pergerakan yang berbalik melemah, analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG sebelumnya baru saja ditutup menguat 1,92 persen ke 6.037. Menurutnya, penguatan itu disertai munculnya volume pembelian dan juga mampu menembus MA20.
Dalam riset hariannya, Herditya menyebut IHSG sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [iv] pada pola triangle. Ia memperkirakan indeks masih berpeluang menguat untuk menguji area 6.083-6.254.
Untuk area penahan dan batas gerak, Herditya memproyeksikan support IHSG berada di 5.839 dan 5.607, sedangkan resistance ada di 6.286 dan 6.599. Proyeksi ini memberi gambaran bahwa arah indeks masih sangat bergantung pada apakah tekanan jual pagi ini bisa diredam atau justru berlanjut.
Dengan posisi awal yang masih bergerak naik-turun, pelaku pasar tampaknya menunggu konfirmasi arah berikutnya dari pergerakan IHSG sepanjang sesi perdagangan. Data pembukaan menunjukkan pasar belum memilih arah yang benar-benar tegas, meski peluang penguatan masih terbuka menurut analisis teknikal yang dirilis MNC Sekuritas dan dikutip CNN Indonesia.
Source: www.cnnindonesia.com






