AI Bisa Tambah Pertumbuhan Ekonomi 1%, Pemerintah Andalkan KUR dan Reformasi SDA

Author: Qoo Media

Pemerintah melihat kecerdasan buatan atau AI sebagai salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jika transformasi digital terus dipacu, dampaknya diperkirakan bisa menambah pertumbuhan ekonomi hingga 0,8% sampai 1%.

Proyeksi itu muncul di tengah dorongan pemerintah memperkuat pembiayaan produktif lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan membenahi tata kelola sumber daya alam (SDA) agar nilai tambah ekonomi semakin besar. Kombinasi ini dinilai penting untuk menjaga laju ekonomi, membuka lapangan kerja, dan menarik minat investasi asing.

KUR Rp 340 Triliun untuk Sektor Riil

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, mengatakan pemerintah telah menyiapkan stimulus pembiayaan yang besar untuk sektor produktif. Total plafon KUR yang disalurkan mencapai Rp 340 triliun.

Dalam pernyataannya pada Risk and Governance Summit (RGS) 2026 di Hotel Bidakara, Selasa (14/7/2026), Ferry menegaskan bahwa penyaluran itu diarahkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan dukungan bagi sektor-sektor produktif.

Reformasi Tata Kelola SDA untuk Tekan Celah Kecurangan

Di sisi lain, pemerintah juga merevisi kebijakan mengenai definisi hasil ekspor SDA sebagai bagian dari restrukturisasi tata kelola niaga. Langkah ini ditujukan untuk memperkecil ruang kecurangan dalam perdagangan internasional.

Ferry menyebut kebijakan itu diharapkan memperkuat transparansi dan tata kelola, sekaligus mengatasi praktik under-invoicing dan transfer pricing. Menurut dia, penguatan aturan tersebut juga akan memastikan lebih banyak nilai tambah dari sumber daya alam Indonesia dan mendapat pengakuan positif dalam penilaian S&P.

AI, Data Center, dan Produktivitas UMKM

Ferry juga menjelaskan bahwa dorongan transformasi digital dan AI tidak hanya akan berdampak pada skala besar. Pengembangan data center dan peningkatan produktivitas, termasuk bagi pelaku UMKM, menjadi bagian dari faktor yang menopang proyeksi tambahan pertumbuhan ekonomi tersebut.

Dengan kata lain, manfaat AI dipandang tidak berhenti pada efisiensi teknologi, tetapi juga merembet ke penguatan kapasitas usaha kecil dan menengah. Di tengah kebutuhan ekonomi yang terus beradaptasi, digitalisasi dilihat sebagai peluang untuk memperluas basis pertumbuhan nasional.

Diplomasi Ekonomi Diperluas

Selain pembenahan domestik, pemerintah juga memperkuat diplomasi ekonomi melalui sejumlah kerja sama internasional. Jalur yang didorong mencakup OECD, BRICS, ASEAN, dan IPEF.

Ferry menekankan bahwa tata kelola yang kuat adalah fondasi utama untuk membangun kepercayaan investor global. Dengan governance yang baik, Indonesia dinilai lebih mudah mengubah potensi transformasi digital dan ekonomi hijau menjadi sumber kemakmuran baru yang berkelanjutan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Fokus Kebijakan Detail Dampak yang Diharapkan
Kredit Usaha Rakyat Plafon Rp 340 triliun Mendukung pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, dan sektor produktif
Transformasi Digital dan AI Pengembangan data center dan produktivitas UMKM Tambahan pertumbuhan ekonomi 0,8% hingga 1%
Reformasi SDA Revisi definisi hasil ekspor SDA Menekan under-invoicing, transfer pricing, dan memperkuat transparansi
Source: www.liputan6.com
Terbaru