Warren Buffett menilai Kevin Warsh sebagai sosok yang tepat untuk memimpin the Federal Reserve, terutama karena fokusnya pada inflasi dan stabilitas kebijakan moneter. Dalam pernyataannya kepada CNBC, Buffett menilai Warsh akan berupaya maksimal mengejar target inflasi 2% sambil menjaga lapangan kerja tetap kuat.
Pandangan itu muncul ketika Warsh baru mulai menjalankan peran barunya di bank sentral Amerika Serikat. Dalam kesaksian pertamanya di Kongres, ia juga menegaskan perlunya perubahan rezim kebijakan the Fed dan menyampaikan tekad untuk mengatasi inflasi yang belakangan menjadi perhatian utama pasar.
Buffett melihat Warsh sebagai pilihan yang serius
Mengutip CNBC pada Rabu, 15/7/2026, Buffett mengatakan, “Saya pikir dia akan melakukan yang terbaik untuk mencapai tugas yang diberikan kepadanya, yaitu inflasi 2%, dan mempertahankan lapangan kerja maksimal.” Ia juga menambahkan, “Dia peduli pada negara ini.”
Menurut Buffett, kepedulian terhadap negara tidak otomatis membuat setiap keputusan menjadi benar. Namun, ia menilai banyak keputusan dalam posisi seperti itu memang sulit diambil karena bobot tanggung jawabnya besar.
Warsh sendiri mengambil alih kepemimpinan the Fed pada Mei setelah dinominasikan Presiden Donald Trump dan dikonfirmasi oleh Kongres. Pada Rabu, ia dijadwalkan kembali ke Capitol untuk memberi kesaksian di hadapan Komite Perbankan Senat.
Gambaran ekonomi AS menurut Warsh
Dalam kesaksian perdananya di hadapan Kongres, Warsh memberi gambaran positif tentang kondisi ekonomi AS. Ia menyebut aktivitas ekonomi berkembang dengan kecepatan yang solid, sementara konsumsi rumah tangga masih tumbuh moderat.
Warsh juga mengatakan output manufaktur telah meningkat stabil tahun ini, meski sektor perumahan masih tertinggal. Di sisi lain, ia menyoroti lonjakan investasi bisnis sebagai ciri paling menonjol dari ekonomi saat ini.
“Laju yang cepat, yang tampaknya semakin meningkat, sebagian besar mencerminkan pembangunan pusat data dan permintaan yang sangat besar untuk peralatan dan perangkat lunak terkait AI yang mengisinya,” ujar Warsh.
Ia menegaskan bahwa the Fed akan memantau implikasi perkembangan itu terhadap inflasi dan pasar tenaga kerja. Dengan kata lain, ledakan investasi yang didorong AI tidak hanya dipandang sebagai peluang, tetapi juga faktor yang perlu diawasi ketat oleh bank sentral.
| Pokok Pernyataan | Isi Utama | Atribusi |
|---|---|---|
| Target kebijakan | Inflasi 2% dan lapangan kerja maksimal | Warren Buffett |
| Kondisi ekonomi | Aktivitas solid, konsumsi moderat, manufaktur naik stabil | Kevin Warsh |
| Risiko yang dipantau | Implikasi investasi AI terhadap inflasi dan tenaga kerja | the Fed |
Produktivitas kuat, pasar kerja stabil
Warsh juga menilai pertumbuhan produktivitas AS masih kuat, bahkan sudah dimulai sebelum gelombang adopsi artificial intelligence atau kecerdasan buatan meningkat seperti sekarang. Ia menambahkan bahwa kekuatan produktivitas itu menjadi salah satu alasan ekonomi masih terlihat tangguh.
Terkait tenaga kerja, Warsh mengatakan pasar kerja Amerika tampak stabil secara luas. Ia menyebut penciptaan lapangan kerja berjalan seiring dengan angkatan kerja, tingkat pengangguran rendah dan hampir tidak berubah selama setahun terakhir, serta hanya sedikit PHK.
Warsh juga mencatat masih ada sedikit variasi pada tingkat lowongan pekerjaan dan pertumbuhan upah nominal yang solid. Menurutnya, kondisi itu memberi sinyal bahwa ekonomi berada dalam posisi yang cukup seimbang, meski tekanan inflasi tetap harus dijaga.
Dalam kesaksian itu, Warsh turut menyinggung lima gugus tugas yang ditunjuknya untuk mengeksplorasi cara meningkatkan pelaksanaan kebijakan moneter. Ia menyebut upaya tersebut penting agar the Fed dapat membuat keputusan yang lebih baik dan meninggalkan periode inflasi tinggi di belakang.
“Kita memiliki kewajiban untuk mengarahkan lembaga ini ke depan, untuk melihat kembali praktik-praktik saat ini guna memastikan kita melayani tujuan kita,” kata Warsh. Ia juga menegaskan, “Tujuannya di sini adalah untuk membekali Fed agar dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam kebijakan moneter dan untuk meninggalkan tahun-tahun inflasi tinggi ini di belakang kita.”
Dengan latar itu, dukungan Buffett menjadi sorotan karena datang saat Warsh baru mulai menata arah kebijakan the Fed. Fokusnya pada inflasi 2%, produktivitas, dan pasar kerja membuat langkah selanjutnya di Capitol tetap dinanti pelaku pasar.
