Fitch Naikkan Peringkat Bank Jambi dan Bank Kalteng, Modalnya Ternyata Masih Sangat Kuat

Author: Qoo Media

Fitch Ratings Indonesia menaikkan peringkat jangka panjang nasional PT Bank Pembangunan Daerah Jambi dan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah menjadi A+(idn) dari sebelumnya A(idn). Prospek keduanya ditetapkan stabil, menandakan profil kredit yang dinilai makin kuat.

Peningkatan ini penting karena Fitch melihat dua bank pembangunan daerah itu punya kualitas aset, profitabilitas, dan permodalan yang lebih baik dibandingkan bank domestik dengan ukuran serupa. Bagi Bank Jambi dan Bank Kalteng, penilaian itu menjadi sinyal bahwa fondasi bisnis mereka masih cukup sehat di tengah tantangan konsentrasi pasar daerah.

Bank Jambi Unggul di Kualitas Aset dan Modal

Untuk Bank Jambi, Fitch menilai kinerja keuangan perseroan stabil sepanjang siklus bisnis. Model bisnis yang fokus pada kredit untuk aparatur sipil negara dan pelaku usaha lokal di Provinsi Jambi dinilai membantu menjaga kualitas aset sekaligus mendorong profitabilitas di atas rata-rata.

Namun, Fitch juga menyoroti ukuran bisnis yang masih relatif kecil dan konsentrasi pada wilayah serta segmen nasabah tertentu sebagai faktor pembatas. Pada akhir kuartal I-2026, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan Bank Jambi tercatat 2,5%, lebih rendah daripada rata-rata bank pembangunan daerah sebesar 3,2%.

Fitch memperkirakan rasio laba operasi terhadap aset tertimbang menurut risiko atau operating profit/risk-weighted assets Bank Jambi tetap tinggi, meski insiden siber sebelumnya diperkirakan menekan rasio itu sekitar 1,7 poin persentase pada 2026. Profitabilitas inti diproyeksikan kembali naik hingga di atas 6% mulai 2027.

Indikator Bank Jambi Rata-rata BPD
NPL 2,5% 3,2%
CET1 43,6% per akhir Maret 2026 24,7%

Dari sisi permodalan, rasio Common Equity Tier 1 Bank Jambi mencapai 43,6% pada akhir Maret 2026. Angka itu jauh di atas rata-rata bank pembangunan daerah yang sebesar 24,7%, memperlihatkan bantalan modal yang sangat tebal.

Bank Kalteng Jaga Kinerja Stabil Lebih Lama

Peningkatan peringkat Bank Kalteng didorong penguatan profil kredit intrinsik setelah mencatat kinerja keuangan yang stabil dalam periode yang lebih panjang. Fitch menilai fokus bisnis bank ini pada pembiayaan pegawai negeri sipil dan usaha kecil di Kalimantan Tengah berhasil menjaga kualitas aset, profitabilitas, dan modal di atas rata-rata.

Rasio kredit bermasalah Bank Kalteng tetap 2,5% pada akhir 2025, sementara loan at risk berada di 5,3% dan menjadi yang terendah di kelompok bank sejenis. Fitch memperkirakan NPL hanya naik tipis selama 2026, dengan biaya kredit yang tetap terkendali.

Indikator Bank Kalteng Keterangan
NPL 2,5% per akhir 2025 Diperkirakan naik tipis pada 2026
LAR 5,3% Terendah di kelompok bank sejenis
OP-RWA 5,5% per akhir 2025 Naik dari 5,2% pada tahun sebelumnya
CET1 43,2% per akhir 2025 Naik dari 41,7% pada tahun sebelumnya

Profitabilitas Bank Kalteng juga diperkirakan tetap terjaga. Rasio laba operasi terhadap aset tertimbang menurut risiko naik menjadi 5,5% pada akhir 2025 dari 5,2% pada tahun sebelumnya, didukung pertumbuhan kredit konsumer dan imbal hasil investasi surat berharga pemerintah yang lebih tinggi.

Di sisi permodalan, rasio CET1 Bank Kalteng meningkat menjadi 43,2% pada akhir 2025 dari 41,7% pada tahun sebelumnya. Fitch menilai posisi modal itu masih akan tetap kuat dalam dua tahun ke depan berkat kemampuan pembentukan modal secara internal.

Meski peringkat keduanya naik, Fitch menilai peningkatan lanjutan belum akan terjadi dalam waktu dekat. Kenaikan berikutnya baru mungkin terjadi jika masing-masing bank mampu memperluas skala usaha dan mendiversifikasi bisnis tanpa mengorbankan kualitas aset maupun profitabilitas.

Di sisi lain, tekanan pada peringkat bisa muncul jika rasio kredit bermasalah naik berkelanjutan di atas 3% dan profitabilitas melemah hingga rasio laba operasi terhadap aset tertimbang menurut risiko turun ke level 3% atau lebih rendah. Dengan kata lain, ruang naik masih ada, tetapi disiplin menjaga kualitas aset tetap menjadi syarat utamanya.

Source: finansial.bisnis.com
Terbaru