Bos Agrinas Janjikan Margin Warung Desa Lebih Tebal lewat Kopdes Merah Putih

Author: Qoo Media

Warung kecil di desa disebut berpeluang memperoleh margin lebih tebal melalui kehadiran Koperasi Desa Merah Putih atau Kopdes Merah Putih. Skema ini diharapkan dapat menjawab persoalan harga barang di tingkat pengecer yang selama ini tertekan oleh rantai distribusi panjang.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan warung desa perlu mendapat akses barang yang setara dengan pelaku usaha di kota. Perbedaannya, barang tersebut diupayakan tersedia dengan harga yang lebih fair bagi pengecer di wilayah desa.

Rantai Distribusi Jadi Persoalan Utama

Menurut Joao, jalur distribusi yang panjang membuat harga barang yang diterima warung kecil menjadi lebih mahal. Kondisi itu kemudian membuat ruang keuntungan yang tersisa bagi pemilik warung semakin tipis.

Ia menilai Kopdes Merah Putih dapat menjadi jalur untuk memperpendek distribusi dari produsen ke desa. Dengan biaya distribusi yang lebih terkendali, harga jual dapat lebih stabil dan margin warung berpeluang meningkat.

“Harga yang margin mereka dapat sangat mepet. Dengan kehadiran Koperasi Merah Putih, margin yang mereka dapat itu bisa lebih tebal sehingga kesejahteraan bagi warung-warung kecil bisa lebih cepat terwujud,” kata Joao.

Pernyataan itu disampaikan Joao setelah Seminar Nasional KDKMP di Gedung Sasana Kriya TMII, Jakarta Timur, Kamis (16/7). CNN Indonesia melaporkan bahwa rancangan koperasi tersebut ditujukan agar barang yang diproduksi industri dapat dijual dengan harga lebih murah.

Komponen Peran yang Disiapkan
Kopdes Merah Putih Membuka akses barang bagi masyarakat dan warung desa dengan harga lebih fair.
Jalur logistik Dimanfaatkan untuk menekan harga dan menjaga kestabilan harga jual di desa.
Sistem hub data Menghubungkan data produksi di setiap kabupaten untuk memantau arus barang.

Kebijakan Harga Akan Dibahas Warga Desa

Joao belum memastikan adanya skema harga khusus yang langsung berlaku bagi warung kecil. Ia menegaskan keputusan mengenai kebijakan operasional perlu dibicarakan bersama masyarakat desa sebagai pemilik koperasi.

Menurutnya, Kopdes Merah Putih merupakan koperasi milik seluruh warga desa, sehingga arah kebijakan tidak ditentukan secara sepihak. Keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam menentukan bentuk layanan maupun pengaturan harga yang akan diterapkan.

“Nanti kita harus bicarakan dengan masyarakat desa karena Koperasi Merah Putih itu adalah seluruh masyarakat desa,” ujar Joao. Ia menambahkan bahwa keputusan kebijakan harus dimintakan kepada seluruh warga desa sebagai pemilik koperasi tersebut.

Dikelola Digital dan Transparan

Agrinas Pangan Nusantara menyatakan Kopdes Merah Putih akan dikelola sebagai koperasi modern berbasis digital, akuntabel, dan transparan. Sistem ini juga diarahkan untuk membantu pengawasan harga, terutama dari produsen yang selama ini memasok ritel modern.

Joao mengatakan pengendalian harga dapat dilakukan dengan memanfaatkan jalur distribusi dan logistik yang tersedia. Tujuannya ialah menekan harga barang yang dijual ke desa sambil menjaga harga tetap lebih stabil.

Selain distribusi fisik, Agrinas menyiapkan sistem hub yang menghubungkan data produksi di setiap kabupaten. Sistem tersebut ditujukan untuk mengetahui ketersediaan barang di suatu wilayah serta menentukan jalur distribusi paling pendek.

Data dari sistem hub itu juga disebut dapat dimanfaatkan pemerintah, khususnya Badan Pusat Statistik, untuk melakukan analisis terkait inflasi. Dengan pemantauan arus barang yang lebih terhubung, informasi mengenai pasokan dan distribusi diharapkan dapat menjadi lebih terukur.

Source: www.cnnindonesia.com
Terbaru