Perubahan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) membuat organisasi tidak cukup hanya menyediakan pelatihan bagi karyawannya. Pembelajaran kini dituntut terhubung langsung dengan kesiapan talenta, pengembangan karier, serta target bisnis yang ingin dicapai.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mendorong perubahan pendekatan tersebut melalui forum CorpU Association Insight di Telkom Corporate University, Bandung. Forum ini mengangkat tema “From Learning to Impact: Driving Workforce Transformation through Integrated Talent Ecosystem and Hyper-Personalized Learning”.
Agenda yang digelar pada Kamis (9/7) itu mempertemukan praktisi sumber daya manusia, pemimpin Corporate University, dan pengelola pengembangan talenta dari beragam organisasi. Mereka berbagi pandangan mengenai praktik terbaik dan inovasi untuk membangun ekosistem talenta yang lebih terpadu.
Fokus utamanya bukan semata memperbanyak aktivitas belajar, melainkan memastikan proses itu menghasilkan dampak yang terukur. Dampak tersebut mencakup peningkatan kapabilitas individu hingga penguatan kinerja organisasi.
Belajar, Talenta, dan Karier dalam Satu Ekosistem
Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan, menilai transformasi bisnis membutuhkan talenta yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi dan kebutuhan kompetensi. Menurutnya, organisasi perlu menyiapkan tenaga kerja yang lincah saat perubahan digital dan AI terus bergerak cepat.
“Di era transformasi digital dan AI, organisasi membutuhkan talenta yang agile dan siap menghadapi perubahan,” ujar Willy. Ia menekankan bahwa learning, talent, dan career development perlu diintegrasikan dalam satu ekosistem.
Integrasi itu, menurut Willy, dapat mempercepat pengembangan kapabilitas dan meningkatkan kesiapan talenta dalam menghadapi kebutuhan baru. Pada saat yang sama, ekosistem tersebut diharapkan memberi dampak nyata bagi pencapaian strategi bisnis.
Peran Corporate University pun dipandang tidak lagi terbatas sebagai penyelenggara kelas atau program pelatihan internal. Institusi ini diarahkan menjadi mitra strategis yang membantu organisasi memetakan, mengembangkan, dan menyiapkan talenta.
Senior General Manager Telkom Corporate University, M. Subhan Iswahyudi, menyatakan Corporate University memiliki posisi yang semakin penting dalam transformasi organisasi. Ia mengatakan forum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antarpraktisi dan mendorong pendekatan pengembangan SDM yang lebih adaptif.
“Corporate University tidak lagi sekadar menyelenggarakan pembelajaran, tetapi menjadi strategic partner dalam membangun ekosistem pengembangan talenta yang terintegrasi,” kata Subhan. Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut perlu terukur dan berorientasi pada dampak.
AI dan Pembelajaran yang Lebih Personal
Salah satu isu yang dibahas dalam forum adalah pemanfaatan AI untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih personal. Pembicara dari berbagai sektor juga mengulas perkembangan global pada bidang human capital, talent management, dan transformasi pembelajaran.
Pendekatan Hyper-Personalized Learning menjadi salah satu pembahasan utama dalam agenda tersebut. Model ini menyesuaikan pembelajaran dengan peran, kompetensi, dan kebutuhan pengembangan setiap individu.
Dengan penyesuaian tersebut, materi belajar diharapkan lebih relevan bagi kebutuhan masing-masing talenta. Pendekatan ini juga dinilai dapat mempercepat proses upskilling dan reskilling ketika organisasi menghadapi perubahan yang semakin dinamis.
Melalui CorpU Association Insight, Telkom Corporate University memperkuat perannya dalam pengembangan talenta melalui ekosistem pembelajaran yang terintegrasi. Penguatan kapabilitas SDM itu sejalan dengan komitmen Telkom dalam mengakselerasi transformasi digital Indonesia dan mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Source: www.viva.co.id






