Indonesia membidik kerja sama lebih dalam dengan Huawei dan ByteDance setelah resmi menjadi salah satu negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization atau WAICO. Langkah ini diarahkan untuk mengejar lompatan nyata pada teknologi AI, infrastruktur digital, hingga investasi bernilai tambah tinggi.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu petinggi kedua perusahaan teknologi China itu di Shanghai pada Jumat, 17 Juli. Pertemuan tersebut menempatkan AI sebagai salah satu agenda utama dalam diplomasi ekonomi Indonesia.
Yang dibidik bukan hanya pengembangan teknologi baru, melainkan juga manfaat langsung bagi transformasi digital nasional. Pemerintah ingin memperkuat kapasitas komputasi, memperluas talenta digital, dan mempercepat pemanfaatan solusi digital oleh pemerintah maupun pelaku usaha.
Dua Mitra dengan Fokus Berbeda
| Perusahaan | Kapabilitas Utama | Arah Kerja Sama yang Dibahas |
|---|---|---|
| Huawei | Infrastruktur telekomunikasi, cloud, dan AI | Infrastruktur AI dan cloud, keamanan siber, digitalisasi, energi hijau pusat data |
| ByteDance | Platform digital seperti TikTok, CapCut, Lark, Toutiao, dan Douyin | Ekonomi digital, UMKM, perdagangan lintas batas, riset AI, dan pengembangan talenta |
Huawei dipandang memiliki kemampuan yang relevan untuk memperkuat fondasi teknologi Indonesia, terutama pada jaringan telekomunikasi, komputasi awan, dan AI. Sementara itu, ByteDance telah memiliki jejak investasi strategis di Indonesia melalui Tokopedia dan TikTok Shop.
Dalam pertemuan dengan Huawei, pemerintah membahas empat bidang kolaborasi yang saling berkaitan. Bidang tersebut mencakup investasi infrastruktur AI dan cloud, penguatan talenta digital serta keamanan siber, digitalisasi pemerintah dan UMKM, hingga solusi energi hijau untuk pusat data.
Airlangga menyebut Huawei sebagai mitra strategis yang berpotensi mendukung agenda transformasi digital nasional. Menurut pernyataannya, status Indonesia sebagai pendiri WAICO perlu diikuti oleh kemajuan kerja sama teknologi yang dapat dirasakan secara nyata.
“Setelah Indonesia secara resmi menjadi salah satu negara pendiri WAICO, kami ingin memastikan adanya lompatan nyata dalam kerja sama teknologi,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis yang dikutip finance.detik.com. Ia menilai kapabilitas Huawei pada AI, telekomunikasi, dan cloud dapat menjadi bagian penting dari kebutuhan tersebut.
UMKM dan Perdagangan Lintas Batas
Agenda dengan ByteDance membawa fokus yang berbeda karena berkaitan erat dengan ekosistem ekonomi digital dan perdagangan. Pemerintah mengapresiasi investasi serta komitmen jangka panjang perusahaan itu di Indonesia, khususnya melalui integrasi Tokopedia dan TikTok Shop.
Kehadiran platform digital dinilai membuka ruang lebih luas bagi jutaan pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnisnya. Peluang tersebut juga mencakup akses ke perdagangan lintas batas, sehingga produk lokal dapat menjangkau pasar internasional yang lebih luas.
Airlangga mendorong perluasan kolaborasi agar proses internasionalisasi produk UMKM Indonesia dapat berjalan lebih kuat. Pemerintah juga mengundang ByteDance untuk mengeksplorasi kerja sama AI, termasuk large language models, machine learning, dan generative AI.
“Indonesia memiliki pasar digital yang besar, talenta digital yang terus berkembang, serta komitmen kuat dalam membangun ekosistem AI yang inklusif,” kata Airlangga. Ia mengundang ByteDance menjajaki pembentukan pusat riset AI, pengembangan talenta digital, dan kolaborasi inovasi bagi kedua negara.
Menjembatani Kesenjangan Teknologi
Keikutsertaan Indonesia dalam WAICO memberi konteks lebih luas bagi pembicaraan dengan dua raksasa teknologi tersebut. Pemerintah berharap kemitraan internasional dapat membantu menjembatani kesenjangan teknologi global atau bridging the AI divide.
Targetnya bukan sekadar menarik modal, tetapi mendorong transfer teknologi dan pembangunan ekosistem digital yang lebih produktif. Investasi yang masuk diharapkan memperkuat daya saing nasional pada sektor yang semakin ditentukan oleh pemanfaatan AI.
Rangkaian pertemuan di China ini juga menunjukkan bahwa pusat data, cloud, keamanan siber, dan energi hijau dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari agenda AI. Dengan demikian, pengembangan teknologi tidak hanya bertumpu pada aplikasi dan platform, tetapi juga pada infrastruktur yang menopangnya.
Kolaborasi dengan Huawei dan ByteDance masih berada pada tahap peluang yang dibahas dalam pertemuan bisnis strategis tersebut. Namun, arah pembicaraan memperlihatkan fokus pemerintah pada penguatan fondasi teknologi sekaligus perluasan manfaat ekonomi digital bagi Indonesia.
