Mobilitas tinggi tak lagi harus membuat pemilik usaha kehilangan kendali atas bisnisnya. Pesan itulah yang dibawa Kasir Pintar melalui kampanye branding di rangkaian Kereta Rel Listrik atau KRL pada rute Solo-Yogyakarta dan Jabodetabek.
Kampanye ini menempatkan transportasi publik sebagai ruang untuk memperkenalkan pengelolaan usaha berbasis digital. Kasir Pintar ingin menunjukkan bahwa operasional bisnis dapat dipantau secara real time melalui satu aplikasi, bahkan saat pemilik usaha sedang bepergian.
Branding tersebut berlangsung selama periode Juni hingga Agustus. Pemilihan KRL dinilai relevan karena moda ini digunakan oleh beragam kelompok masyarakat perkotaan dalam aktivitas sehari-hari.
Penumpang KRL mencakup pekerja, mahasiswa, hingga pelaku usaha yang memiliki kebutuhan mobilitas tinggi. Kondisi itu membuat pesan mengenai akses pengelolaan bisnis dari mana saja menjadi bagian utama dalam komunikasi Kasir Pintar.
Pengelolaan Usaha di Tengah Mobilitas Tinggi
Persaingan bisnis yang semakin ketat menuntut pelaku usaha mengelola operasional dengan lebih efektif. Digitalisasi pun menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan ekosistem bisnis di Indonesia.
Kebutuhan akan proses yang lebih efisien mendorong penyedia teknologi menghadirkan berbagai inovasi. Edukasi tentang manfaat teknologi juga dilakukan melalui beragam kanal komunikasi, termasuk ruang publik seperti KRL.
Kasir Pintar merupakan salah satu pionir sistem kasir atau Point of Sale (POS) di Indonesia. Solusi digital ini diarahkan untuk membantu pemilik usaha memantau kegiatan bisnis tanpa harus selalu berada di lokasi usaha.
Sr Strategic Partnership Kasir Pintar, Nessa Faridha, mengatakan pemanfaatan KRL diharapkan dapat membuat solusi perusahaan dikenal oleh lebih banyak pemilik usaha. Menurutnya, mobilitas tidak semestinya menjadi hambatan bagi pelaku bisnis untuk menjaga operasional tetap terpantau.
“Kami ingin siapapun orang-orang yang menggunakan KRL jadi tahu mengenai adanya sebuah brand Kasir Pintar yang bisa menjadi solusi bagi mereka yang memiliki usaha. Meskipun dengan mobilitas tinggi, usaha yang dimiliki tetap akan bisa terpantau dan berjalan efisien melalui aplikasi Kasir Pintar,” ujar Nessa.
Fitur Digital untuk Operasional yang Lebih Efisien
Pemanfaatan teknologi dalam bisnis kini mencakup sejumlah kebutuhan operasional harian. Pencatatan transaksi otomatis, pengelolaan stok, dan penyusunan laporan penjualan menjadi fitur digital yang semakin banyak digunakan untuk meningkatkan produktivitas serta efisiensi usaha.
Bagi pelaku usaha, pencatatan transaksi dan stok dapat menjadi bagian dari pengelolaan yang perlu dijalankan secara teratur. Kehadiran aplikasi yang mudah diakses memberi pilihan untuk memantau aktivitas tersebut kapan pun dan di mana pun.
Kampanye di KRL juga menyoroti akses solusi digital bagi pelaku usaha di berbagai wilayah Indonesia. Kawasan Solo-Yogyakarta dan Jabodetabek dipilih karena memiliki mobilitas ekonomi yang tinggi.
Menurut mediaindonesia.com, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Kasir Pintar memperluas literasi digital di kalangan pemilik usaha. Perusahaan juga secara rutin menjalankan kegiatan edukasi bagi pelaku UMKM melalui kolaborasi dengan berbagai komunitas usaha di sejumlah daerah.
Literasi Digital untuk UMKM
Perluasan literasi digital menjadi penting ketika jumlah bisnis baru terus bertambah dan persaingan semakin dinamis. Pelaku usaha membutuhkan pemahaman mengenai manfaat teknologi agar dapat memilih cara pengelolaan yang lebih sesuai dengan kebutuhan operasionalnya.
Kehadiran kampanye di transportasi publik tidak hanya dimaksudkan untuk memperluas jangkauan merek. Inisiatif ini juga membawa pesan bahwa teknologi bisnis dapat diakses oleh pemilik usaha dengan aktivitas dan mobilitas yang beragam.
Kasir Pintar berharap pemanfaatan teknologi dapat membantu pelaku usaha tumbuh dan berkembang di tengah persaingan yang semakin kompetitif. Transformasi digital tersebut dinilai relevan bagi ekosistem bisnis dan perekonomian Indonesia, baik untuk persaingan di dalam maupun luar negeri.
