Induk usaha MR. DIY, PT Daya Intiguna Yasa Tbk, baru-baru ini mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perdana setelah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam rapat tersebut, perusahaan memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham. Langkah ini diambil untuk memfokuskan sumber daya pada upaya pertumbuhan berkelanjutan, dengan menyisihkan Rp 1,07 triliun sebagai cadangan wajib, sementara sisanya sebesar 88,27 persen dari laba bersih ditetapkan sebagai laba ditahan.
Edwin Cheah, Presiden Direktur MR. DIY Indonesia, menegaskan bahwa keputusan tersebut mencerminkan komitmen perusahaan untuk membangun fondasi yang kokoh bagi strategi pertumbuhan yang berkelanjutan. “Kepercayaan pemegang saham memberikan kami dorongan untuk menjaga momentum pertumbuhan dan menghadapi tantangan di masa depan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima pada Selasa, 17 Juni 2025.
Perusahaan ini terus berupaya untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan, mitra bisnis, dan pemangku kepentingan lainnya. Menurut Edwin, strategi ekspansi yang terukur didukung oleh perhitungan finansial yang berhati-hati dan keunggulan kepemimpinan akan memandu langkah perusahaan ke depan. Dalam konteks ini, penting bagi MR. DIY untuk memprioritaskan investasi di area-area yang dapat meningkatkan performa dan keberlanjutan operasional.
Selama RUPST, selain pengalokasian laba, juga disepakati perombakan pada struktur pengurus perusahaan. Penunjukan Loh Kok Leong sebagai Komisaris baru merupakan langkah strategi penting untuk memperkuat tata kelola. Loh memiliki pengalaman luas dalam bidang transformasi dan pengembangan bisnis di kawasan Asia Tenggara, termasuk sebagai Partner dan Managing Director di Boston Consulting Group (BCG). Edwin menjelaskan bahwa kehadiran Loh diharapkan akan menambah kapabilitas pengawasan perusahaan serta mendukung rencana ekspansi yang berwawasan panjang.
Dalam kesempatan ini, susunan Dewan Komisaris dan Direksi juga diupdate. Dewan Komisaris kini dipimpin oleh Ong Chu Jin Adrian sebagai Komisaris Utama, dan termasuk Darwin Cyril Noerhadi, Loh Kok Leong, Istini Tatiek Siddharta, serta Loo Chong Peng sebagai Komisaris Independen. Sementara itu, Dewan Direksi dipimpin oleh Edwin Cheah Yew Hong sebagai Direktur Utama, bersama Rika Juniaty Tanzil, Frida Herlina Marpaung, Hendra Kurniawan, dan Michael sebagai Direktur.
MR. DIY, yang dikenal luas di Indonesia sebagai ritel peralatan rumah tangga dan kebutuhan sehari-hari, telah mencatatkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan secara konsisten melakukan ekspansi dengan membuka gerai baru yang tersebar di berbagai daerah, sehingga menjangkau lebih banyak pelanggan. Dengan keputusan untuk tidak membagikan dividen ini, perusahaan menunjukkan komitmennya dalam mengejar strategi pertumbuhan yang berkelanjutan, yang diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kinerja jangka panjang.
Investasi yang akan dilakukan oleh MR. DIY akan difokuskan pada pengembangan infrastruktur, peningkatan layanan, serta inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Edwin menambahkan, “Kami percaya bahwa dengan fokus pada pertumbuhan, kami dapat menciptakan nilai yang signifikan bagi semua pihak yang terlibat. Komitmen kami untuk transparansi dan pengelolaan keuangan yang prudent akan menjadi pilar utama dalam mencapai visi kami.”
Keputusan ini menunjukkan orientasi perusahaan yang semakin jelas menuju pengembangan berkelanjutan. Dalam konteks ekonomi global yang penuh tantangan, tindakan MR. DIY dapat dipandang sebagai langkah strategis dalam menjamin kelangsungan dan keuntungan jangka panjang. Melalui pendekatan yang berfokus pada pemangku kepentingan dan strategi yang matang, perusahaan siap menghadapi dinamika pasar yang kian kompleks.







