Piala Dunia Bisa Membuat Hotel Penuh, tetapi Ekonomi Tuan Rumah Belum Tentu Melonjak

Author: Qoo Media

Stadion penuh, hotel ramai, dan tiket pesawat yang meningkat kerap dipandang sebagai bukti Piala Dunia mampu mengangkat ekonomi negara tuan rumah. Namun, lonjakan aktivitas selama turnamen belum otomatis membuat pertumbuhan ekonomi nasional melesat.

Manfaat terbesar biasanya terkonsentrasi pada kawasan pertandingan dan sektor yang langsung melayani penonton. Sementara itu, biaya keamanan, transportasi, kebersihan, serta layanan publik juga harus diperhitungkan sebelum dampaknya dinilai positif secara menyeluruh.

Perputaran uang besar belum tentu mengubah ekonomi nasional

FIFA memperkirakan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dapat menciptakan dampak ekonomi global hingga 41 miliar dollar AS. Turnamen dengan 48 peserta itu juga diproyeksikan menarik sekitar 13 juta pengunjung selama penyelenggaraan.

Belanja pengunjung berpotensi mengalir ke pariwisata, transportasi, hotel, restoran, dan perdagangan ritel. Akan tetapi, besarnya transaksi di sektor-sektor tersebut tidak selalu sebanding dengan kenaikan produk domestik bruto atau ekonomi tuan rumah secara keseluruhan.

Meksiko menjadi contoh bagaimana efek turnamen dapat terasa terbatas dalam skala ekonomi nasional. Sejumlah ekonom menilai perekonomian negara itu masih dibayangi lemahnya investasi swasta serta ketidakpastian peninjauan ulang perjanjian perdagangan Amerika Serikat-Meksiko-Kanada atau USMCA.

Lembaga Ukuran Dampak Perkiraan
Banorte Kontribusi terhadap PDB Meksiko 0,4 persen hingga 0,5 persen
Banamex Dampak ekonomi Piala Dunia Sekitar 2 miliar dollar AS

Menurut laporan money.kompas.com yang mengutip Reuters, angka-angka tersebut dinilai relatif kecil bila dibandingkan dengan ukuran ekonomi Meksiko. Data konsumsi rumah tangga Meksiko pada Juni bahkan menunjukkan pelemahan, termasuk pada sektor hotel dan restoran.

Turis Piala Dunia dapat menggantikan turis reguler

Ramainya wisatawan tidak selalu berarti suatu kota memperoleh seluruhnya pengunjung baru. Di kawasan New York dan New Jersey, yang menjadi lokasi pertandingan final, sejumlah ekonom menilai ada risiko substitution effect atau efek penggantian.

Dalam kondisi ini, pelancong yang datang untuk pertandingan menggantikan wisatawan reguler yang memilih menunda perjalanan. Harga hotel yang tinggi, kemacetan, dan padatnya kawasan wisata dapat membuat sebagian pengunjung biasa menghindari kota tuan rumah selama turnamen berlangsung.

Akibatnya, tambahan belanja bersih yang benar-benar masuk ke suatu daerah bisa lebih kecil daripada angka kunjungan yang terlihat. Kota tetap ramai, tetapi sebagian pengeluaran hanya berpindah waktu atau menggantikan transaksi yang seharusnya terjadi tanpa turnamen.

Sektor tertentu menikmati lonjakan permintaan

Meski tidak menjamin pertumbuhan jangka panjang, turnamen ini tetap membuka peluang bagi pelaku usaha yang berada dekat dengan pusat pertandingan. Hotel, maskapai penerbangan, restoran, layanan transportasi, dan usaha di sekitar stadion dapat menikmati permintaan yang meningkat.

Tingkat hunian hotel di lokasi pertandingan dapat naik, terutama pada hari-hari laga berlangsung. Aktivitas perdagangan juga berpotensi meningkat karena penonton membutuhkan makanan, transportasi, penginapan, dan berbagai layanan pendukung.

Namun, manfaat tersebut tidak terbagi rata ke semua wilayah dan jenis usaha. Pelaku usaha di luar kawasan pertandingan atau daerah yang tidak menjadi tuan rumah belum tentu menerima dampak ekonomi yang setara.

Biaya publik menentukan hasil akhirnya

Pemerintah perlu mengeluarkan anggaran untuk pengamanan, pengaturan lalu lintas, transportasi, kebersihan, serta kebutuhan operasional lain selama turnamen. Karena itu, keberhasilan ekonomi tidak cukup diukur dari ramainya stadion maupun tingginya okupansi hotel.

Penilaian yang lebih utuh perlu membandingkan tambahan konsumsi dan aktivitas usaha dengan biaya yang ditanggung pemerintah. Tanpa investasi baru, peningkatan produktivitas, dan kebijakan ekonomi yang tepat, efek Piala Dunia cenderung hanya berlangsung dalam jangka pendek.

Piala Dunia pada akhirnya lebih tepat dipandang sebagai momentum untuk membuka peluang bisnis dan pariwisata. Turnamen dapat menggerakkan sejumlah sektor, tetapi tidak menjadi jaminan bahwa perekonomian negara tuan rumah akan tumbuh berkelanjutan.

Source: money.kompas.com
Terbaru