IHSG Menembus 6.228, BBCA dan BBRI Menguat saat Rupiah Justru Melemah

IHSG melanjutkan penguatan hingga menembus level 6.228 pada penutupan perdagangan sesi I, Senin, 20 Juli 2026. Kenaikan indeks terjadi ketika nilai tukar rupiah justru melemah ke Rp17.960 per dolar AS.

Indeks Harga Saham Gabungan naik 53,38 poin atau 0,86 persen ke posisi 6.228. Penguatan ini terutama ditopang saham berkapitalisasi besar dari sektor perbankan dan energi.

Pergerakan IHSG Sepanjang Sesi I

IHSG dibuka di level 6.197 dan sempat bergerak hingga mencapai titik tertinggi 6.249. Level terendah indeks selama sesi I berada di 6.191, menunjukkan indeks tetap berada di zona hijau sejak pembukaan.

IndikatorPosisi Sesi I
IHSG6.228 (+53,38 poin / +0,86 persen)
Pembukaan6.197
Tertinggi6.249
Terendah6.191
Nilai transaksiRp8,21 triliun
Volume perdagangan15,06 miliar saham
Frekuensi transaksi1.359.523 kali

Aktivitas jual beli saham pada sesi I tercatat ramai dengan nilai transaksi Rp8,21 triliun. Volume perdagangan mencapai 15,06 miliar saham dalam 1.359.523 kali transaksi.

Sektor industrial memimpin penguatan dengan kenaikan 2,28 persen. Sektor energi menyusul naik 1,78 persen, sedangkan sektor non-siklikal bertambah 1,38 persen.

SektorPerubahan
IDX Industrials+2,28 persen
IDX Energy+1,78 persen
IDX Non Cyclicals+1,38 persen
IDX Technology-0,22 persen
IDX Health-0,19 persen

Di tengah penguatan mayoritas sektor tersebut, IDX Technology turun 0,22 persen dan IDX Health melemah 0,19 persen. Data Phintraco Sekuritas yang dikutip www.suara.com menunjukkan pergerakan sektor menjadi salah satu penopang utama kenaikan indeks.

BBCA dan BBRI Masuk Daftar Nilai Transaksi Terbesar

Saham BBCA menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar pada sesi I. Saham PT Bank Central Asia Tbk ditutup di 6.525 setelah naik 50 poin atau 0,77 persen.

Sementara itu, BBRI menguat lebih tinggi dengan kenaikan 80 poin atau 2,69 persen ke level 3.050. Saham PT Bank Mandiri Tbk atau BMRI berada di posisi berikutnya dalam daftar top value, tetapi turun 20 poin atau 0,45 persen ke 4.460.

SahamHargaPerubahan
BBCA6.525+50 poin (+0,77 persen)
BBRI3.050+80 poin (+2,69 persen)
BMRI4.460-20 poin (-0,45 persen)

BNBR Pimpin Volume, AKRA Teratas di LQ45

Dari sisi volume perdagangan, PT Bakrie & Brothers Tbk atau BNBR memimpin dengan harga 95 setelah naik 11,76 persen. BUMI naik 3,33 persen ke 155, sedangkan EPAC menguat 5,88 persen ke 72.

Top VolumeHargaPerubahan
BNBR95+10 poin (+11,76 persen)
BUMI155+5 poin (+3,33 persen)
EPAC72+4 poin (+5,88 persen)

Di jajaran LQ45, AKRA menjadi saham dengan kenaikan terbesar setelah naik 60 poin atau 4,43 persen ke 1.415. AADI bertambah 375 poin atau 4,29 persen ke 9.125, diikuti AMRT yang naik 50 poin atau 3,75 persen ke 1.385.

Top Gainers LQ45HargaPerubahan
AKRA1.415+60 poin (+4,43 persen)
AADI9.125+375 poin (+4,29 persen)
AMRT1.385+50 poin (+3,75 persen)

Adapun saham LQ45 yang melemah dipimpin MAPI, turun 20 poin atau 1,32 persen ke 1.500. ANTM turun 40 poin atau 1,30 persen ke 3.030, sementara TOWR terkoreksi 4 poin atau 0,98 persen ke 406.

Pada Jakarta Islamic Index, AADI menjadi penguat utama bersama ENRG dan UNVR. Di sisi pelemahan, RAJA turun 1,69 persen ke 870, diikuti BRIS dan ANTM.

Jakarta Islamic IndexPenguatanPelemahan
AADI9.125 (+4,29 persen)
ENRG1.420 (+4,03 persen)
UNVR1.760 (+3,53 persen)
RAJA870 (-1,69 persen)
BRIS1.885 (-1,31 persen)
ANTM3.030 (-1,30 persen)

Pasar Asia bergerak beragam pada sesi tersebut, dengan Hang Seng naik 2,08 persen dan Shanghai Composite menguat 1,18 persen. Nikkei 225 Jepang justru terkoreksi 4,03 persen, sementara rupiah melemah 75 poin atau 0,42 persen terhadap dolar AS.

Informasi pasar ini bukan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Source: www.suara.com
Terkait