PT Indodana Multi Finance memperoleh fasilitas pendanaan Rp1,5 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk untuk memperkuat layanan Indodana PayLater. Dana tersebut menjadi bagian dari langkah ekspansi pembiayaan digital yang diarahkan tetap terukur dan berkelanjutan.
Tambahan pendanaan ini diharapkan memperluas jangkauan layanan Buy Now Pay Later (BNPL) ke lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan digital, ketersediaan dana yang dikelola secara bertanggung jawab menjadi faktor penting bagi stabilitas industri.
Kelanjutan Kemitraan untuk Perluas Akses
Kerja sama terbaru ini melanjutkan kemitraan strategis yang sebelumnya sudah terjalin antara Indodana Finance dan BCA. Indodana Finance merupakan perusahaan pembiayaan yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Fasilitas baru tersebut ditujukan untuk memperkuat sekaligus memperluas layanan Indodana PayLater. Perusahaan menempatkan perluasan akses pembiayaan digital sebagai bagian dari upaya menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan keuangan.
Direktur Utama PT Indodana Multi Finance, Mira Wibowo, menyatakan hasil kolaborasi pada tahap sebelumnya menjadi dasar bagi kelanjutan ekspansi perusahaan. Menurutnya, kepercayaan yang kembali diberikan BCA akan dioptimalkan untuk menjaga pertumbuhan bisnis tetap sehat.
“Keberhasilan kolaborasi pada fase sebelumnya menjadi fondasi kuat bagi kami dalam memperluas ekspansi dan kemitraan untuk layanan Indodana PayLater di berbagai wilayah Indonesia. Kami mengapresiasi kepercayaan berkelanjutan yang sudah diberikan oleh Bank BCA dan akan kami optimalkan dalam memperkuat ekonomi pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Mira Wibowo.
Indodana Finance menyebut fasilitas tersebut akan dimanfaatkan untuk memperluas akses layanan kepada masyarakat. Penggunaan pendanaan juga diarahkan agar pertumbuhan perusahaan tidak hanya mengejar skala, melainkan tetap mempertimbangkan pengelolaan keuangan yang sehat.
Pendanaan sebagai Fondasi Ekspansi Digital
Industri pembiayaan digital membutuhkan sumber dana yang cukup agar dapat terus menyalurkan pembiayaan kepada pengguna. Namun, ekspansi layanan perlu dibarengi pengelolaan likuiditas, rasio utang, dan risiko yang disiplin untuk menjaga ketahanan bisnis dalam jangka panjang.
Dalam konteks tersebut, pembiayaan berkelanjutan menjadi salah satu pendekatan yang dapat dipadukan dengan kredit modal kerja, kredit investasi, serta pendanaan dari pasar modal. Diversifikasi sumber dana dinilai membantu perusahaan tidak bergantung pada satu jalur pembiayaan saja.
| Strategi Pendanaan | Instrumen atau Praktik | Tujuan |
|---|---|---|
| Pembiayaan berkelanjutan | Green Loan, Sustainability-Linked Loan, Green Bonds | Mendukung pertumbuhan yang memperhatikan prinsip ESG |
| Pembiayaan perbankan | Kredit investasi dan kredit modal kerja | Menjaga likuiditas serta mendukung ekspansi usaha |
| Pembiayaan alternatif | Venture capital, private equity, IPO | Mengakses pendanaan melalui pasar modal |
| Pengelolaan keuangan | Diversifikasi dana dan pengelolaan rasio utang | Menjaga kesehatan perusahaan |
Pendekatan tersebut juga mencakup pemanfaatan pembiayaan syariah sebagai salah satu pilihan untuk menopang kebutuhan usaha. Pada saat yang sama, penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan atau ESG menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi bisnis.
Ekonomi pembiayaan yang sehat tidak hanya berkaitan dengan besarnya dana yang tersedia. Kualitas penyaluran, keberagaman sumber pendanaan, dan kemampuan perusahaan mengelola kewajiban menjadi unsur yang menentukan keberlanjutan industri.
BCA Soroti Inklusi Keuangan Nasional
Dari sisi perbankan, BCA memandang penyaluran pendanaan melalui platform digital dapat membantu memperluas akses layanan keuangan. Kemitraan dengan Indodana Finance ditempatkan sebagai bagian dari komitmen mendukung inklusi keuangan nasional.
SVP Kepala Kantor Cabang Korporasi BCA, Liliani Kurniawan, menilai penyaluran dana yang dilakukan secara bertanggung jawab dapat memberi dampak positif bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya peran perusahaan terpercaya dalam memperkuat industri pembiayaan digital.
“BCA berkomitmen mendukung peningkatan inklusi keuangan nasional. Penyaluran pendanaan melalui digital platform seperti Indodana Finance menjadi salah satu cara yang bisa ditempuh untuk itu,” kata Liliani Kurniawan.
Menurut Liliani, pendanaan yang bertanggung jawab dapat memperluas manfaat layanan keuangan sekaligus memperkokoh fondasi industri. Fasilitas Rp1,5 triliun ini menandai kelanjutan kolaborasi BCA dan Indodana Finance dalam mendukung akses pembiayaan digital yang lebih luas.
Source: www.viva.co.id






