Purbaya Pastikan Bea Cukai Tak Dibubarkan, Penerimaan Naik dan Penyelundupan Ditekan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tidak akan dibubarkan. Pernyataan itu muncul setelah pemerintah menilai kinerja lembaga tersebut membaik melalui reformasi internal, pergantian pimpinan, dan pengawasan yang lebih ketat.

Perbaikan itu disebut terlihat dari pertumbuhan penerimaan serta meningkatnya penindakan terhadap barang ilegal. Pemerintah juga mengubah pendekatan agar pelaku penyelundupan menanggung risiko dan biaya yang lebih besar.

Reformasi internal jadi dasar perbaikan

Purbaya mengatakan jajaran pegawai dan pimpinan Bea Cukai telah dirombak untuk memperkuat integritas institusi. Pimpinan di tingkat atas, menurut dia, juga memahami konsekuensi apabila gagal memperbaiki kinerja lembaga.

Dalam konferensi pers APBN Kita di Kementerian Keuangan pada Selasa, 21 Juli 2026, Purbaya menyebut progres Bea Cukai sudah sangat baik. Ia mengatakan, “Kita sudah kocok ulang pegawai-pegawai di sana dan sekarang yang di pucuk-pucuk pimpinan sudah orang-orang yang relatif lebih baik.”

Ia menegaskan para pimpinan tersebut mengetahui tuntutan untuk menjaga perbaikan kinerja. “Mereka tahu kalau mereka tidak baik mereka akan dibubarkan,” kata Purbaya.

Menurut Purbaya, penerimaan Bea Cukai telah tumbuh lebih dari 6% dan mendekati 7%. Pada saat bersamaan, peredaran barang selundupan serta rokok ilegal mulai berkurang seiring pengawasan yang diperketat.

Data penerimaan dan penindakan

Kinerja penerimaan sempat mengalami tekanan pada awal 2026 sebelum kembali tumbuh positif pada April. Berdasarkan data Kementerian Keuangan yang dikutip www.liputan6.com, realisasi penerimaan bea dan cukai hingga April mencapai Rp100,6 triliun.

PeriodeRealisasi/PertumbuhanKeterangan
Januari 2026Minus 14%Kontraksi tahunan
Februari 2026Minus 14,7%Kontraksi tahunan
Maret 2026Minus 12,6%Masih tertekan
April 2026Rp100,6 triliun, tumbuh 0,6%Kembali mencatat pertumbuhan positif

Capaian April itu dibandingkan dengan realisasi Rp67,9 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Purbaya sebelumnya menyatakan perbaikan tersebut menjadi tanda pegawai Bea Cukai mulai lebih serius menjalankan tugasnya.

Penindakan atas pelanggaran juga meningkat, terutama terhadap rokok ilegal dan narkotika. Rokok ilegal yang ditindak mencapai 684 juta batang atau naik 125,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Jenis PenindakanRealisasiPerubahan Tahunan
Rokok ilegal684 juta batangNaik 125,8%
Kasus narkotika522 kasusNaik 10,8%

Kendaraan penyelundup ikut ditahan

Pemerintah kini tidak hanya menyita barang ilegal dalam penindakan kepabeanan. Kendaraan yang dipakai mengangkut barang selundupan turut ditahan hingga proses hukum selesai.

Purbaya menilai kebijakan itu diperlukan untuk menaikkan biaya pelanggaran bagi pelaku. “Saya tahan betul supaya cost untuk melakukan praktik ilegal menjadi mahal,” ujarnya.

Ia berharap langkah tersebut dapat menurunkan aktivitas ilegal secara signifikan. Menurut Purbaya, truk dan kendaraan pengangkut barang ilegal kini banyak ditahan di kantor Bea Cukai di sejumlah daerah.

Pengawasan di pelabuhan dan bandara juga diperketat untuk mempersempit ruang penyelundupan. Langkah ini disebut membantu pengungkapan lebih banyak kasus, termasuk penyelundupan emas ilegal.

Respons Presiden Prabowo

Purbaya mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah melihat perbaikan signifikan di lingkungan Bea Cukai. Wacana pembubaran yang sebelumnya sempat disampaikan Presiden kini bergeser menjadi dorongan agar institusi itu terus dibenahi.

“Kalau dulu beliau bilang bubarkan, sekarang beliau mengatakan Bea Cukai bisa diperbaiki dan harus bisa diperbaiki,” kata Purbaya. Saat menerima laporan mengenai perbaikan kinerja pegawai, Purbaya juga menyebut Presiden menilai jajaran Bea Cukai kini mulai lebih berhati-hati terhadap penyimpangan.

Source: www.liputan6.com
Terkait