Bumi Resources Terbitkan Obligasi Rp 350 Miliar untuk Akuisisi Tambang Emas Australia

Author: Qoo Media

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) baru saja mengambil langkah strategis dengan menerbitkan obligasi sebesar Rp 350 miliar. Dana yang diperoleh dari obligasi ini akan digunakan untuk mengakuisisi Wolfram Limited, perusahaan yang mengoperasikan tambang tembaga dan emas di Australia. Langkah ini menunjukkan komitmen BUMI untuk memperluas kegiatan bisnisnya di sektor pertambangan di luar komoditas batu bara.

Dalam prospektus yang dirilis, manajemen BUMI menjelaskan bahwa penerbitan obligasi ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang perusahaan untuk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan dengan total target dana mencapai Rp 5 triliun. Rencana ini dilatarbelakangi oleh restu para pemegang saham, terkait dengan upaya kuasi reorganisasi yang bertujuan untuk menghapus saldo defisit yang ada dalam laporan keuangan perusahaan.

Obligasi yang diterbitkan memiliki total pokok sebesar Rp 350 miliar yang terbagi dalam tiga seri. Masing-masing seri memiliki masa jatuh tempo yang berbeda. Seri A memiliki tenor 370 hari, Seri B tiga tahun, dan Seri C lima tahun. Suku bunga untuk obligasi ini akan bersifat tetap dan akan ditentukan kemudian. Bunga obligasi akan dibayarkan secara kuartalan, dengan pembayaran pertama dijadwalkan pada 8 Oktober 2025. Pelunasan obligasi Seri A direncanakan pada 18 Juli 2026, sedangkan Seri B dan C pada 8 Juli 2028 dan 8 Juli 2030, berturut-turut.

Dana yang diperoleh dari obligasi ini sepenuhnya akan digunakan untuk akuisisi Wolfram Ltd, yang memiliki izin pertambangan untuk operasi di Australia Barat hingga 31 Desember 2036. Nilai akuisisi mencapai sekitar AU$33 juta, setara dengan Rp 350 miliar. Ini menunjukkan bahwa BUMI tidak hanya berfokus pada pengembangan bisnis batubara, tetapi juga mencoba diversifikasi ke sektor pertambangan emas dan tembaga.

BUMI juga memasuki kemitraan dengan tiga penjamin pelaksana emisi obligasi, yaitu Mandiri Sekuritas, Trimegah Sekuritas Indonesia, dan BCA Sekuritas. Dalam konteks yang lebih luas, pertumbuhan ini merupakan bagian dari strategi grup untuk mencari mitra strategis di sektor pertambangan, yang akan memberikan teknologi dan wawasan baru dalam pengembangan bisnis.

Selain itu, BUMI memiliki target ambisius untuk memproduksi 75 ribu troy ounce emas pada tahun 2025. Target ini sejalan dengan meningkatnya permintaan emas dan tren harga emas yang diprediksi akan mengalami lonjakan hingga mencapai US$3.500 per ounce. Ini memberikan sinyal positif bagi investor bahwa BUMI sedang menyusun strategi untuk memanfaatkan potensi pertumbuhan di sektor ini.

Dengan langkah-langkah yang diambil, BUMI berupaya memastikan bahwa operasionalnya tidak hanya bergantung pada batubara tetapi juga merambah ke mineral dan logam lainnya. Melihat proyeksi pasar dan potensi pertumbuhan yang ada, akuisisi ini bisa menjadi titik awal yang baik bagi perusahaan dalam meraih keunggulan kompetitif di pasar global.

Melalui inisiatif ini, BUMI secara aktif menjajaki peluang di luar bisnis batu bara dan mempersiapkan diri untuk memasuki sektor hilir, dengan harapan dapat memberikan hasil yang positif baik bagi perusahaan maupun bagi pemegang saham. Langkah agresif ini diharapkan dapat mengoptimalkan nilai perusahaan di tengah dinamika industri yang terus berubah.

Terbaru