Pembayaran Lintas Negara Terkendala: Proses Lambat dan Biaya Mahal

Author: Qoo Media

Pembayaran lintas negara sering kali terhambat oleh proses yang lambat dan biayanya yang mahal, menciptakan tantangan bagi masyarakat yang perlu mengirim uang ke luar negeri. Aliran uang dari satu negara ke negara lain umumnya melalui berbagai lembaga keuangan, yang membuat prosesnya tidak hanya rumit tetapi juga memakan waktu yang cukup panjang. Menurut Erma Epryani, Commercial Lead Wise Platform Indonesia, pengiriman uang dari Inggris ke Indonesia melibatkan sejumlah bank, mulai dari bank pengirim, bank koresponden internasional, hingga bank penerima di Indonesia.

Beberapa faktor yang menyulitkan pembayaran internasional ini termasuk biaya tinggi, waktu yang dibutuhkan untuk memproses transaksi, dan kurangnya transparansi dalam struktur biaya. Hal ini menjadi permasalahan khususnya bagi orang tua yang membiayai pendidikan anak di luar negeri, mahasiswa internasional, serta pekerja migran yang mengirimkan uang ke keluarganya di tanah air. Dalam kondisi ini, pelaku usaha juga merasakan dampak negatif, terutama bagi mereka yang perlu melakukan transaksi internasional secara rutin.

Tantangan Proses Transaksi

Transaksi internasional melalui bank konvensional cenderung memiliki banyak tahapan yang mengakibatkan proses pengiriman uang menjadi panjang. Setiap perantara bank dalam jalur transaksi biasanya mengenakan biaya yang bisa membuat biaya total sangat mahal. Hal ini ditunjukkan oleh fakta bahwa transaksi mata uang asing melalui bank di Indonesia sering kali memerlukan waktu lebih dari satu hari kerja untuk selesai. Keterbatasan jam operasional bank juga menambah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan transaksi.

Inovasi di Sektor Pembayaran Internasional

Untuk mengatasi tantangan ini, beberapa inovasi dalam sistem pembayaran internasional mulai diterapkan. Salah satu contohnya adalah kerja sama antara Jenius dan Wise Platform yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam pengiriman uang. Melalui kolaborasi ini, proses pengiriman uang ke luar negeri menjadi lebih cepat dan lebih ekonomis dengan hanya melalui satu jalur pembayaran, yaitu dari bank pengirim ke akun Wise, dan kemudian ke bank penerima di negara tujuan.

Erma Epryani mengklaim bahwa penggunaan Wise dapat menurunkan biaya pengiriman hingga 3-5 kali lipat dibandingkan dengan metode tradisional. Selain itu, kecepatan pengolahan transaksi juga meningkat, di mana beberapa transaksi dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 20 detik. Hingga saat ini, Wise telah menjangkau 160 negara dan mendukung pengiriman dalam 40 mata uang yang berbeda, memberikan opsi yang lebih baik bagi pengguna.

Statistik Pertumbuhan Pengguna

Menurut data terbaru, produk perbankan digital seperti Jenius mengalami pertumbuhan yang signifikan. Sebagai contoh, transaksi mata uang asing melalui Jenius mencapai porsi terbesar dari Jepang sebesar 26%, diikuti Eropa 20%, dan Amerika Serikat 19%. Per Maret 2025, Jenius diperkirakan akan memiliki lebih dari 6 juta pengguna terdaftar, meningkat 13% dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang mencari solusi alternatif untuk transaksi internasional yang lebih cepat dan murah.

Perkembangan teknologi dan kemudahan akses ke platform pembayaran digital memberikan harapan bagi masyarakat yang perlu melakukan transaksi lintas negara. Dengan adanya opsi seperti Wise, diharapkan beban biaya dan waktu yang selama ini menjadi kendala bisa terselesaikan dengan lebih baik.

Masa Depan Pembayaran Internasional

Kedepannya, kita dapat mengharapkan lebih banyak kemajuan dalam sektor pembayaran internasional, terutama dengan meningkatnya penggunaan teknologi yang mempermudah transaksi. Inovasi seperti ini penting untuk memastikan bahwa orang yang membutuhkan layanan pengiriman uang dapat melakukannya dengan lebih efisien dan transparan. Pembayaran lintas negara yang murah dan cepat bukan hanya akan mendukung perekonomian individu, tetapi juga memperkuat interaksi ekonomi global secara keseluruhan.

Terbaru