Samsung mulai menggulirkan patch keamanan Juni untuk seri Galaxy S25, tetapi pembaruan ini tidak hanya berisi perbaikan sistem. Laporan yang muncul menyebut update tersebut juga membawa sejumlah fitur AI yang sebelumnya belum hadir di lini flagship itu.
Bagi pengguna Galaxy S25, kabar ini penting karena fitur yang ditambahkan justru termasuk kemampuan yang sempat absen setelah One UI 8.5 dirilis. Dengan kata lain, pembaruan terbaru ini menjadi langkah susulan Samsung untuk menutup celah fitur sekaligus memperkuat keamanan perangkat.
Update itu dilaporkan lebih dulu muncul untuk pengguna Galaxy S25 di Korea Selatan. Tarun Vats di X menyebut firmware yang terdeteksi membawa versi vS938NKSUACZF1 dengan ukuran unduhan sekitar 800MB hingga 900MB berdasarkan laporan pengguna.
Peluncuran awal di Korea Selatan juga sejalan dengan pola distribusi pembaruan Samsung selama ini. Jika mengikuti kebiasaan sebelumnya, wilayah lain biasanya menyusul setelah rollout awal dimulai di pasar domestik.
Fitur AI yang sempat hilang akhirnya muncul
Sorotan utama dalam pembaruan ini adalah hadirnya opsi AI notifikasi “Prioritize” dan “Summarize”. Dua fitur itu sebelumnya disebut sebagai bagian yang belum tersedia di Galaxy S25 meski One UI 8.5 sudah lebih dulu meluncur.
Fitur “Prioritize” dirancang untuk menempatkan notifikasi yang dianggap penting di posisi teratas. Sementara “Summarize” ditujukan untuk membantu pengguna memahami isi notifikasi secara lebih cepat tanpa harus membaca semuanya satu per satu.
Ada juga laporan tambahan dari pengguna yang membalas unggahan Vats di X. Menurut laporan itu, Samsung turut menyertakan fitur “Show file summaries” di pengaturan Galaxy S25.
Samsung menjelaskan fitur tersebut memanfaatkan ringkasan berbasis AI untuk file PDF dan TXT. Fitur yang sama juga menampilkan ringkasan yang dibuat dari rekaman suara di aplikasi Voice Recorder.
Pengguna disebut dapat mengaktifkan atau menonaktifkan fitur itu setelah tersedia di perangkat. Kehadiran opsi ini menunjukkan pembaruan Juni bukan sekadar paket keamanan rutin, melainkan juga membawa penambahan fungsi yang terasa langsung dalam penggunaan sehari-hari.
Konteks penting setelah One UI 8.5
Absennya beberapa fitur AI ini sebelumnya sempat memicu tanda tanya di kalangan pengguna. Pasalnya, Galaxy S25 baru menerima One UI 8.5 sekitar sebulan lalu setelah melewati proses pengujian panjang dan sejumlah penundaan.
Saat One UI 8.5 meluncur di Amerika Serikat pada Mei, pembaruan itu sudah membawa beberapa fitur AI dari Galaxy S26. Di antaranya adalah AI call screening, alat pengeditan gambar, dan fitur Now Nudge yang disebut terasa mirip dengan Google Magic Cue.
Karena itu, hilangnya fitur Prioritize dan AI summary di Galaxy S25 sempat dianggap janggal. Rumor kemudian bermunculan bahwa Samsung sedang menyiapkan pembaruan lanjutan untuk menghadirkan fitur yang tertinggal itu lewat patch Juni.
Laporan terbaru ini memberi sinyal bahwa dugaan tersebut memang mengarah benar. Meski demikian, pembaruan yang terpantau saat ini masih dilaporkan berjalan di Korea Selatan.
Ada pula spekulasi soal apakah fitur yang sama akan hadir di Galaxy S24. Namun sejauh ini belum ada kepastian, dan kemungkinan untuk seri itu disebut masih belum jelas untuk saat ini.
Perbaikan keamanan tetap jadi isi utama
Di luar tambahan fitur AI, Samsung juga merilis daftar perbaikan keamanan bulanan untuk perangkat Galaxy. Dalam paket bulan ini, perusahaan mencantumkan lima perbaikan dengan tingkat “Critical” dan 28 perbaikan dengan tingkat “High”.
Salah satu fokusnya adalah penanganan kerentanan yang memengaruhi perangkat Android 15 dan Android 16. Samsung juga menyatakan sedang memperkuat perlindungan agar pelaku serangan lebih sulit mengambil informasi sensitif dari pengguna.
Ini membuat patch Juni relevan tidak hanya bagi pengguna yang menunggu fitur baru, tetapi juga bagi mereka yang memprioritaskan keamanan perangkat. Ukuran file yang mendekati 900MB juga selaras dengan isi pembaruan yang memadukan peningkatan fitur dan perbaikan sistem.
Untuk saat ini, pengguna Galaxy S25 di luar Korea Selatan tampaknya hanya perlu menunggu giliran rollout. Jika pola distribusi Samsung tidak berubah, pasar seperti Amerika Serikat, Eropa, dan wilayah lain berpeluang menerima update yang sama tidak lama setelah peluncuran awal ini berjalan.
