Kabar Terbaru dari Bank JTrust (BCIC): Upaya Penuhi Free Float Saham

Shopee Flash Sale

PT Bank JTrust Indonesia Tbk. (BCIC) sedang berfokus untuk memenuhi ketentuan mengenai saham beredar di masyarakat atau free float minimal sebesar 7,5%. Hal ini menjadi penting bagi bank tersebut untuk meningkatkan likuiditas dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Manajemen Bank JTrust menginformasikan bahwa sejak Januari 2025, mereka telah berupaya memenuhi ketentuan V.1.1 dan/atau V.1.2 Peraturan BEI No. I-A. Upaya tersebut mengalami kemajuan signifikan, di mana free float perusahaan berhasil ditingkatkan dari 5,26% pada akhir Januari 2025 menjadi 6,20% di akhir Februari 2025 dan 7,10% di akhir Juni 2025. “Kami terus bekerja keras untuk mencapai target yang telah ditentukan,” kata Felix I. Hartadi dan Helmi A. Hidayat, Direktur Bank JTrust.

Mekanisme yang digunakan untuk meningkatkan free float ini melibatkan divestasi sebagian saham oleh pemegang saham pengendali serta relasi dari Bank JTrust. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah saham yang dimiliki masyarakat dan memenuhi target yang telah ditetapkan. Target waktu yang ditentukan oleh manajemen untuk memenuhi ketentuan ini adalah pada semester kedua tahun 2025.

Saat ini, BCIC masih berstatus disuspensi dari perdagangan saham karena memiliki likuiditas yang terbilang rendah. Kriteria suspensi ini ditetapkan berdasarkan nilai transaksi rata-rata harian yang kurang dari Rp5 juta serta volume transaksi harian yang kurang dari 10.000 saham selama tiga bulan terakhir. Kondisi ini membuat BCIC berada dalam papan pemantauan khusus di BEI, yang diberlakukan sejak 28 Mei 2025.

Seluruh langkah untuk meningkatkan free float ini dianggap krusial bagi BCIC, terutama di tengah kondisi saham yang stagnant. Bank JTrust Co., Ltd. sebagai pemegang saham pengendali memiliki 72,23% kepemilikan, diikuti oleh J Trust Asia Pte. Ltd. dengan 19,32% dan PT JTrust Investment Indonesia sebanyak 1,39%. Dalam hal ini, bank menghadapi tantangan untuk menarik minat investor baru agar bersedia membeli saham yang tersedia.

Melihat data lebih lanjut, sudah menjadi keniscayaan bagi perusahaan publik untuk memenuhi ketentuan free float demi menjaga imajinya di mata publik dan investor. Bank JTrust berkomitmen untuk tidak hanya memenuhi ketentuan yang ada tetapi juga memperbaiki kinerja saham mereka guna meningkatkan investor confidence. Hal ini, tentu saja, diharapkan dapat menciptakan kepercayaan lebih di kalangan pemegang saham dan calon investor.

Upaya yang dilakukan oleh BCIC melalui divestasi diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut sekaligus memberikan ruang bagi investor lokal untuk berpartisipasi lebih aktif dalam kepemilikan saham Bank JTrust. Meningkatnya kepemilikan publik diharapkan berkontribusi pada peningkatan nilai saham BCIC di pasar.

Sementara itu, kebijakan dan tindakan strategis yang diambil oleh Bank JTrust juga menyoroti pentingnya komunikasi transparan dengan investor. Mengingat tantangan likuiditas yang dihadapi, manajemen dipandang perlu untuk lebih aktif dalam memberikan update tentang perkembangan terbaru dan rencana ke depan kepada publik dan pemangku kepentingan.

Dengan rencana yang jelas dan pengelolaan yang baik, Bank JTrust optimis dapat memenuhi ketentuan free float yang telah ditargetkan, serta memperkuat posisi mereka di pasar modal. Namun, tantangan masih ada di depan, dan semua pihak diharapkan tetap mendukung upaya tersebut demi kemajuan perusahaan.

Berita Terkait

Back to top button