IHSG Sesi I Naik Tipis 15 Poin, Emiten Boy Thohir Pimpin Top Gainers

Author: Qoo Media

Dalam perdagangan sesi pertama pada hari Selasa, 22 Juli 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan tipis sebesar 0,20 persen atau 15,12 poin, menjadikannya parkir di level 7.413. Kenaikan ini mencerminkan optimisme pasar dan didorong oleh sejumlah sektor yang memberikan kontribusi positif, terutama sektor infrastruktur yang melonjak 2,82 persen.

Pantauan di pasar menunjukkan bahwa IHSG sempat mencapai titik tertinggi di level 7.454 pada awal perdagangan. Rentang pergerakan IHSG selama sesi pertama berkisar antara 7.405 hingga 7.457, dengan total nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp 9,51 triliun. Meski demikian, tidak semua sektor mencatatkan performa yang baik. Hanya tiga sektor, yaitu infrastruktur, teknologi, dan energi yang berhasil mencatat hasil positif. Sektor lain, seperti bahan baku dan siklikal mengalami penurunan signifikan, masing-masing sebesar 0,94 persen dan 0,73 persen.

Dalam analisis lebih mendalam, menurut Phintraco Sekuritas, pergerakan IHSG terlihat cenderung sideways dengan indikator teknikal menunjukkan bahwa kondisi saat ini berada dalam area overbought. Mereka memprediksi bahwa IHSG berpotensi bergerak dalam rentang 7.400 hingga 7.425 pada sesi kedua perdagangan hari itu.

Keberadaan emiten-emiten yang menunjukkan performa unggul turut berkontribusi pada tren positif IHSG. Salah satu sorotan utama adalah dua emiten yang dikendalikan oleh Garibaldi Thohir, atau yang lebih dikenal sebagai Boy Thohir. Emiten tersebut, yakni PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), mendominasi daftar top gainers saat sesi pertama perdagangan.

Kenaikan Saham Emiten Boy Thohir

Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mengalami lonjakan sebesar 5,84 persen atau 110 poin, menghantarkannya ke level 1.995. Sementara itu, saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) juga mencatat kenaikan signifikan sebesar 5,50 persen atau 55 poin, naik ke level 1.055. Keduanya menunjukkan performa yang sangat kuat, sehingga menjadi taruhan menarik bagi para investor.

Di sisi lain, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) juga tampil mengesankan dengan kenaikan sebesar 3,84 persen atau 140 poin, menembus level 3.790. Keberhasilan ketiga emiten ini menunjukkan kekuatan yang dimiliki sektor energi dan mineral dalam menghadapi kondisi pasar yang fluktuatif.

Kondisi Pasar dan Sentimen Investor

Penting untuk dicatat bahwa meskipun IHSG menguat, beberapa saham pendatang baru mengalami penurunan. Misalnya, saham BLOG mengalami penurunan sebesar 0,81 persen menjadi 610, dan saham CHEK yang merosot 2,06 persen ke level 190. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada sektor yang menguat, tidak semua emiten dapat meraih hasil positif terutama dalam periode ketidakpastian pasar.

Dari sisi nilai tukar, rupiah juga menunjukkan perkembangan yang positif dengan berada di level Rp 16.311 per dolar AS. Penguatan ini memperlihatkan adanya harapan akan stabilitas ekonomi, terutama menjelang rilis data pertumbuhan ekonomi untuk kuartal II 2025.

Prospek IHSG ke Depan

Dengan prediksi IHSG yang cenderung bergerak dalam rentang 7.400 hingga 7.425, para investor diharapkan tetap waspada terhadap pergerakan pasar. Pembahasan mengenai sektor-sektor yang memiliki potensi untuk mendukung pertumbuhan momentum, perlu menjadi perhatian khusus di tengah dinamika yang ada. Meskipun ada sektor yang mengalami tekanan, performa positif dari emiten dengan fundamental yang kuat dapat dimanfaatkan untuk meraih keuntungan.

IHSG pada sesi pertama ini memberikan gambaran tren yang cukup baik, namun keamanan dan diversifikasi tetap menjadi kunci bagi para investor dalam menavigasi pasar yang penuh tantangan ini.

Terbaru