Emiten bank digital PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI), yang dimiliki oleh Chairul Tanjung, melaporkan laba bersih sebesar Rp227 miliar untuk semester I/2025. Laba tersebut mencatat pertumbuhan 13,2% secara tahunan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, di mana laba bersih tercatat sebesar Rp200,59 miliar.
Dalam laporan kuartal II/2025, Allo Bank mencatat laba bersih sebesar Rp115 miliar, meningkat 27% dibandingkan tahun lalu. Ari Yanuanto Asah, Plt. Direktur Utama Allo Bank, mengungkapkan bahwa meski dalam kondisi ekonomi yang menantang, perseroan berhasil mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan dengan jumlah nasabah mencapai 12,7 juta pada akhir Juni 2025.
Ari menambahkan, pertumbuhan laba itu merupakan kelanjutan dari momentum positif yang diraih di tahun 2024. Dia juga mencatat keberhasilan Allo Bank membagikan dividen tunai sebesar Rp233,4 miliar, atau sekitar 50% dari laba bersih tahun lalu, yang menunjukkan komitmen perusahaan kepada para pemegang saham.
Pendapatan dan Pertumbuhan Vigor
Allo Bank mencatat pendapatan operasional yang meningkat 41% YoY pada kuartal II/2025, mencapai Rp407 miliar. Kenaikan pendapatan ini didorong oleh pertumbuhan signifikan dalam pendapatan bunga bersih dan pendapatan berbasis biaya. Pendapatan bunga bersih tumbuh 35% menjadi Rp358 miliar, sedangkan pendapatan berbasis biaya mengalami pertumbuhan luar biasa sebesar 78% menjadi Rp82 miliar.
Keberhasilan dalam meraih laba bersih tidak hanya berdampak pada angka finansial, tetapi juga pada rasio Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE). Keduanya tercatat masing-masing sebesar 4,3% dan 6,3%, meningkat 20 basis poin dan 40 basis poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kinerja Kredit dan Likuiditas
Pada akhir semester I/2025, Allo Bank mencatatkan total kredit yang disalurkan sebesar Rp7,488 triliun. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh segmen Retail Banking. Bersamaan dengan itu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross dan net masing-masing berada di angka 1,5% dan 0,7%.
Dana Pihak Ketiga (DPK) menunjukkan performa yang positif, meningkat 27% YoY menjadi Rp5,817 triliun. Hal ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan yang ditawarkan Allo Bank.
Kekuatan Modal yang Kokoh
Allo Bank juga mampu mempertahankan tingkat permodalan yang kuat. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perseroan tercatat sebesar 83,1%, jauh di atas ketentuan minimal yang ditetapkan oleh regulator. Ekuitas Allo Bank meningkat 3% menjadi Rp7,28 triliun, menunjukkan pertumbuhan yang positif baik dari laba ditahan maupun laba berjalan.
Dengan semua pencapaian ini, Allo Bank memperlihatkan bahwa mereka mampu beradaptasi dan tumbuh dalam kondisi perekonomian yang dinamis. Hal ini menjadi indikator positif bagi investor dan nasabah di era digital saat ini.
Allo Bank terus berupaya memberikan layanan yang lebih baik dan inovasi yang bermanfaat bagi nasabahnya, memanfaatkan momentum pertumbuhan yang telah diraih untuk membangun fondasi yang kuat di sektor perbankan digital Indonesia. Penekanan pada pengembangan produk dan layanan baru serta peningkatan customer experience diharapkan dapat memacu pertumbuhan lebih lanjut di masa mendatang.
