Menjaring dan mengasah kemampuan investasi sejak usia muda menjadi fokus penting dalam menghadapi dinamika ekonomi dan dunia startup yang terus berkembang. Salah satu upaya nyata dalam mengembangkan kompetensi ini terlihat dalam penyelenggaraan Binus University Start Up Wars 2025, yang menjadi wadah bagi talenta muda di Asia Tenggara untuk belajar dan berkompetisi di bidang investasi ventura.
Binus University Start Up Wars merupakan sebuah kompetisi bertaraf internasional yang menantang mahasiswa untuk berpikir dan berperan sebagai investor profesional. Peserta dituntut tidak hanya melakukan pitching biasa, tetapi juga harus mampu melakukan evaluasi mendalam terhadap model bisnis serta merancang strategi investasi yang berpotensi menciptakan dampak ekonomi dan sosial. Pendekatan ini memberikan pengalaman simulasi nyata bagaimana seorang pemodal ventura menilai dan memilih startup yang layak didanai.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Binus University, Yohannes Kurniawan, menjelaskan bahwa kompetisi ini melibatkan proses seleksi ketat sejak Juli 2025 dengan jumlah peserta mencapai sekitar 2.000an mahasiswa dari berbagai universitas di lima negara Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Singapura, Filipina, Vietnam, dan Malaysia. Dari jumlah tersebut, terpilih 25 tim terbaik dan saat ini sudah tersaring lima tim unggulan yang akan berlaga di babak Grand Final. Binus University menjadi perwakilan dari Indonesia dalam kompetisi ini.
Kompetisi ini tidak hanya mengandalkan kemampuan pitching, tetapi juga mengharuskan peserta menjawab studi kasus nyata dari tiga sektor industri, yakni kecantikan, manajemen aset, dan keamanan siber. Proses seleksi yang dilakukan di hadapan penonton menyediakan kesempatan belajar tidak hanya bagi peserta, melainkan juga bagi mahasiswa yang menyaksikan jalannya kompetisi secara langsung. Yohannes menambahkan bahwa tujuan utamanya adalah membangun pemahaman tentang faktor-faktor yang membuat startup menarik bagi para investor.
Kolaborasi dengan TNB Aura sebagai salah satu mitra strategis memperkaya program ini dengan paparan dunia nyata investasi modal ventura. Vicknesh R Pillay, Co-founder dan Managing Partner TNB Aura, menyatakan bahwa kompetisi seperti Start Up Wars sangat penting untuk menumbuhkan pola pikir investasi di kalangan generasi muda. Melalui simulasi penanganan kasus investasi yang sesungguhnya, mahasiswa diperkenalkan dengan cara menilai ide bisnis berbasis pertumbuhan tinggi, memahami dinamika pasar, serta membangun kepercayaan diri sebagai calon investor profesional.
Grand Final Start Up Wars menjadi momentum puncak di mana para finalis dari lima negara akan mempresentasikan strategi investasi mereka di hadapan panel juri yang terdiri dari para ahli modal ventura dan akademisi ternama. Juri tahun ini melibatkan perwakilan dari berbagai institusi venture capital terkemuka seperti B.I.G. Ventures, TNB Aura, Ares Management, Kopital Ventures, dan Singapore Venture & Private Capital Association (SVCA). Para pemenang akan memperoleh hadiah uang tunai dengan pemenang pertama mendapatkan US$5.000, juara kedua US$3.000, dan juara ketiga US$2.000.
Selain sebagai kompetisi, acara ini juga berfungsi sebagai platform strategis yang mempertemukan mahasiswa, investor, dan pelaku industri. Hal ini menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat inovasi dan investasi startup di kawasan Asia Tenggara. Melalui pengalaman dan jejaring yang diperoleh, para peserta dapat meningkatkan wawasan sekaligus membangun relasi yang berguna bagi pengembangan karir dan bisnis mereka di masa depan.
Menanamkan kemampuan investasi di usia muda tidak hanya membekali mahasiswa dengan keahlian teknis, tetapi juga mempersiapkan mereka memahami risiko, peluang, serta dampak sosial dari pilihan investasi. Dengan pengalaman langsung yang diperoleh dari kompetisi ini, generasi muda dapat menjadi penggerak ekonomi yang inovatif sekaligus bertanggung jawab, yang siap menghadapi tantangan global di era digital.
Source: finansial.bisnis.com







