Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan optimisme tinggi terkait pencapaian target pembukaan 19 juta lapangan kerja dalam kurun waktu empat tahun ke depan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wali Kota Gibran Rakabuming Raka. Pernyataan tersebut disampaikan Menaker usai melakukan berbagai evaluasi atas langkah-langkah kebijakan ketenagakerjaan yang telah dijalankan sejak tahun pertama pemerintahan ini.
Yassierli menegaskan bahwa upaya pembukaan lapangan kerja merupakan proses yang berkelanjutan dan memerlukan data valid sebagai dasar perhitungan. “Kalau 19 juta itu dibagi lima tahun, nanti kita lihat. Saya optimis target ini bisa tercapai,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Senin (20/10/2025). Menaker juga mengingatkan bahwa hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) dari Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi acuan utama dalam menghitung penyerapan tenaga kerja nasional.
Dorongan Pemerintah terhadap Ekosistem Ketenagakerjaan
Dalam satu tahun masa pemerintahan Prabowo-Gibran, sejumlah inisiatif strategis telah dilakukan untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang kondusif. Menaker menyebut adanya berbagai stimulus dan kebijakan yang mendorong penciptaan lapangan kerja secara signifikan.
“Ini baru satu tahun dan terlihat tren positif dari berbagai inisiatif yang luar biasa. Saya yakin upaya ini akan membuka banyak lapangan kerja baru,” kata Yassierli.
Beberapa langkah strategis yang diambil pemerintah antara lain adalah melanjutkan proses hilirisasi industri di sektor pertambangan, pertanian, perikanan, dan digital. Selain itu, pemerataan pembangunan yang tidak hanya terpusat di Pulau Jawa juga menjadi agenda penting guna mendukung penciptaan lapangan kerja di daerah. Pemerintah juga fokus mengembangkan ekonomi kreatif dan mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Data Valid sebagai Basis Kebijakan
Pentingnya data akurat dari survei ketenagakerjaan menjadi penekanan utama Menaker agar langkah pemerintah berikutnya dapat lebih tepat dan efektif. Dengan data tersebut, pemerintah dapat menganalisis pertumbuhan lapangan kerja yang terjadi secara tahunan, baik di sektor formal maupun informal.
“Jadi tidak perlu menduga-duga. Kita tunggu data valid dari Sakernas sebagai dasar acuan. Ini akan membantu kita menentukan kebijakan yang tepat untuk mencapai target 19 juta lapangan kerja hingga 2029,” jelas Yassierli.
Target dan Harapan Pemerintah
Target 19 juta lapangan kerja merupakan janji besar pemerintahan Prabowo-Gibran yang disampaikan pada masa kampanye Pemilihan Umum sebelumnya. Angka ini menjadi tolok ukur keberhasilan pemerintah dalam mengatasi masalah pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah memandang penciptaan lapangan kerja sebagai kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, mengingat angka pengangguran dan kebutuhan tenaga kerja terus menjadi tantangan nasional. Selain itu, pengembangan sektor digital dan ekonomi kreatif dianggap mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sejalan dengan tren transformasi ekonomi global.
Langkah Pemerintah Mendukung UMKM dan Pembangunan Non-Jawa
Untuk merealisasikan target tersebut, pemerintah fokus pada penguatan UMKM, yang selama ini menjadi penyumbang lapangan kerja terbesar di Indonesia. Upaya pengembangan UMKM dilakukan lewat pemberian insentif, pelatihan, dan akses pembiayaan yang lebih mudah.
Selain itu, pembangunan infrastruktur dan investasi juga diarahkan merata ke berbagai wilayah di luar Jawa agar mengekspansi potensi pasar kerja di daerah-daerah yang selama ini kurang tersentuh.
Menaker Yassierli menyebutkan bahwa seluruh kebijakan dan inisiatif yang telah dan akan dijalankan dirancang secara terpadu untuk menciptakan ekosistem kerja yang dinamis dan berkelanjutan.
Dengan dukungan kebijakan yang tepat serta pengawasan melalui data valid, target membuka 19 juta lapangan kerja dalam empat tahun ke depan menjadi sangat memungkinkan. Pemerintah tetap mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi demi terciptanya pertumbuhan ekonomi yang seimbang dan penyerapan tenaga kerja yang optimal.
Source: www.viva.co.id







