Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan Selasa, 11 November 2025, ditutup mengalami penurunan sebesar 0,33% atau 8,09 poin ke level 8.363,1. IHSG bergerak di rentang 8.351 hingga 8.443 sepanjang perdagangan sesi I, dengan total transaksi saham mencapai 43,6 miliar lembar dan nilai transaksi sebesar Rp 15,44 triliun.
Meski IHSG terkoreksi, terdapat sejumlah saham yang berhasil mencatatkan kenaikan signifikan dan memberikan keuntungan bagi investor. Data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan ada 263 saham yang naik, sementara 409 saham turun dan 141 saham stagnan. Pergerakan saham-saham unggulan ini menarik perhatian pelaku pasar pada sesi tersebut.
Saham-saham yang Paling Menguntungkan pada Sesi I
Beberapa saham mencatat kenaikan persentase luar biasa dan menjadi top gainers pada hari ini. Berikut lima saham yang mencatat kenaikan terbesar:
- PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) naik 33,74% menjadi Rp 218 per lembar saham.
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melonjak 28% ke harga Rp 192.
- PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) meningkat 26,67% menjadi Rp 228.
- PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) naik sebesar 25% di kisaran Rp 3.250 per saham.
- PT Pelayaran Jaya Hidup Baru (PJHB) terkerek 25%, mencapai Rp 800.
Kenaikan saham-saham ini memberikan peluang cuan yang menarik di tengah tekanan pasar secara keseluruhan. Saham-saham tersebut berhasil menahan dampak negatif dari penurunan IHSG pada awal perdagangan.
Saham-saham yang Melemah Signifikan
Di sisi lain, terdapat lima saham yang mengalami penurunan paling tajam sepanjang sesi I hari ini. Penurunan ini menunjukkan tekanan yang cukup besar pada emiten terkait. Berikut daftar lima saham paling melemah:
- PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) turun tajam 11,47% ke level Rp 386.
- PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) anjlok 10,85% dengan harga Rp 115 per saham.
- PT Tunas Alfin Tbk (TALF) melemah 9,84% menjadi Rp 550.
- PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) jatuh 9,09% ke harga Rp 120.
- PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) turun 8,84% di level Rp 9.025.
Penurunan saham-saham tersebut menggambarkan dinamika pasar yang masih diwarnai kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi dan faktor eksternal yang memengaruhi perekonomian domestik.
Volume dan Nilai Transaksi
Total volume perdagangan mencapai 43,6 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 15,44 triliun. Tingginya frekuensi transaksi, yaitu sebanyak 1,94 juta kali, menunjukkan minat pelaku pasar masih cukup aktif meskipun IHSG mengalami koreksi.
Data ini menggambarkan kondisi pasar modal yang dinamis dengan aksi beli pada saham-saham pilihan, sementara sebagian besar saham mengalami tekanan jual. Investor perlu cermat dalam memilih saham yang berpotensi memberikan keuntungan di tengah volatilitas pasar.
Pelajaran bagi Investor
Koreksi IHSG bukan berarti seluruh saham terdampak negatif. Justru, beberapa saham mampu mencatat penguatan signifikan dan menawarkan peluang keuntungan yang menarik. Saham-saham dengan kinerja fundamental dan sentimen positif dapat menjadi pilihan investasi dalam jangka pendek maupun panjang.
Investor disarankan untuk selalu memantau pergerakan saham unggulan dan melakukan analisis fundamental secara rutin. Mengidentifikasi saham yang sedang mengalami volume transaksi tinggi dan sentimen positif memungkinkan investor mengambil keputusan yang tepat meskipun pasar sedang mengalami tekanan.
Pergerakan saham-saham cuan ini menjadi bukti bahwa volatilitas pasar memberikan kesempatan bagi investor untuk meraih profit dengan strategi trading dan investasi yang matang serta disiplin. Memahami kondisi pasar dan memilih saham yang tepat akan sangat membantu dalam mengoptimalkan portofolio investasi di masa depan.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com





