BSI Maksimalkan Pengelolaan ZISWAF Bagi 300.000 Masyarakat Indonesia: Dampak & Strategi

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus mengoptimalkan penghimpunan dan penyaluran ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf) untuk menjangkau lebih dari 300.000 masyarakat Indonesia. Hingga September 2025, BSI berhasil menyalurkan dana sebesar Rp159,2 miliar yang difokuskan kepada penerima manfaat di berbagai sektor penting seperti pendidikan, ekonomi, kemanusiaan, kesehatan, literasi, dan advokasi.

Strategi BSI dalam mengelola ZISWAF ini merupakan bagian dari tiga pilar sustainable finance yang dijalankan, yaitu sustainable banking, sustainable operation, dan sustainable beyond banking. Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengungkapkan bahwa bank syariah berkomitmen kuat menjadi The Best Global Islamic Bank dengan fondasi bisnis dan kontribusi sosial yang kuat.

Distribusi ZISWAF yang Berdampak Luas

Penyaluran dana ZISWAF BSI dilakukan melalui berbagai program kemitraan bersama BSI Maslahat, salah satunya Desa BSI yang mendukung pengembangan masyarakat. Rinciannya:

  1. 9.847 orang di bidang ekonomi
  2. 13.848 orang di bidang pendidikan
  3. 226.160 orang di bidang kemanusiaan
  4. 23.447 orang di bidang kesehatan
  5. 34.186 orang di bidang literasi dan advokasi

Jumlah penerima manfaat yang sangat besar ini menunjukkan komitmen BSI sebagai mitra finansial, sosial, dan spiritual yang memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

Kontribusi sosial sejalan dengan prinsip bank syariah

Keunggulan bank syariah menurut Anggoro adalah mekanisme di mana keuntungan yang diperoleh akan berbanding lurus dengan zakat yang disalurkan kepada masyarakat. Dengan begitu, BSI bukan hanya berperan sebagai institusi keuangan, namun juga sebagai kekuatan pendorong ekonomi dan kesejahteraan sosial.

Komitmen BSI sesuai dengan pilar Sustainable Beyond Banking yang menegaskan fungsi bank sebagai agen perubahan sosial. Hal ini juga mencerminkan dukungan terhadap Asta Cita Pemerintah Presiden Prabowo dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pemberdayaan, pendidikan, dan bantuan kemanusiaan.

Penguatan ekosistem ekonomi syariah inklusif

Selain menyalurkan ZISWAF, BSI juga memastikan operasionalnya berjalan sesuai dengan standar tinggi tanggung jawab sosial. Bank ini sudah mencapai 91,7% kepatuhan terhadap ISO 26000 yang mencakup tata kelola, hak asasi manusia, lingkungan, praktik ketenagakerjaan, serta keterlibatan dan pengembangan masyarakat.

Pengintegrasian prinsip-prinsip ini membantu BSI memperkuat perannya sebagai pelaku utama dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan. Langkah ini juga menunjukkan keseriusan BSI dalam memenuhi tanggung jawab sosial dan menjaga keseimbangan antara bisnis dan kemanfaatan sosial.

Program-program BSI sebagai penggerak sosial

BSI mengimplementasikan berbagai program sosial dan kemanusiaan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup. Program BSI Scholarship misalnya, memberikan kesempatan pendidikan bagi generasi muda yang kurang mampu.

Selain itu, BSI aktif mendukung program kemanusiaan dan pelestarian lingkungan yang dirancang untuk menjangkau komunitas luas. Dengan demikian, BSI memastikan distribusi zakat dan dana sosial tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga memberikan dampak multifaset bagi penerima manfaat.

Mengoptimalkan ZISWAF adalah strategi BSI untuk memperluas kebermanfaatan dan mendorong kesejahteraan masyarakat luas secara berkelanjutan. Komitmen ini sekaligus mengokohkan posisi BSI sebagai bank syariah terbesar dengan kontribusi signifikan terhadap pembangunan sosio-ekonomi Indonesia.

Baca selengkapnya di: finansial.bisnis.com
Exit mobile version