
Nilai tukar rupiah menguat tipis pada Jumat sore (21/11/2025), menembus level Rp 16.716 per dolar AS. Penguatan ini tercatat sebesar 0,12 persen jika dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya di Rp 16.736 per dolar AS.
Penguatan rupiah didorong oleh laporan terbaru Bank Indonesia yang mencatat surplus transaksi berjalan untuk pertama kali dalam sepuluh kuartal terakhir pada kuartal III-2025. Surplus ini mencapai 4,0 miliar dolar AS atau setara 1,1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Surplus Transaksi Berjalan dan Dampaknya
Surplus transaksi berjalan ini merupakan perubahan signifikan dibandingkan kuartal II-2025 yang mencatat defisit sebesar 2,7 miliar dolar AS atau 0,8 persen dari PDB. Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa surplus tersebut didukung oleh neraca perdagangan yang meningkat, terutama surplus pada neraca perdagangan nonmigas.
Defisit neraca jasa menurun berkat peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Artinya, sektor pariwisata memberikan kontribusi positif terhadap perdagangan jasa negara. Selain itu, neraca pendapatan primer juga mencatat defisit yang lebih rendah.
Penurunan defisit pendapatan primer terjadi akibat termin pembayaran dividen dan bunga kupon yang sudah lewat, sehingga pembayaran imbal hasil investasi asing ikut berkurang. Namun, defisit neraca perdagangan migas tetap meningkat karena harga minyak global yang melonjak.
Menurut Ibrahim, kinerja transaksi modal dan finansial tetap terjaga di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Hal ini memberi indikasi bahwa aliran modal asing relatif terkendali meskipun kondisi eksternal masih penuh tantangan.
Faktor Eksternal yang Mendukung Rupiah
Selain kondisi fundamental domestik, penguatan rupiah juga mendapat dukungan dari membaiknya prospek meredanya konflik Rusia-Ukraina. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, telah menyatakan kesiapan bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam upaya perdamaian.
Sebuah laporan dari Reuters mengungkap bahwa Kyiv kemungkinan diminta menyerahkan wilayah Donbas dan mengurangi kekuatan militer secara signifikan. Langkah ini dipandang sebagai syarat penting untuk mengakhiri konflik berkepanjangan, sehingga memberi harapan stabilitas geopolitik yang positif bagi pasar keuangan.
Pergerakan Mata Uang Asia Lain
Penguatan rupiah juga sejalan dengan tren positif beberapa mata uang Asia lainnya terhadap dolar AS pada hari yang sama. Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia, melonjak 0,37 persen. Disusul oleh dolar Singapura yang meningkat 0,07 persen.
Namun, tidak semua mata uang Asia bergerak menguat. Baht Thailand mengalami penurunan 0,16 persen, sementara yen Jepang melemah tipis sebesar 0,49 persen. Yuan China juga mencatat pelemahan sebesar 0,09 persen.
Ringkasan Perkembangan Nilai Tukar Rupiah di Pasar
- Penutupan nilai tukar rupiah pada 21 November 2025: Rp 16.716 per dolar AS
- Persentase penguatan harian rupiah: 0,12 persen
- Surplus transaksi berjalan kuartal III-2025: 4,0 miliar dolar AS (1,1% PDB)
- Defisit transaksi berjalan kuartal II-2025: 2,7 miliar dolar AS (0,8% PDB)
- Faktor pendukung: surplus neraca perdagangan nonmigas, peningkatan wisatawan, berkurangnya defisit pendapatan primer
- Faktor penghambat: defisit neraca perdagangan migas akibat kenaikan harga minyak
- Dukungan eksternal: kemajuan pembicaraan perdamaian Rusia-Ukraina
- Pergerakan mata uang Asia lain: ringgit dan dolar Singapura menguat, baht, yen, dan yuan melemah
Penguatan rupiah yang terjadi hari ini mencerminkan perbaikan fundamental ekonomi Indonesia, terutama dari sisi neraca transaksi berjalan. Kondisi geopolitik yang mulai kondusif juga berperan signifikan dalam meningkatkan kepercayaan pasar terhadap rupiah. Meski demikian, tantangan dari harga minyak global tetap harus diantisipasi sebagai faktor risiko terhadap neraca migas dan nilai tukar ke depan. Pemantauan terus-menerus terhadap kondisi ekonomi dan geopolitik akan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas rupiah di tengah dinamika pasar global yang dinamis.
Baca selengkapnya di: www.suara.com




