Tuchel Uji Opsi Lini Depan, Inggris Mencari Jawaban Saat Kane Absen

Thomas Tuchel harus menguji beberapa opsi lini depan karena tanda tanya masih mengitari kondisi Inggris saat Harry Kane absen. Situasi ini menjadi penting menjelang laga uji coba melawan Uruguay di Wembley, yang sekaligus menjadi panggung bagi dua Dominic untuk membuktikan diri.

Kane tetap menjadi pusat permainan Inggris dan, menurut data yang disorot dalam laporan referensi, sudah mencetak 78 gol untuk tim nasional. Namun Tuchel perlu menyiapkan skenario cadangan jika sang kapten tak bisa tampil karena cedera, skorsing, atau kondisi fisik yang tak ideal.

Tuchel cari rencana cadangan tanpa Kane

Tuchel menilai Inggris tidak bisa hanya bergantung pada satu penyerang utama. Ia juga memberi waktu istirahat tambahan bagi Kane bersama 10 pemain lain yang punya beban tinggi, sebagai langkah menjaga kebugaran sang striker.

Tuchel menyebut pertanyaan yang harus dijawab staf pelatih adalah apakah Kane akan tetap dimainkan penuh, ditarik lebih cepat, atau digantikan oleh penyerang lain saat tim butuh gol. Ia juga membuka kemungkinan memakai pemain yang bisa mendampingi Kane, atau memilih eksekutor penalti yang andal untuk situasi penting.

Tiga nama masuk radar

Dari sejumlah opsi yang ada, Tuchel tampaknya mengerucut pada tiga penyerang alami, yakni Ollie Watkins, Dominic Solanke, dan Dominic Calvert-Lewin. Ketiganya dinilai punya peluang untuk merebut tempat di skuad turnamen jika bisa menunjukkan performa meyakinkan.

  1. Ollie Watkins: sempat dipercaya pada momen penting untuk Inggris, termasuk saat mencetak gol penentu di semifinal Euro melawan Belanda.
  2. Dominic Solanke: kembali masuk pertimbangan meski musimnya terganggu cedera, dengan catatan enam gol dalam 17 penampilan di semua ajang.
  3. Dominic Calvert-Lewin: punya riwayat lebih panjang tanpa caps, tetapi mencatat 10 gol dalam 27 laga untuk klub musim ini saat fit dan rutin bermain.

Watkins saat ini tidak dipanggil karena performanya menurun, dengan hanya dua gol di Liga Inggris sejak awal Januari. Meski begitu, rekam jejaknya bersama Inggris masih memberi nilai tambah di mata pelatih.

Solanke juga belum kembali mengenakan seragam Inggris sejak masa pelatih caretaker Lee Carsley. Sementara itu, Calvert-Lewin terakhir kali tampil untuk timnas saat perempat final Euro 2020, ketika ia masuk menggantikan Kane melawan Ukraina.

Masalah penalti jadi pertimbangan besar

Tuchel ikut menyinggung soal penalti saat membahas pengganti Kane, karena aspek ini penting untuk laga 90 menit maupun adu penalti di fase gugur. Dalam konteks itu, kemampuan mengonversi tendangan 12 pas menjadi nilai tambah yang bisa memengaruhi pilihan akhir.

Ivan Toney disebut tidak masuk rencana Tuchel saat ini, sehingga kandidat penendang penalti terbaik berikutnya justru datang dari luar posisi striker. Cole Palmer punya catatan eksekusi yang sangat baik dan bisa menjadi faktor pembeda di lini serang Inggris.

Di antara tiga penyerang cadangan yang sedang dipantau, tidak ada yang benar-benar menonjol sebagai spesialis penalti. Statistik mereka juga dinilai masih jauh di bawah level Kane, baik dari sisi ketajaman maupun pengaruh di dalam permainan.

Fokus utama tetap sama: Inggris butuh jawaban saat Kane absen

Kane akan berusia 33 tahun tak lama setelah final Piala Dunia, sementara jadwal padat bersama Bayern Munich membuat beban fisiknya tetap tinggi. Dengan kondisi itu, Tuchel sadar bahwa memaksanya tampil penuh di semua laga bukan pilihan yang realistis untuk turnamen di Amerika Utara.

Bagi Inggris, Kane masih menjadi kekuatan terbesar, tetapi absennya sang kapten juga bisa berubah menjadi titik lemah paling besar. Karena itu, laga melawan Uruguay akan menjadi tes penting untuk melihat siapa yang paling siap menggantikan perannya saat situasi darurat benar-benar datang.

Exit mobile version