Mantan pemain Bayern Munich, Mario Babbel, melontarkan kritik keras kepada Real Madrid dalam program diskusi Sky90-Football Debate jelang laga Liga Champions melawan Bayern. Ia menyoroti sikap klub asal Spanyol itu, mulai dari perilaku para pemain hingga keputusan mereka memboikot penghargaan Ballon d’Or.
Babbel menegaskan bahwa penilaiannya bukan semata soal hasil di lapangan, melainkan soal sikap yang ia anggap jauh dari nilai sportivitas. Ia juga menyebut Presiden klub Florentino Perez ikut memegang peran penting dalam keputusan yang menurutnya tidak menghormati pihak lain.
Sorotan Babbel terhadap Vinicius
Babbel secara khusus mengomentari Vinicius Junior, yang menurutnya punya kualitas teknik dan kemampuan bermain tinggi. Namun, ia mengaku tidak setuju dengan kebiasaan sang pemain yang dinilainya terlalu sering terjatuh dan berguling saat duel terjadi.
Berikut inti kritik Babbel terhadap Vinicius:
- Ia mengakui talenta dan kemampuan bermain Vinicius.
- Ia mengkritik aksi jatuh yang berulang dalam pertandingan.
- Ia menilai perilaku itu tidak membantu citra fair play.
Pernyataan ini menambah panjang perdebatan soal gaya bermain Vinicius, yang dalam beberapa laga memang kerap menjadi pusat perhatian lawan dan publik. Kritik semacam ini juga sering muncul karena penyerang Brasil itu dianggap berpengaruh besar dalam intensitas emosional pertandingan besar.
Kritik atas sikap Real Madrid
Babbel lalu mengarah ke Real Madrid secara keseluruhan dengan nada yang sangat keras. Ia menilai klub tersebut sudah lama menunjukkan sikap yang, menurut dia, tidak mencerminkan sportivitas dan membuat mereka merasa lebih tinggi dari klub lain.
Ia bahkan menyebut hal itu membuatnya “sangat muak” terhadap Real Madrid. Dalam komentarnya, Babbel menilai sikap klub itu terhadap Ballon d’Or menunjukkan rasa tidak hormat kepada banyak pihak yang terlibat dalam sepak bola.
Babbel mengatakan keputusan boikot dari pihak klub tidak pantas dilakukan. Menurut dia, jika pemain Real Madrid gagal meraih penghargaan, klub tetap seharusnya hadir dan menghormati acara tersebut.
Peran Florentino Perez dalam sorotan
Nama Florentino Perez ikut terseret dalam kritik Babbel. Ia menilai presiden klub punya pengaruh besar dalam keputusan yang diambil Real Madrid, terutama terkait boikot Ballon d’Or.
Babbel berpendapat bahwa tindakan itu justru merusak citra klub di mata publik. Ia menyebut sikap tersebut sebagai bentuk ketidakpatuhan terhadap nilai respek yang seharusnya dijaga dalam sepak bola elite.
Dalam pandangannya, kejadian itu bukan insiden biasa, tetapi bagian dari pola sikap yang sudah berlangsung lama. Ia menghubungkan hal itu dengan cara klub menempatkan diri di atas yang lain dalam berbagai situasi penting.
Poin utama pernyataan Babbel
Babbel merangkum kritiknya dalam beberapa isu berikut:
- Real Madrid dianggap terlalu sering menampilkan sikap superior.
- Boikot Ballon d’Or dinilai tidak menghormati sepak bola.
- Florentino Perez disebut berperan besar dalam keputusan klub.
- Vinicius dikritik karena dianggap terlalu sering melakukan diving.
- Babbel mengaku kehilangan banyak respek terhadap klub tersebut.
Pernyataan itu muncul dalam suasana jelang pertandingan besar di Liga Champions, sehingga menambah panas pembicaraan di luar lapangan. Di sisi lain, komentar Babbel juga memperlihatkan bagaimana reputasi Real Madrid terus memicu reaksi kuat dari mantan pemain dan pengamat sepak bola Eropa.
Kritik Babbel kini menjadi bagian dari perdebatan yang lebih luas tentang batas antara ambisi, citra klub, dan sportivitas dalam sepak bola modern. Real Madrid sendiri tetap menjadi salah satu klub paling disorot di dunia, sehingga setiap keputusan dan sikap mereka hampir selalu mendapat respons besar dari publik dan para tokoh sepak bola.
