Republik Demokratik Kongo memastikan tiket ke Piala Dunia setelah menaklukkan Jamaika 1-0 lewat perpanjangan waktu pada final play-off antarkonfederasi. Gol tunggal Axel Tuanzebe di menit ke-100 menjadi penentu kemenangan yang mengakhiri penantian panjang mereka untuk kembali ke panggung terbesar sepak bola dunia.
Hasil ini menandai keberhasilan pertama Kongo menembus Piala Dunia sejak terakhir kali tampil pada era 1970-an. Kongo kini bergabung di Grup F bersama Portugal, Uzbekistan, dan Kolombia pada putaran final yang digelar di Amerika Utara musim panas ini.
Jalannya pertandingan
Kongo langsung tampil agresif sejak awal dan memaksa Jamaika bekerja keras dalam bertahan. Cedric Bakambu sempat mengancam, namun Andre Blake masih mampu menggagalkan upaya sang penyerang.
Jamaika juga punya peluang melalui Ethan Pinnock, tetapi sundulannya mengarah tepat ke Lionel Mpasi. Memasuki pertengahan babak pertama, kedua tim sama-sama sempat membentur tiang gawang, dengan Meschack Elia melepaskan tembakan yang mengenai mistar dan Leon Bailey membalas lewat percobaan jarak jauh.
Memasuki babak kedua, tekanan Kongo berlanjut lewat Bakambu dan Yoane Wissa. Namun, peluang bersih tetap sulit tercipta karena Jamaika bertahan rapat dan laga tampak akan dilanjutkan ke perpanjangan waktu.
Gol penentu Tuanzebe
Kongo sempat mencetak gol pada menit-menit akhir waktu normal melalui Bakambu, tetapi asisten wasit lebih dulu mengangkat bendera karena Theo Bongonda berada dalam posisi offside saat proses terjadinya gol. Keputusan itu membuat skor tetap imbang hingga peluit akhir waktu normal berbunyi.
Tuanzebe lalu muncul sebagai pembeda ketika memanfaatkan bola sepak pojok yang gagal diantisipasi lini belakang Jamaika. Bek Kongo itu menyambar bola dari jarak dekat untuk membawa timnya unggul dan memastikan tiket ke Piala Dunia.
Data pertandingan
- Kongo mencatat 1,45 expected goals dari 19 tembakan.
- Jamaika hanya menghasilkan 0,3 expected goals dari enam percobaan.
- Bakambu menjadi pemain paling aktif di lini depan Kongo dengan lima tembakan.
- Jamaika unggul penguasaan bola 52,5 persen dan lebih banyak mengoper, yakni 437 operan berbanding 389.
Meski unggul dalam penguasaan bola dan jumlah operan, Jamaika gagal memperlihatkan ketajaman yang cukup di sepertiga akhir lapangan. Sebaliknya, Kongo tampil lebih efisien, lebih berbahaya, dan memaksimalkan satu peluang terbaiknya untuk mengunci kemenangan penting ini.
