Roberto De Zerbi di Ambang Tes Terbesar, Empat Pelatih Ini Pernah Tak Selaras di Championship

Roberto De Zerbi menjadi sorotan karena namanya kini dikaitkan dengan situasi yang sangat jarang terjadi bagi seorang pelatih sekelas dia. Jika Tottenham Hotspur benar-benar terdegradasi, pelatih asal Italia itu berpotensi masuk ke daftar manajer yang paling tidak biasa ditempatkan di Championship.

Artikel referensi menyoroti empat pelatih yang dianggap “tidak pada tempatnya” di Championship karena reputasi, level pengalaman, dan dampak yang mereka bawa. Dari Marcelo Bielsa hingga Enzo Maresca, daftar itu memperlihatkan bahwa divisi kedua Inggris sempat menjadi panggung bagi nama-nama besar yang biasanya tampil di level elite.

Roberto De Zerbi dan skenario yang sangat tidak biasa

De Zerbi disebut menggantikan Igor Tudor di Tottenham dengan kontrak jangka panjang, sementara laporan lain menyebut tidak ada klausul degradasi dalam kesepakatannya. Jika Spurs turun kasta, maka De Zerbi tetap berada dalam proyek yang sama, sebuah situasi yang jarang dialami pelatih dengan profil sebesarnya.

Tottenham Hotspur Stadium juga akan menjadi salah satu stadion paling mencolok dalam sejarah Championship jika skenario itu terjadi. Dengan kapasitas, struktur finansial, pengalaman internasional pemain, dan reputasi klub, Spurs jelas akan menjadi tim yang sangat berbeda dari kebanyakan penghuni divisi tersebut.

Empat manajer yang pernah dianggap tak cocok di Championship

  1. Marcelo Bielsa
  2. Rafael Benitez
  3. Vincent Kompany
  4. Enzo Maresca

Bielsa menempati posisi teratas dalam daftar itu karena dampaknya benar-benar besar di Leeds United. Pelatih asal Argentina itu membawa Leeds kembali ke Premier League pada 2020 setelah penantian selama 16 tahun, dan kehadirannya di Championship sempat dianggap aneh karena statusnya sebagai sosok yang sangat dihormati pelatih top dunia.

Nama Bielsa juga punya pengaruh yang jauh melampaui Championship. Pep Guardiola, Diego Simeone, dan Mauricio Pochettino termasuk figur elite yang disebut sangat mengagumi pendekatannya, sehingga kehadirannya di divisi kedua Inggris terasa seperti anomali yang langka.

Benitez, Kompany, dan Maresca ikut masuk daftar

Rafael Benitez juga masuk dalam pembahasan karena pernah menangani Newcastle United di Championship setelah kegagalan mempertahankan klub di Premier League. Meski tidak sempat menyelamatkan Newcastle pada musim itu, Benitez tetap bertahan dan kemudian membawa klub promosi pada kesempatan pertama.

Situasinya makin menarik karena pada 2016, Benitez pernah melatih Real Madrid dan Newcastle dalam konteks sepak bola kasta kedua Inggris. Itu menjadi salah satu contoh paling mencolok tentang bagaimana reputasi besar bisa hadir di kompetisi yang biasanya jauh dari sorotan elite Eropa.

Vincent Kompany awalnya tidak dianggap terlalu aneh di Championship, tetapi namanya kini terlihat sangat berbeda setelah naik ke Bayern Munich. Ia membawa Burnley promosi dengan gaya bermain berbasis penguasaan bola dan menutup musim dengan 101 poin, unggul jauh dari pesaing terdekat.

Kompany kemudian tetap dipertahankan meski Burnley terdegradasi pada musim berikutnya. Pendiriannya pada filosofi permainan membuatnya tetap dilirik klub besar, sampai akhirnya Bundesliga memberi dia panggung yang jauh lebih besar bersama Bayern.

Enzo Maresca pun mengikuti jalur serupa setelah sukses bersama Leicester City. Ia memimpin The Foxes finis di puncak liga dengan koleksi 97 poin, lalu performa itu cukup untuk membuat Chelsea bergerak cepat merekrutnya.

Perjalanan Maresca menunjukkan bagaimana Championship bisa menjadi panggung transisi bagi pelatih dengan latar belakang top. Dari laga lawan Rotherham dan Plymouth Argyle, ia kemudian berdiri di bangku cadangan Chelsea saat klub itu menaklukkan Paris Saint-Germain di final Club World Cup, sebuah lompatan yang sangat jarang terjadi dalam waktu singkat.

Mengapa De Zerbi bisa masuk daftar berikutnya

Dibanding Bielsa, Benitez, Kompany, dan Maresca, De Zerbi masih harus menunggu kepastian hasil di Tottenham. Namun jika klub itu benar-benar turun kasta, maka statusnya sebagai pelatih yang identik dengan sepak bola progresif dan level kompetisi tinggi akan membuat kehadirannya di Championship terasa sangat janggal.

Itulah sebabnya nama De Zerbi mulai disandingkan dengan daftar para manajer elite yang pernah terlihat tidak pada tempatnya di divisi kedua Inggris, terutama jika Spurs harus menjalani musim yang biasanya tidak identik dengan standar dan ambisi klub London utara itu.

Exit mobile version