José Sá, kiper Wolverhampton Wanderers, mengakui bahwa peluang timnya untuk selamat dari degradasi Premier League sangat tipis. Ia mengatakan hanya sebuah "keajaiban nyata" yang bisa menyelamatkan Wolves dari jurang degradasi, mengingat jarak poin yang sudah sangat jauh dengan zona aman.
Dalam wawancara dengan DAZN Portugal, José Sá menyampaikan bahwa kondisi Wolves saat ini sulit dibendung. Klub tersebut kini berada di posisi terbawah klasemen dengan hanya satu kemenangan dan sembilan poin, terpaut 14 angka dari zona aman yang masih menyisakan 12 pertandingan lagi.
Realitas Degradasi yang Sulit Dihindari
"Kita harus realistis dan berani mengakuinya. Sangat sulit bagi Wolves untuk menghindari degradasi musim ini," kata José Sá secara terbuka. Ia juga menambahkan bahwa skuad Wolves saat ini terlalu kecil dan tidak cukup kompetitif untuk bertahan di Premier League.
Meskipun begitu, José Sá menegaskan bahwa target utama mereka sekarang bukanlah menyelamatkan tim dari degradasi, tetapi untuk menghindari rekor negatif sebagai tim terburuk dalam sejarah liga. "Tim dengan poin terendah meraih 11 poin, sedangkan kami sekarang hanya memiliki sembilan. Kami berusaha jangan sampai menjadi yang terburuk."
Kiprah dan Harapan Sang Kapten
Sebagai salah satu kapten Wolves, José Sá ingin terus berjuang meskipun peluang sangat kecil. Ia menegaskan bahwa para pemain masih bertekad untuk meraih poin sebanyak mungkin demi martabat klub dan para pendukung.
Sejak bergabung dengan Wolves pada awal musim 2021/22, kiper asal Portugal ini sudah tampil dalam 161 pertandingan bersama klub Inggris tersebut. Musim ini, ia telah bermain di 15 laga, berusaha menjaga gawang tim meski tekanan besar terus menghimpit.
Poin Kunci dari Situasi Wolves
- Wolves berada di posisi terbawah Premier League dengan sembilan poin.
- Jarak poin dari zona aman mencapai 14 angka.
- Tersisa 12 pertandingan sebelum musim berakhir.
- Skuad dianggap terlalu kecil untuk bertahan.
- Target utama sekarang adalah menghindari rekor poin terendah dalam sejarah liga.
José Sá menutup pembicaraannya dengan sikap realistis namun tetap berusaha memberi semangat kepada rekan-rekannya. Walau peluang tipis, mereka akan tetap berjuang untuk menyelamatkan harga diri Wolves sampai akhir musim.
