Eddie Howe menegaskan prioritas menjaga ritme permainan Newcastle United menjelang leg kedua melawan Qarabag di Liga Champions. Meskipun kemenangan besar 6-1 di leg pertama hampir memastikan kelolosan, Howe memilih untuk tidak melakukan perubahan besar pada susunan pemainnya.
Newcastle tampil luar biasa dengan keunggulan 5-0 saat babak pertama di Baku, sebuah prestasi yang hanya pernah terjadi sebelumnya oleh Bayern Munich pada kwartal final Liga Champions. Rekor menunjukkan bahwa dari 301 kasus tim memimpin dengan selisih lima gol di leg pertama, semua berhasil melaju ke babak berikutnya.
Howe menegaskan timnya akan tetap berusaha meraih kemenangan di pertandingan kedua, dengan memilih skuad yang kuat. “Tujuan utama kami adalah menang, sekaligus menjaga ritme dan perasaan positif yang sudah terbentuk di dalam tim,” kata Howe kepada awak media.
Pelatih ini mengakui pentingnya keseimbangan antara rotasi pemain agar kebugaran tetap terjaga dan mempertahankan konsistensi permainan. Howe berharap bek Sven Botman dan winger Yoane Wissa dapat kembali tampil setelah absen beberapa pertandingan akibat cedera.
“Dua pemain ini diharapkan bisa terlibat, kita lihat bagaimana kondisinya menjelang pertandingan,” ujar Howe. Ia juga memuji suasana positif dan respons kuat skuad setelah periode sulit yang dialami sebelumnya.
Secara historis, Newcastle berpotensi mencatat kemenangan agregat terbesar di kompetisi Eropa dengan melewati rekor 10-2 atas Royal Antwerp pada gelaran UEFA Cup. Howe menuntut pemainnya mempertahankan standar tinggi yang telah dicapai dalam Liga Champions musim ini.
“Saya melihat hasil melawan Qarabag bukan hanya soal skor, tapi performa dan semangat juang yang kami tunjukkan. Ini level yang ingin kami capai secara konsisten,” tambahnya. Newcastle siap mempertahankan momentum kuat demi mengukir sejarah baru di pentas Eropa.
