Dua pekan terakhir babak play-off Liga Champions UEFA (UCL) berlangsung dengan penuh ketegangan dan drama. Persaingan sengit memperebutkan delapan tiket terakhir menuju babak 16 besar akhirnya terpilih dengan sejumlah kejutan dan kontroversi yang mewarnai pertandingan.
Prestianni Diskors karena Pelecehan Rasial
Dalam laga Real Madrid kontra Benfica, terjadi insiden serius yang menjadi sorotan banyak pihak. Pemain sayap Benfica, Prestianni, dilaporkan melakukan pelecehan rasial terhadap Vinicius Jr setelah gol penentu kemenangan Real Madrid. Vini langsung melaporkan kejadian tersebut kepada wasit dan menolak bermain setelah itu, menyebabkan pertandingan terhenti sekitar 10 menit. UEFA kemudian menindaklanjuti dengan memberikan sanksi skorsing satu laga kepada Prestianni, sehingga ia absen di leg kedua play-off. Real Madrid menyatakan sikap nol toleransi terhadap rasisme dan mengajukan bukti kuat dalam laporan resmi ke UEFA.
Atalanta Membalikkan Kedudukan Melawan Dortmund
Atalanta menunjukkan determinasi tinggi saat menghadapi Borussia Dortmund setelah sempat tertinggal 2-0 di leg pertama. Berbekal strategi matang dan kerja sama tim yang solid, Atalanta berhasil membalikkan keadaan dengan agregat 4-3. Gol penting dari Scamacca, Zappacosta, Pasalic, dan penalti Samardzic pada masa tambahan waktu menutup laga dengan kemenangan dramatis. Pencapaian ini menempatkan Atalanta di posisi siap menghadapi pemenang antara Arsenal dan Bayern di babak berikutnya.
Hasil Play-Off Lain yang Menarik
Beberapa hasil mengejutkan terjadi dalam babak play-off ini:
- Bodo Glimt mengalahkan Inter Milan dengan agregat 5-2, menampilkan permainan disiplin dan serangan balik cepat.
- Galatasaray sukses menyingkirkan Juventus dengan total skor 7-5, memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan semangat ekstra waktu.
- PSG memenangkan duel ketat melawan AS Monaco dengan agregat 5-4, berkat gol-gol krusial dari Marquinhos dan Kvaratskhelia.
- Atletico Madrid menang agregat 7-4 atas Club Brugge melalui hat-trick Sørloth yang menegaskan dominasi mereka.
- Newcastle United mendominasi Qarabağ FK dengan total 9-3, didukung oleh empat gol Anthony Gordon pada pertandingan pertama.
- Bayer Leverkusen melaju dengan kemenangan agregat 2-0 atas Olympiakos, berkat brace awal dari Schick dan pertahanan kuat di leg kedua.
Fase play-off ini menunjukkan betapa kompetitif dan dramatisnya persaingan menuju babak 16 besar Liga Champions. Beberapa tim raksasa menghadapi perlawanan sengit hingga menit akhir, sementara insiden di lapangan mengingatkan pentingnya integritas dan sikap sportif dalam olahraga. Babak selanjutnya akan mempertemukan para pemenang ini dengan tantangan lebih berat di panggung utama Eropa.
