Christian Fuchs, pemenang gelar Premier League, saat ini menjalani peran pertamanya sebagai manajer Newport County dengan tantangan besar menjaga klub tetap bertahan di liga. Saat mengambil alih posisi ini 11 minggu lalu, Newport berada di posisi terbawah klasemen.
Fuchs mengaku menantang dan sulit memulai karier kepelatihan di level ini. Dia bahkan menghubungi mantan rekannya di Leicester City, Jamie Vardy, yang kini bermain di Italia, untuk datang dan bergabung membantunya. “Saya bertanya apakah Jamie ingin pindah. Tentu saya ingin dia datang, walau tahu jawabannya kemungkinan tidak,” ujarnya dengan senyum.
Sejauh ini, Fuchs berhasil membawa Newport meraih beberapa kemenangan, termasuk kemenangan pertama di kandang dalam 289 hari. Namun, kekalahan terakhir dari Bristol Rovers membuat klub masih tertahan di zona merah dengan selisih tiga poin dari zona aman.
Dalam memimpin tim, Fuchs mengadopsi pelajaran dari sejumlah pelatih top yang pernah dia temui, seperti Thomas Tuchel, Claudio Ranieri, dan Brendan Rodgers. “Saya ambil yang terbaik dari mereka, lalu sesuaikan dengan gaya saya sendiri,” katanya. Fuchs juga aktif meminta saran melalui telepon, menunjukkan kesiapan dirinya belajar dan beradaptasi.
Proses kepelatihannya diawali dari sebuah undangan menonton laga Newport dari asisten sekaligus penggemar klub, yang kemudian membuka jalan Fuchs masuk ke dunia manajemen sepak bola. Meskipun awalnya tidak terpikirkan untuk menjadi pelatih, kini dia benar-benar menikmati perannya.
Fuchs juga mengungkapkan keterikatan emosionalnya dengan Leicester City, klub lama yang sempat ia bela saat meraih prestasi luar biasa. Meski kini berfokus penuh pada Newport, ia mengaku tetap setia sebagai pendukung Leicester dan mengikuti perkembangan klub tersebut.
Selain fokus di lapangan, Fuchs membangun suasana tim dengan kegiatan yang meningkatkan kekompakan, seperti retreat spa dan lomba rintangan di dalam kolam renang. “Kami tim kecil tapi punya semangat besar. Selalu ada yang meragukan kami, tapi kami merasa sangat dekat dengan perubahan,” kata Fuchs.
Selain itu, Fuchs berharap suatu saat bisa kembali ke Leicester dalam peran manajerial. “Saya ingin mengelola klub itu suatu hari nanti,” tegasnya tanpa ragu. Baginya, pengalamannya bersama Leicester, baik saat sukses maupun masa sulit, membentuk ikatan khusus.
Fuchs terus menunjukkan kerja keras dan komitmen yang tinggi dalam membangun Newport County. Meskipun peluang bertahan di liga tidak besar, ia optimistis dengan usaha dan dukungan yang ada. “Bisa bertahan di liga akan menjadi hal yang istimewa, hampir seperti keajaiban yang pernah kami raih dulu,” ujarnya dengan keyakinan.
