Franchise makanan kecil dengan modal di bawah Rp5 juta masih menjadi opsi yang banyak dicari karena lebih praktis untuk pemula. Model ini dinilai menarik karena bahan, sistem, dan panduan usaha umumnya sudah disiapkan sejak awal.
Liputan6 mencatat kebutuhan usaha bermodal terbatas terus meningkat seiring perubahan kondisi ekonomi dan pola kerja masyarakat. Di sisi lain, makanan siap saji skala kecil tetap memiliki pasar karena harganya terjangkau dan mudah dijangkau konsumen.
Mengapa franchise makanan kecil menarik
Keunggulan utama usaha ini ada pada proses mulai usaha yang lebih sederhana. Pelaku usaha tidak harus membangun merek dari nol dan bisa langsung berjualan setelah menyiapkan tempat serta perlengkapan dasar.
Sumber yang sama juga menyebut model kemitraan membantu langkah awal usaha menjadi lebih terarah. Karena itu, franchise makanan kecil sering dipilih oleh orang yang ingin masuk ke bisnis kuliner dengan risiko operasional yang lebih mudah dipetakan.
Daftar 10 ide franchise makanan kecil
- Minuman teh kekinian
Usaha ini memakai bahan yang mudah didapat dan proses racik yang tidak rumit. Paket franchise biasanya mencakup bubuk teh, gelas, dan panduan penyajian.
Harga jualnya berkisar Rp5.000 hingga Rp8.000 per gelas. Jika terjual 50 gelas per hari, omzet harian sekitar Rp250.000 sampai Rp400.000, dengan biaya produksi sekitar 50 persen dan potensi laba bersih Rp125.000 hingga Rp200.000 per hari.
- Seblak instan
Seblak termasuk menu yang cepat disiapkan karena bahan mudah disimpan. Paket franchise umumnya berisi kerupuk, bumbu, serta perlengkapan dasar.
Harga jual seblak berkisar Rp10.000 hingga Rp15.000 per porsi. Dengan penjualan 30 porsi per hari, omzet harian bisa mencapai Rp300.000 sampai Rp450.000 dan laba bersih sekitar Rp120.000 hingga Rp180.000.
- Sosis bakar
Usaha ini bisa dijalankan dengan alat sederhana dan proses yang mudah. Paket franchise biasanya menyediakan sosis, saus, dan alat pemanggang.
Harga jualnya sekitar Rp5.000 hingga Rp7.000 per tusuk. Bila terjual 80 tusuk per hari, omzet harian berada di kisaran Rp400.000 hingga Rp560.000 dengan potensi keuntungan bersih Rp200.000 sampai Rp280.000.
- Pentol kuah
Pentol kuah memakai bahan sederhana dan proses masak yang tidak rumit. Dalam paket franchise, umumnya tersedia adonan dan bumbu kuah.
Harga jualnya berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000 per porsi. Jika penjualan mencapai 40 porsi per hari, omzet harian sekitar Rp200.000 hingga Rp400.000 dengan laba bersih Rp100.000 sampai Rp200.000.
- Roti bakar
Roti bakar termasuk menu yang cepat dibuat dan bahannya mudah ditemukan. Paket franchise biasanya mencakup roti, topping, dan alat panggang.
Harga jual berada pada kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000 per porsi. Dengan penjualan 25 porsi per hari, omzet harian bisa mencapai Rp250.000 hingga Rp375.000 dan potensi laba bersih Rp100.000 sampai Rp150.000.
- Tahu crispy
Tahu crispy dipilih karena bahan tersedia luas dan proses pengolahannya sederhana. Franchise biasanya menyediakan tepung bumbu dan panduan pengolahan.
Harga jualnya sekitar Rp5.000 per kemasan. Bila terjual 70 kemasan per hari, omzet harian mencapai Rp350.000 dengan biaya produksi sekitar 50 persen dan laba bersih sekitar Rp175.000.
- Cireng isi
Cireng isi dapat dijalankan dengan bahan yang mudah disimpan. Paket franchise umumnya menyediakan adonan serta isian, sehingga pelaku usaha tinggal menggoreng dan menjual.
Harga jual berkisar Rp2.000 hingga Rp3.000 per buah. Jika penjualan mencapai 100 buah per hari, omzet harian ada di kisaran Rp200.000 sampai Rp300.000 dengan laba bersih Rp100.000 hingga Rp150.000.
- Bakso bakar
Produk ini dikenal praktis karena bahan biasanya sudah tersedia dalam paket franchise. Penjual hanya perlu memanggang dan menambahkan bumbu.
Harga jualnya sekitar Rp1.500 hingga Rp2.000 per tusuk. Dengan penjualan 150 tusuk per hari, omzet harian dapat mencapai Rp225.000 sampai Rp300.000 dan laba bersih sekitar Rp110.000 hingga Rp150.000.
- Donat mini
Donat mini bisa dijalankan dengan peralatan dasar dan proses sederhana. Paket franchise biasanya menyediakan adonan dan topping.
Harga jual berkisar Rp1.000 hingga Rp2.000 per buah. Jika terjual 150 buah per hari, omzet harian sekitar Rp150.000 sampai Rp300.000 dengan potensi laba bersih Rp75.000 hingga Rp150.000.
- Es cokelat
Es cokelat memiliki proses racik yang sederhana dan bahan yang mudah didapat. Paket franchise lazimnya berisi bubuk cokelat, gelas, dan panduan penyajian.
Harga jualnya berkisar Rp5.000 hingga Rp8.000 per gelas. Dengan penjualan 50 gelas per hari, omzet harian dapat mencapai Rp250.000 sampai Rp400.000 dan laba bersih sekitar Rp125.000 hingga Rp200.000.
Faktor yang perlu diperhatikan
Dalam rangkuman Liputan6, lokasi penjualan, konsistensi produk, dan pelayanan menjadi faktor utama keberhasilan usaha makanan kecil. Tiga hal itu berpengaruh langsung pada penjualan harian dan kecepatan pengembalian modal.
Sumber yang sama juga menyebut usaha franchise makanan kecil tidak selalu menuntut pengalaman sebelumnya. Hal itu karena sistem operasional dan panduan usaha umumnya sudah disediakan pihak franchise, sehingga pemula bisa lebih mudah menyesuaikan diri dengan ritme penjualan harian.







