Kaktus sering dipilih pemula karena dikenal praktis dan tidak membutuhkan banyak air. Namun, tanaman ini tetap perlu jenis yang tepat dan penempatan yang sesuai agar tidak mudah rusak atau mati.
Bagi orang yang baru mulai memelihara tanaman hias, pilihan kaktus yang tahan menjadi faktor penting. Pebisnis kaktus asal Klaten, Salma Rosyidah, menyarankan pemula memulai dari kaktus yang lebih mudah beradaptasi dan tidak terlalu sensitif.
Jenis kaktus yang lebih ramah untuk pemula
Menurut Salma Rosyidah, kaktus yang paling aman untuk pemula adalah kaktus on root atau kaktus yang bukan hasil sambungan. Jenis ini tumbuh dengan akarnya sendiri sehingga dinilai lebih kuat dan lebih mudah dirawat.
“Untuk pemula, sebaiknya memilih kaktus yang on root atau bukan kaktus sambungan karena perawatannya lebih mudah,” kata Salma. Penjelasan itu menegaskan bahwa daya tahan tanaman menjadi pertimbangan utama saat membeli kaktus pertama.
Referensi lain yang dikutip dalam artikel sumber, yakni buku Tampil Berkreasi (2006) karya Nandang Subarnas, menyebut beberapa kaktus hias yang dikenal dalam budidaya. Daftar itu meliputi kaktus anggur, kaktus kubis, kaktus panda, ekor cecak, kaktus duri entong, dan kaktus bintang emas.
Daftar tersebut dapat menjadi gambaran awal bagi pembeli yang sedang mengenali ragam kaktus hias. Namun, untuk tahap pemula, fokus utamanya tetap pada jenis yang on root dan tidak rumit dalam perawatan harian.
Mengapa kaktus berduri lebih disarankan
Salma juga menyarankan pemula tidak terburu-buru memilih sukulen. Menurut dia, sukulen umumnya lebih sensitif dibanding kaktus berduri yang cenderung lebih tahan.
“Hindari memilih sukulen terlebih dahulu, karena umumnya lebih sensitif dibanding kaktus berduri yang cenderung lebih tahan,” ujarnya. Saran ini penting karena banyak pembeli sering menganggap kaktus dan sukulen sama mudahnya, padahal respons keduanya terhadap air dan lingkungan bisa berbeda.
Kaktus berduri dinilai lebih toleran terhadap kesalahan ringan dalam perawatan. Karena itu, jenis ini lebih cocok bagi pemula yang masih belajar membaca kondisi media tanam dan kebutuhan air.
Hal penting sebelum membeli kaktus
Membeli kaktus tidak cukup hanya melihat bentuk yang menarik. Pembeli juga perlu menyiapkan lokasi peletakan tanaman sejak awal agar kaktus tidak stres setelah dibawa pulang.
“Sebelum membeli kaktus, sebaiknya sudah menyiapkan tempat yang sesuai untuk meletakkannya,” kata Salma. Langkah ini penting karena kaktus membutuhkan kondisi yang mendukung sejak hari pertama.
Sebagai tanaman gurun, kaktus memerlukan area yang hangat dengan cahaya matahari cukup. Pada saat yang sama, tanaman ini sebaiknya terhindar dari hujan langsung karena media tanam yang terlalu basah bisa memicu pembusukan akar.
Salma menyebut teras rumah dapat menjadi lokasi yang tepat. Namun, posisinya perlu diatur agar tidak terkena hujan atau paparan matahari langsung secara berlebihan.
“Kaktus sebaiknya ditempatkan di area yang cukup hangat, seperti teras, tetapi tidak terkena hujan atau sinar matahari secara langsung,” ungkapnya. Saran ini relevan untuk pembeli yang ingin menaruh kaktus di rumah, baik di area semi-terbuka maupun dekat sumber cahaya.
Panduan singkat merawat setelah dibeli
Kesalahan yang paling sering terjadi pada pemula adalah menyiram terlalu sering. Padahal, kaktus tidak perlu disiram setiap hari dan justru berisiko rusak jika media tanam terus basah.
Salma menyarankan penyiraman dilakukan setiap 7 sampai 14 hari, tergantung kondisi media tanam. Ukurannya bukan semata hitungan hari, melainkan apakah bagian bawah pot sudah benar-benar kering.
“Siram kaktus 7-14 hari tergantung keadaan media tanam, jika sudah kering sampai bawah pot saatnya disiram, jika belum kering jangan disiram,” jelasnya kepada Liputan6. Patokan ini membantu pemula menghindari overwatering yang menjadi penyebab umum akar busuk.
Artikel sumber juga menyinggung bahwa kaktus kini makin diminati sebagai tanaman hias minimalis. Selain dipelihara sendiri, kaktus juga kerap dipakai sebagai souvenir pernikahan, hadiah, hingga hampers karena tampilannya menarik dan perawatannya relatif sederhana.
Informasi dari buku Panduan Praktis Menjaga Tumbuhan Kaktus karya Tjahjono Tri yang dikutip dalam sumber menunjukkan kebutuhan air kaktus juga dapat berubah mengikuti musim. Karena itu, pembeli pemula perlu memahami bahwa jadwal siram tidak selalu kaku dan harus menyesuaikan kelembapan media tanam.
Bagi calon pembeli, inti memilih kaktus pertama adalah mencari tanaman yang kuat, tidak rumit, dan sesuai dengan kondisi rumah. Dalam konteks itu, kaktus on root, penempatan di area hangat yang tidak kehujanan, serta kebiasaan menyiram hanya saat media benar-benar kering menjadi tiga hal utama yang ditekankan pebisnis kaktus dari Klaten tersebut.
