Memilih pohon buah untuk kebun rumah tidak selalu berarti harus siap dengan perawatan yang rumit. Ada sejumlah jenis tanaman yang tetap produktif dengan perawatan dasar seperti sinar matahari cukup, penyiraman teratur, dan pemangkasan seperlunya.
Informasi ini penting bagi pemilik pekarangan terbatas yang ingin kebun tetap menghasilkan tanpa menyita banyak waktu. Mengacu pada rangkuman Liputan6.com, sedikitnya ada 15 pohon buah yang tergolong cepat berbuah dan cocok untuk konsep kebun produktif low maintenance.
Pilihan pohon buah cepat panen
- Pepaya
Pepaya termasuk tanaman dengan siklus panen cepat. Tanaman ini disebut bisa menghasilkan buah dalam waktu kurang dari satu tahun setelah ditanam.
Pepaya memerlukan sinar matahari penuh dan penyiraman teratur. Tanah juga perlu dijaga agar tidak tergenang karena akar mudah membusuk.
- Pisang
Pisang dikenal mampu tumbuh dan berbuah sepanjang tahun di iklim tropis. Waktu panennya sekitar 6 hingga 12 bulan setelah penanaman.
Perawatannya relatif sederhana, tetapi pasokan air dan sinar matahari harus cukup. Tunas berlebih juga perlu dibuang agar nutrisi terfokus ke batang utama.
- Jambu biji
Jambu biji banyak dipilih karena mudah tumbuh di pekarangan rumah. Tanaman ini juga dikenal bisa berbuah lebat bila dirawat secara konsisten.
Pada fase awal, penyiraman dilakukan setiap hari pada sore hari. Liputan6.com mencatat pupuk NPK dapat diberikan setiap tiga sampai empat bulan, sedangkan pupuk kandang setiap enam bulan.
- Markisa
Markisa cocok untuk pemula karena cepat berbuah dan mudah dibudidayakan. Tanaman ini memerlukan rambatan agar pertumbuhan dan pembentukan buah lebih optimal.
Penyiraman perlu dilakukan teratur, terutama saat musim kemarau. Pupuk kandang dari kotoran ayam disebut dapat diberikan setiap dua hingga tiga minggu untuk membantu pembungaan.
- Sirsak
Sirsak termasuk tanaman yang tidak menuntut perawatan tinggi. Tanaman ini cukup cocok ditanam di pekarangan dengan sinar matahari cukup dan drainase baik.
Pemangkasan cabang kering atau tidak produktif membantu mengarahkan energi tanaman ke pembentukan buah. Pemantauan hama juga tetap diperlukan agar produktivitas tidak turun.
Cocok untuk pot dan lahan sempit
Jeruk nipis termasuk tanaman yang populer ditanam dalam pot. Tanaman ini dapat mulai berbuah pada usia sekitar 6 bulan hingga 1 tahun setelah penanaman.
Belimbing juga fleksibel karena dapat ditanam di pot besar. Bibit hasil okulasi bahkan disebut bisa mulai berbuah pada umur dua tahun.
Tin atau buah ara juga menarik untuk kebun rumahan. Tanaman ini menyukai enam hingga delapan jam sinar matahari langsung dan bisa dipanen dalam waktu sekitar satu tahun.
Jambu air termasuk pilihan lain untuk lahan terbatas. Tanaman ini dapat dipanen dalam waktu satu hingga dua tahun dan tetap dapat tumbuh baik di pot.
Nangka mini juga disebut cocok untuk halaman rumah, bahkan wadah tanam besar. Tanaman dari hasil cangkok dapat mulai berbuah pada umur sekitar 1,5 tahun atau 18 bulan setelah tanam.
Jenis yang tahan dan minim perhatian
Murbei dikenal sebagai salah satu tanaman yang bisa berbuah sepanjang waktu. Dalam artikel rujukan disebut, murbei cukup diberi sedikit pupuk dan pemangkasan rutin agar tetap produktif.
Sawo juga termasuk jenis yang produktif secara alami di iklim tropis. Kebutuhannya cukup umum, yakni sinar matahari penuh, tanah subur, dan drainase yang baik.
Kedondong menjadi opsi lain untuk kebun rumah karena dapat tumbuh baik di iklim tropis tanpa perlakuan rumit. Pemangkasan cabang yang terlalu rapat membantu sirkulasi udara dan paparan cahaya.
Ceri Barbados juga tergolong mudah dirawat dan ukurannya tidak terlalu besar. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh, penyiraman teratur, dan pemangkasan ringan.
Delima bisa menjadi pilihan bagi yang ingin tanaman produktif sekaligus dekoratif. Setelah fase awal, penyiramannya justru bisa lebih jarang, yakni sekitar tujuh sampai sepuluh hari sekali hingga berbunga atau berbuah.
Kunci perawatan dasarnya
Meski disebut low maintenance, seluruh tanaman tetap membutuhkan kondisi dasar yang sesuai. Tiga faktor yang paling sering muncul dalam referensi adalah sinar matahari cukup, media tanam dengan drainase baik, dan pemangkasan rutin pada bagian yang tidak produktif.
Pemupukan juga tetap diperlukan, tetapi tidak harus berlebihan. Beberapa tanaman cukup diberi pupuk organik atau pupuk kandang secara berkala untuk menjaga kesuburan media dan mendukung pembentukan bunga serta buah.
Bagi pekebun rumahan, pemilihan bibit juga berpengaruh pada kecepatan panen. Pada belimbing, jeruk nipis, dan nangka mini, bibit hasil okulasi, cangkok, atau perbanyakan vegetatif disebut cenderung lebih cepat berbuah dibanding tanaman dari biji.







