Samsung kembali mengubah arah pada lini flagship-nya, dan kali ini yang ditinggalkan adalah titanium. Pada Galaxy S26 Ultra, perusahaan memilih beralih ke Armor Aluminium setelah sebelumnya memakai material premium itu di dua generasi sebelumnya.
Keputusan ini memunculkan pertanyaan karena titanium selama ini dianggap lebih unggul. Namun, dari sisi produksi dan penggunaan harian, Samsung tampaknya melihat aluminium sebagai pilihan yang lebih masuk akal untuk perangkat barunya.
Biaya Produksi Jadi Faktor Utama
Mengutip Slashgear, Selasa (14/7/2026), alasan paling mungkin di balik langkah Samsung adalah biaya produksi. Titanium lebih sulit diproses, sehingga ritme kerja produsen ponsel menjadi lebih mahal dan rumit.
Samsung sendiri menyebut Galaxy S26 Ultra kini memakai frame Armor Aluminium. Bagi perusahaan, material ini dinilai lebih efisien tanpa mengorbankan desain dan pengalaman penggunaan.
| Model | Material Frame | Bobot | Ketebalan |
|---|---|---|---|
| Galaxy S25 Ultra | Titanium | 218 gram | 8,2 mm |
| Galaxy S26 Ultra | Armor Aluminium | 214 gram | 7,9 mm |
Aluminium Dinilai Lebih Pas untuk Penggunaan Harian
Samsung menyatakan Armor Aluminium merupakan material yang ideal untuk Galaxy S26 karena lebih tipis dan ringan digunakan sehari-hari. Selisih bobotnya memang tidak terlalu jauh, tetapi bodi yang lebih ramping tetap memberi kesan berbeda di tangan.
Meski demikian, langkah ini juga memperlihatkan bahwa titanium bukan lagi prioritas utama Samsung di lini flagship. Sebelumnya, material itu sempat menjadi nilai jual besar saat Samsung ikut memakai titanium tak lama setelah iPhone menggunakannya.
Ketika Apple kemudian berhenti memakainya pada iPhone 17 Pro, Samsung pun ikut menggeser pilihan materialnya. Pola itu membuat penggunaan titanium di flagship Samsung terkesan lebih sebagai strategi pemasaran daripada keputusan permanen.
Keunggulan Aluminium untuk Performa Panas
Di sisi teknis, aluminium punya kelebihan pada konduktivitas termal. Ini penting untuk Galaxy S26 Ultra yang ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 SoC, terutama saat dipakai bermain game berat.
Material yang lebih baik dalam menghantarkan panas membantu ponsel tidak mudah overheat. Karena itu, pilihan Samsung bisa memberi manfaat praktis bagi pengguna yang sering menuntut performa tinggi dari perangkatnya.
Galaxy S26 Ultra juga tetap membawa perlindungan kelas flagship, termasuk layar Corning Gorilla Armor 2, Gorilla Glass Victus 2 di panel belakang, dan sertifikasi IP68. Selain panel anti-reflektif, Samsung turut memperkenalkan fitur Privacy Display yang membatasi penglihatan layar dari sudut miring.
Di tengah tren material premium yang sering menjadi bahan promosi, keputusan Samsung justru bergerak ke arah yang lebih pragmatis. Untuk Galaxy S26 Ultra, aluminium tampaknya dipilih bukan karena kurang ambisius, melainkan karena lebih efisien, lebih ringan, dan lebih cocok untuk penggunaan harian.
Source: www.liputan6.com






