Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, kebutuhan akan ucapan yang tepat kembali meningkat. Banyak orang ingin mengirim pesan yang hangat, sopan, dan bermakna untuk keluarga, sahabat, rekan kerja, hingga dibagikan di media sosial.
Momen ini dinilai penting karena Idul Adha bukan hanya berkaitan dengan ibadah kurban dan haji, tetapi juga menjadi waktu untuk mempererat silaturahmi. Ucapan yang dipilih dengan tepat dapat mewakili doa, rasa syukur, serta penghormatan kepada penerimanya.
Pemerintah melalui Kementerian Agama RI menetapkan 1 Dzulhijjah 1447 Hijriyah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan penetapan itu, Hari Raya Idul Adha 1447 H bertepatan dengan Rabu, 27 Mei 2026.
Penetapan tersebut diambil setelah Kemenag menerima laporan hasil rukyatulhilal dari 88 titik pemantauan di seluruh wilayah Indonesia. Rangkaian momen ini juga diawali dengan puasa Tarwiyah dan Arafah pada 25–26 Mei, lalu dilanjutkan Hari Tasyrik hingga 30 Mei 2026.
Dalam suasana itu, ucapan Idul Adha menjadi bagian penting dari tradisi komunikasi masyarakat. Pesan yang sederhana, namun tulus, kerap dipilih untuk menjangkau orang terdekat maupun relasi yang tidak bisa ditemui langsung.
Ucapan untuk keluarga dan sahabat
Untuk keluarga, ucapan yang hangat biasanya menonjolkan kebersamaan, doa, dan permohonan maaf. Salah satu bentuk yang paling umum ialah harapan agar Allah menerima amal ibadah dan mempererat tali silaturahmi keluarga.
Ucapan untuk sahabat atau kerabat dekat juga sering memuat pesan personal. Isinya menekankan bahwa Idul Adha adalah pengingat tentang keikhlasan, pengorbanan, dan pentingnya menjaga hubungan baik antarsesama.
Beberapa contoh yang banyak dipakai antara lain ucapan selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H, doa agar keluarga dilimpahi keberkahan, serta harapan agar kebahagiaan dan kesehatan selalu menyertai. Ada pula ucapan yang menyoroti nilai meneladani ketakwaan Nabi Ibrahim AS.
Bagi orang yang terpisah jarak, pilihan kalimat yang menyentuh hati juga banyak dicari. Ucapan semacam ini biasanya menegaskan bahwa doa tetap bisa menyatukan, meski tidak sempat berjabat tangan atau berkumpul pada hari raya.
Makna yang paling sering diangkat
Secara umum, ucapan Idul Adha yang dianggap paling bermakna berfokus pada tiga nilai utama. Ketiganya adalah keikhlasan, pengorbanan, dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Banyak ucapan menekankan bahwa kurban bukan sekadar tentang penyembelihan hewan. Pesan yang ditonjolkan justru mengarah pada kesediaan menundukkan ego, memperluas kepedulian, dan berbagi dengan sesama yang membutuhkan.
Nilai itu juga sejalan dengan kutipan yang sering digunakan dalam pesan inspiratif Idul Adha. Salah satunya berasal dari QS. Al-Hajj ayat 37 yang menegaskan bahwa bukan daging dan darah kurban yang sampai kepada Allah, melainkan ketakwaan.
Karena itu, sebagian ucapan dibuat lebih reflektif. Isinya mengajak penerima untuk memaknai Idul Adha sebagai momentum memperbarui niat, memaafkan kesalahan, dan menjaga hati tetap lapang.
Ucapan singkat untuk media sosial dan kolega
Selain pesan personal, format singkat kini semakin diminati untuk unggahan media sosial. Caption biasanya dibuat padat, mudah dibaca, dan menonjolkan tema keluarga, syukur, atau semangat berbagi.
Contoh yang sering dipakai antara lain kalimat tentang ikhlas berkurban dan ikhlas berbagi, momen bersama keluarga sebagai hadiah terbaik, hingga pengingat bahwa Idul Adha adalah soal ketundukan dan bukan sekadar perayaan. Beberapa unggahan juga dilengkapi tagar seperti #IdulAdha2026, #HariRayaKurban, dan #IdulAdha1447H.
Untuk kolega atau teman internasional, ucapan berbahasa Inggris juga menjadi pilihan. Format ini umumnya menonjolkan harapan akan kedamaian, kebahagiaan, keberkahan, serta diterimanya pengorbanan dan doa.
Kalimat seperti “Wishing you and your family a blessed and joyful Eid al-Adha” atau “May Allah accept your sacrifices and grant you peace and happiness” kerap digunakan. Gaya bahasanya cenderung universal dan cocok untuk hubungan profesional.
Ucapan sunnah dan balasannya
Di antara berbagai pilihan, ucapan yang paling dianjurkan sesuai sunnah adalah “Taqabbalallahu minna wa minkum”. Maknanya adalah semoga Allah menerima amal ibadah dari kami dan dari kalian.
Ucapan ini dipraktikkan oleh para sahabat Nabi dan lazim dipakai saat Idul Fitri maupun Idul Adha. Karena itu, banyak orang memilihnya sebagai bentuk ucapan yang singkat, sopan, dan bernilai ibadah.
Balasan yang umum untuk ucapan tersebut adalah mengucapkan kalimat yang sama. Balasan itu dapat ditambah dengan “Minna wa minkum taqabbal yaa Karim” atau cukup disertai doa agar hari raya membawa keberkahan untuk semua.
Bagi pesan yang lebih umum, balasan sederhana juga banyak digunakan. Contohnya adalah ucapan terima kasih, mohon maaf lahir batin, serta doa agar Allah membalas kebaikan pengirim dengan berlipat ganda.
Di luar itu, ucapan Idul Adha juga bisa disampaikan oleh non-Muslim sebagai bentuk toleransi dan penghormatan. Ungkapan seperti “Selamat Idul Adha” atau “Eid Mubarak” dipandang wajar selama disampaikan dengan tulus dan niat baik.







