MacBook Air M4 hadir sebagai versi terbaru yang melanjutkan tradisi Apple dalam menghadirkan laptop ringan dan efisien. Kali ini Apple lebih fokus pada penyesuaian harga dan peningkatan spesifikasi dasar, ketimbang perubahan desain radikal. Penurunan harga ke Rp16.799.000 serta standar RAM yang kini 16 GB langsung, menjadi daya tarik utama bagi konsumen yang mengutamakan nilai optimal dari sebuah produk Apple.
Desain MacBook Air M4 tetap mempertahankan bodi aluminium yang tipis dan ringan, sekitar 1,24 kilogram. Layarnya berukuran 13,6 inci dengan panel Liquid Retina dan refresh rate 60 Hz, yang sudah cukup nyaman untuk bekerja dalam jangka panjang. Namun, teknologi layar ini tergolong konvensional, karena Apple belum menghadirkan opsi 120 Hz atau nano-texture glass seperti pada produk Pro mereka. Port yang tersedia juga sama seperti generasi sebelumnya dengan dua port USB-C Thunderbolt/USB 4, MagSafe, dan jack audio 3,5 mm, sehingga pengguna yang membutuhkan konektivitas lebih tetap harus menggunakan dongle tambahan.
Webcam dan Audio
MacBook Air M4 menghadirkan peningkatan pada webcam dengan kamera 12 MP yang mendukung fitur Center Stage. Ini meningkatkan kualitas gambar untuk video call, terutama di kondisi cahaya yang cukup. Meskipun fitur Center Stage dapat berguna, tidak semua pengguna menyukai efek zoom dan pan otomatis yang terkadang terasa berlebihan. Sistem audio tetap menggunakan empat speaker yang menghasilkan suara jernih dan lantang untuk ukuran laptop tipis, didukung pula oleh tiga mikrofon berkualitas studio sehingga sangat memadai untuk berbagai kebutuhan komunikasi digital.
Performa Chip M4
Di balik bodi yang familiar, MacBook Air M4 menggunakan chip M4 dengan fabrikasi 3 nm generasi kedua. Chip ini menawarkan peningkatan efisiensi dan performa yang terasa bila dibandingkan dengan MacBook Air generasi pertama M1 atau prosesor Intel. Konfigurasi standar sudah sangat menarik dengan CPU 10-core dan GPU pilihan 8-core atau 10-core serta RAM 16 GB yang menjadi batas bawah kini. Dukungan RAM yang lebih besar ini membuat aktivitas multitasking berat seperti membuka puluhan tab Chrome, aplikasi pesan, serta editing foto ringan dapat berjalan tanpa hambatan berarti.
Untuk performa grafis, GPU M4 kini sudah mendukung fitur seperti ray tracing, mesh shading, dan dynamic caching yang sebelumnya hanya ditemukan di Mac kelas Pro. Namun untuk tugas pengeditan video yang berat dan berkelanjutan, MacBook Pro masih lebih direkomendasikan. Sebagai laptop tipis yang mengedepankan mobilitas, M4 sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan gaming kasual.
Apple Intelligence dan Integrasi AI
MacBook Air M4 turut menjadi perangkat yang mampu menjalankan sejumlah fitur pembantu berbasis kecerdasan buatan dengan lancar melalui macOS Sequoia dan Tahoe. Fitur Writing Tools, optimasi foto melalui Clean Up, serta Siri yang terintegrasi dengan ChatGPT menjadi contoh aplikasi AI yang nyata membantu produktivitas pengguna. Pendekatan Apple yang menjadikan AI sebagai asisten praktis, bukan sekadar gimmick, menjadikan MacBook Air M4 sebagai pilihan nyaris sempurna untuk pengguna umum.
Dukungan Multi Display
Pengalaman produktivitas juga ditingkatkan dengan kemampuan MacBook Air M4 untuk menghubungkan dua monitor eksternal secara bersamaan, yakni satu layar 6K dan satu layar 5K, tanpa harus menutup layar internal laptop. Fitur ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan MacBook Air M1 yang hanya mendukung satu monitor eksternal. Hal ini tentunya sangat membantu para pengguna yang mengandalkan setup multi-display untuk pekerjaan multitasking yang lebih efektif.
Daya Tahan Baterai
MacBook Air M4 menawarkan daya tahan baterai yang impresif, mampu bertahan hingga 15 jam untuk kegiatan browsing, dan dalam penggunaan intensif nyata dapat mencapai 12-13 jam. Chip M4 yang efisien menjaga perangkat tetap dingin tanpa adanya kipas, sehingga pengalaman penggunaan terasa senyaman mungkin tanpa suara bising.
Secara keseluruhan, MacBook Air M4 bukan sebuah perubahan besar dalam desain atau fitur yang mencolok. Namun penurunan harga, peningkatan RAM standar, performa chip M4 yang efisien, serta daya tahan baterai yang kuat membuatnya menjadi laptop Apple yang sangat rasional. Produk ini cocok bagi pengguna yang belum memiliki MacBook atau yang ingin peningkatan signifikan dari model Intel atau M1 lama. Sementara pengguna M3 mungkin belum merasa perlu upgrade, MacBook Air M4 tetap mengukuhkan posisinya sebagai representasi laptop Apple yang matang dan siap memenuhi kebutuhan banyak orang tanpa berlebihan.
Baca selengkapnya di: inet.detik.com