Inovasi Pemadam Api Mini dengan Teknologi Gelombang Infrasonik Efektif dan Praktis

Dalam menghadapi ancaman kebakaran, Sonic Fire Tech hadir sebagai inovasi teknologi pemadam api skala kecil yang menggunakan tenaga gelombang infrasonik. Teknologi ini dirancang untuk memadamkan bara api kecil atau embers secara efektif tanpa menggunakan air atau bahan kimia.

Gelombang suara memiliki kemampuan mengganggu proses pembakaran api dengan cara mengusik lapisan oksigen di sekitarnya. Ketika oksigen terganggu dari bahan bakar, reaksi pembakaran berhenti sehingga api padam.

Asal Usul Konsep dan Perkembangan Teknologi

Ide pemadaman api menggunakan gelombang suara mulai menarik perhatian publik sejak tahun 2015 saat dua mahasiswa teknik dari George Mason University menciptakan alat bernama sound wave blaster. Alat ini mampu menyalurkan gelombang suara dengan frekuensi rendah antara 30 hingga 60 Hz untuk memadamkan api kecil.

Sebelumnya, riset dari DARPA di akhir 2000-an hingga awal 2010-an juga sudah meneliti teknologi serupa untuk penggunaan di ruang tertutup seperti pesawat dan kapal selam. Meski belum efektif memadamkan api besar, riset tersebut membuka jalan bagi pengembangan teknologi pemadaman api berbasis gelombang suara secara lebih presisi dan aman.

Sonic Fire Tech: Pemadam Api Tenaga Infrasonik

Sonic Fire Tech dikembangkan secara komersial oleh perusahaan yang didirikan oleh Geoff Bruder, mantan insinyur NASA. Teknologi ini berfokus menggunakan gelombang infrasonik dengan frekuensi di bawah 20 Hz. Gelombang ini tidak terdengar oleh telinga manusia, namun memiliki kemampuan unik untuk "menggetarkan" molekul oksigen di sekitar api lebih cepat daripada api dapat mengonsumsinya.

Teknologi ini diklaim mampu memadamkan api kecil dari jarak hingga 25 kaki (sekitar 7,5 meter). Keunggulannya adalah tidak meninggalkan bekas air atau bahan kimia sehingga menghindari kerusakan lanjutan pada objek yang dilindungi.

Penanganan Bara Api Kecil (Embers) yang Lebih Berbahaya

Berdasarkan data dari International Fire Safety Journal (IFSJ), lebih dari 90% kebakaran rumah yang terjadi akibat kebakaran hutan dipicu oleh bara api kecil, bukan api besar. Bara ini terbawa angin dan bisa menimbulkan titik api baru pada atap atau ventilasi rumah.

Sonic Fire Tech didesain khusus untuk fokus mengantisipasi bahaya dari embers ini. Sistemnya menggunakan sensor suhu dan deteksi gerak bara secara real-time. Saat terdeteksi ancaman, sistem mengaktifkan zona non-ignisi yang memetakan area sekitar agar gelombang suara mengganggu oksigen secara konsisten, sehingga api tidak dapat menyala.

Sistem mampu berjalan meskipun listrik padam karena dilengkapi dengan baterai cadangan, sehingga perlindungan terjaga secara berkelanjutan.

Keterbatasan dan Potensi Pengembangan

Meskipun teknologi ini menjanjikan, Sonic Fire Tech belum dapat menjadi solusi utama untuk kebakaran besar. Menurut Albert Simeoni dari Worcester Polytechnic Institute, gelombang suara efektif untuk api kecil namun memiliki keterbatasan pada kebakaran yang besar dan kompleks.

Selain itu, menurut perusahaan pengembang Emergent, penggunaan teknologi ini masih menghadapi tantangan besar berupa kebutuhan energi tinggi dan pengaruh lingkungan seperti angin yang bisa mengganggu efektivitas gelombang suara.

Saat ini Sonic Fire Tech sedang dalam tahap uji coba di California dengan rencana pemasangan puluhan unit pertama pada tahun berikutnya. Teknologi ini diharapkan menjadi pelengkap sistem perlindungan kebakaran rumah, khususnya untuk mencegah api meluas dari bara api kecil sebelum petugas pemadam kebakaran datang.

Teknologi pemadam api berbasis infrasonik ini hadir sebagai inovasi yang membantu melindungi hunian tanpa risiko kerusakan akibat air atau bahan kimia. Meski demikian, penggunaan teknologi ini harus dipadukan dengan metode pemadaman konvensional untuk menghadapi kebakaran skala besar secara efektif.

Exit mobile version