Waspada! Ini Ciri-ciri HP Android yang Rentan Diretas dan Cara Mengamankannya

Lebih dari satu miliar pengguna ponsel Android di seluruh dunia kini sedang menghadapi ancaman serius dalam hal keamanan perangkat. Kondisi ini terjadi karena banyak ponsel Android yang masih digunakan ternyata sudah tidak lagi mendapatkan pembaruan sistem maupun keamanan dari pabrikan.

Sekitar 1,35 miliar ponsel Android diperkirakan rentan terhadap serangan siber akibat mereka masih menjalankan Android 13 atau versi lebih lawas. Data ini diungkapkan oleh StatCounter, yang melaporkan hampir 35 persen perangkat Android aktif di dunia berada dalam kondisi rentan.

Persentase Perangkat Rentan dan Potensi Ancaman

Statistik terbaru memperlihatkan bahwa 14,99 persen perangkat Android aktif masih memakai Android 13. Sementara itu, 10,88 persen di antaranya menjalankan Android 12, dan 8,98 persen lainnya masih setia pada Android 11. Jika dikalkulasi, total ada 34,85 persen perangkat Android yang belum beralih ke sistem operasi lebih baru atau tetap berada pada perangkat lawas.

Perangkat yang tak mendapatkan update keamanan sangat rentan terhadap ratusan celah keamanan. Kondisi ini membuka peluang bagi penjahat siber untuk melakukan serangan seperti pencurian data pribadi hingga penyebaran malware secara masif.

Mengapa Android Lebih Rentan dari iPhone?

Salah satu penyebab utama tingginya jumlah ponsel Android yang rentan adalah perbedaan dukungan ekosistem jika dibandingkan dengan iPhone. Pada Android, setiap produsen ponsel menerapkan kebijakan update yang berbeda-beda. Hanya sebagian kecil ponsel flagship yang mendapatkan jaminan pembaruan selama tiga hingga empat tahun.

Sebagian besar ponsel Android berhenti mendapat update rutin setelah dipakai dalam dua atau tiga tahun saja. Sementara itu, pengguna iPhone mayoritas bisa menikmati pembaruan sistem hingga lima tahun atau lebih, karena seluruh kontrol update dilakukan langsung oleh Apple.

Risiko yang Mengintai Ponsel Android Lawas

Ketiadaan pembaruan keamanan membuat perangkat menjadi sasaran empuk serangan peretas. Penjahat siber dapat mengeksploitasi celah lawas yang tak ditambal. Akibatnya, pengguna dapat kehilangan data penting seperti kontak, pesan, hingga foto pribadi.

Selain pencurian data, risiko lain adalah perangkat jadi media penyebaran malware tanpa sepengetahuan pengguna. Kondisi semakin berbahaya jika perangkat digunakan untuk transaksi finansial atau terhubung ke aplikasi penting.

Bagaimana Cara Memastikan Perangkat Anda Aman?

Pengguna ponsel Android dapat melakukan beberapa langkah berikut untuk memeriksa keamanan perangkatnya:

  1. Buka menu "Pengaturan" di ponsel.
  2. Cari dan pilih opsi "Tentang Ponsel" atau "Tentang Perangkat".
  3. Lihat informasi versi Android yang sedang digunakan.
  4. Jika perangkat menggunakan Android 13, Android 12, Android 11, atau lebih lawas, perangkat tersebut masuk dalam kategori rentan.
  5. Cek pembaruan terbaru secara manual melalui menu “Sistem” lalu pilih “Pembaruan Perangkat Lunak”.
  6. Jika tidak tersedia update baru, pengguna perlu mempertimbangkan upgrade ke perangkat yang lebih baru.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Terpaksa Pakai Android Lawas?

Apabila ponsel tidak memungkinkan untuk mendapatkan update, ada beberapa langkah pencegahan yang tetap bisa dilakukan untuk mengurangi risiko:

  1. Hindari mengunduh aplikasi dari luar Google Play Store.
  2. Selalu update aplikasi yang terinstal di ponsel.
  3. Aktifkan fitur keamanan tambahan seperti verifikasi dua langkah atau kunci layar.
  4. Rutin backup data penting ke tempat yang aman.
  5. Waspadai tautan atau file mencurigakan di pesan atau email.

Kenapa Update Sistem Begitu Penting?

Pembaruan sistem operasi dan patch keamanan diciptakan untuk menutup celah yang sebelumnya ditemukan oleh pakar keamanan. Tanpa update tersebut, perangkat menjadi usang dan sangat mudah dieksploitasi. Penting bagi pengguna untuk menyadari waktu dukungan perangkat yang mereka gunakan.

Google dan produsen ponsel Android terus mendorong pengguna agar tidak memakai perangkat yang sudah melewati masa update. Pilihan perangkat dengan dukungan pembaruan yang panjang bisa menjadi investasi keamanan jangka panjang.

Bagi Anda pengguna Android, ada baiknya mulai melakukan pengecekan versi sistem setiap beberapa bulan sekali. Dengan memastikan perangkat selalu mendapat pembaruan terbaru, perangkat Anda akan jauh lebih aman dari ancaman peretasan, pencurian data, dan serangan siber lainnya yang makin marak.

Baca selengkapnya di: tekno.kompas.com
Exit mobile version