Gmail Luncurkan Fitur Baru: Ganti Username Mudah dan Keamanan Email Meningkat

Selama hampir 20 tahun, nama pengguna atau username Gmail dianggap permanen dan tidak bisa diubah setelah akun dibuat. Pengguna yang ingin memakai email dengan nama lebih profesional harus membuat akun baru dan kehilangan semua data lama seperti email, file di Google Drive, dan foto di Google Photos.

Selain soal username tetap, pengguna juga kesulitan ketika ingin mendaftar ke layanan baru. Mereka takut alamat email utama bocor atau inbox penuh dengan email promosi yang tidak diinginkan. Keluhan ini sudah lama ada, tapi belum ada solusi praktis sampai akhir 2025.

Google akhirnya merespons masalah ini dengan menghadirkan dua fitur penting sekaligus. Pertama, pengguna kini bisa mengganti username Gmail tanpa membuat akun baru. Kedua, ada fitur baru bernama shielded email yang menambah keamanan dan privasi pengguna saat berinteraksi dengan layanan pihak ketiga.

Fitur ganti username memungkinkan perubahan bagian depan alamat email langsung melalui pengaturan akun Google. Dengan fitur ini, misalnya alamat hadyaimut@gmail.com bisa diubah menjadi hadya.abadi.official@gmail.com tanpa kehilangan akses ke data lama. Semua email, file, foto, dan histori login tetap terjaga dalam satu akun.

Username lama tidak dihapus, melainkan jadi alias yang tetap bisa dipakai untuk login ataupun menerima email. Google membatasi perubahan username maksimal tiga kali agar tidak disalahgunakan. Ini memberikan fleksibilitas sekaligus menjaga keamanan akun.

Fitur shielded email bekerja dengan menampilkan alamat email acak saat pengguna mendaftar ke layanan baru. Alamat ini terhubung ke akun utama, memungkinkan pengguna memberikan email pelindung yang tidak langsung memperlihatkan alamat asli ke pihak ketiga. Email yang dikirim ke alamat pelindung tetap masuk ke inbox utama.

Sebelumnya, pengguna hanya bisa memakai trik tanda tambah (+) untuk membuat alias, misalnya hadya.abadi+belanja@gmail.com. Namun cara itu tidak sepenuhnya aman karena situs bisa menebak alamat asli dengan menghapus bagian setelah tanda tambah. Dengan shielded email, alamat pelindung dibuat unik dan tidak bisa ditebak sehingga meningkatkan privasi.

Pengguna juga bisa dengan mudah menonaktifkan alamat email pelindung saat mulai menerima spam berlebihan tanpa harus mengganti alamat utama. Semua pengaturan shielded email terpadu dalam fitur autofill Google, terutama pada perangkat Android, sehingga pengguna bisa mengontrol alias-email mana yang dipakai untuk layanan tertentu.

Adopsi dua fitur baru ini adalah langkah Google dalam melindungi pengguna dari risiko kebocoran data di layanan pihak ketiga. Banyak kasus kebocoran bukan karena Gmail diretas, tapi dari situs atau aplikasi yang kurang aman. Dengan shielded email, risiko tersebut dapat dikurangi secara signifikan.

Fitur ganti username dan shielded email mulai diluncurkan bertahap sejak akhir 2024 sampai sepanjang 2025. Pada awalnya, fitur tersedia untuk pengguna Google One dan Google Workspace sebelum diperluas ke pengguna umum. Pengguna Android akan lebih dulu menikmati pembaruan melalui Google Play Services.

Dengan adanya fitur ini, Gmail berubah dari layanan email statis menjadi platform yang lebih dinamis, aman, dan fleksibel. Pengguna tidak perlu lagi memiliki banyak akun hanya untuk keperluan berbeda. Satu akun Gmail bisa berkembang sesuai kebutuhan, menjaga profesionalisme sekaligus melindungi dari ancaman siber.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com
Exit mobile version