Dell di CES 2026: Tinggalkan Gimmick AI, Hadirkan Performa Laptop yang Lebih Nyata

Dell tampil berbeda dalam gelaran CES terbaru, meninggalkan trend memasarkan kecerdasan buatan dan memilih untuk menonjolkan performa nyata perangkat mereka. Langkah ini langsung menjadi perbincangan, sebab di saat produsen lain berlomba mengedepankan jargon AI, Dell justru mengambil jalur yang anti-mainstream dan meminimalkan penyebutan fitur-fitur kecerdasan buatan di materi peluncuran produk utama mereka.

Konsumen kini dihadapkan pada kebutuhan akan perangkat yang benar-benar unggul dalam performa, bukan sekadar janji software. Dell pun dengan tegas menyederhanakan pesan produk pada laptop-laptop andalannya, seperti XPS 14, XPS 16, hingga Alienware 16 Area-51. Semua detail yang diungkapkan menekankan spesifikasi dan kapabilitas hardware, bukan rebranding fitur lama dalam balutan istilah AI.

Dell Pilih Tak Lagi Gencar Jualan AI

Biasanya, momentum CES dijadikan ajang oleh para produsen untuk memamerkan kehebatan AI di setiap produk baru mereka. Namun presentasi Dell kali ini hampir sepenuhnya bersih dari kata “AI”, kecuali satu kalimat kecil di catatan kaki materi pers resmi. Dell mengungkap perangkatnya tetap membawa NPU mutakhir untuk pemrosesan AI, namun itu bukan faktor utama yang mendorong orang memilih laptop.

Kevin Terwilliger selaku Head of Product Dell menegaskan, “Kami sangat fokus menghadirkan kemampuan AI… tetapi apa yang kami pelajari tahun ini, terutama dari sudut pandang konsumen, adalah mereka tidak membeli barang berdasarkan AI. Faktanya, AI mungkin justru membingungkan mereka daripada membantu memahami manfaat pastinya.” Sikap jujur ini menjadi penanda perubahan strategi besar Dell ketimbang tahun sebelumnya yang gencar mengusung AI di setiap lini.

Alasan Dell Berhenti Fokus pada Gimmick AI

Fenomena gelembung AI yang mulai “kempes” memang tampak nyata. Ada beberapa faktor kunci yang membuat Dell dan pasar mulai jenuh dengan promosi AI berlebihan:

  1. Banyak fitur hanya daur ulang software lama, seperti deteksi kehadiran atau optimasi baterai yang kini di-branding ulang sebagai “fitur AI”.
  2. Solusi AI andalan seperti Microsoft Copilot+ atau layanan berbasis ChatGPT dan Gemini tetap membutuhkan koneksi internet untuk memberikan pengalaman penuh, sehingga pengguna offline tidak banyak merasakan manfaatnya.
  3. Sebagian besar aplikasi AI generatif yang bisa dijalankan secara lokal masih terlalu teknis bagi pengguna awam.

Bahkan dengan prosesor Intel dan AMD terbaru yang sudah menyematkan engine NPU khusus AI, Dell memilih untuk lebih berfokus menunjukkan seberapa cepat, efisien, dan bertenaga perangkat barunya beroperasi dalam skenario nyata.

Daftar Fitur dan Strategi Baru Dell di CES

Berikut ini ringkasan pendek strategi dan fitur utama yang diperkuat Dell pada CES kali ini:

  1. Penyebutan AI di materi pemasaran hanya satu kali, di bagian catatan kaki “About Dell”.
  2. Spesifikasi laptop diprioritaskan, seperti CPU, GPU, kualitas layar, dan daya tahan baterai.
  3. Fitur AI pada perangkat tetap tersedia, tetapi tidak dijadikan headline marketing.
  4. Demo produk fokus pada performa langsung saat digunakan, bukan contoh skenario AI abstrak.
  5. Target konsumen diarahkan pada pengguna yang menginginkan perangkat tangguh tanpa jargon rumit.

Respons Pasar dan Industri IT Terhadap Pendekatan Baru Dell

Langkah Dell ini dinilai pengamat sebagai cerminan kedewasaan pasar teknologi. Sejumlah analis percaya, konsumen kini lebih teliti dan cenderung kritis terhadap embel-embel fitur baru yang kadang hanya sekadar rebranding. Realita di lapangan menunjukkan banyak fitur AI di laptop terkini yang tidak benar-benar mengubah pengalaman pengguna secara signifikan tanpa koneksi ke cloud.

Dell tetap menyediakan perangkat keras mutakhir dengan kemampuan AI untuk tugas masa depan, namun strategi marketing mereka kini berporos pada kebutuhan riil pengguna: kecepatan sistem, visual yang memukau, dan efisiensi daya. Data dan survei dari berbagai lembaga riset juga memperkuat sikap Dell, di mana konsumen menyebut performa hardware sebagai faktor paling dicari sebelum melakukan pembelian laptop baru.

Langkah Dell di CES saat ini menjadi sinyal bagi industri komputer, bahwa tren teknologi seharusnya mengikuti kebutuhan nyata. Inovasi AI ke depan tetap penting, tetapi harus hadir sebagai penunjang “di belakang layar” demi mendukung pengalaman pengguna secara seamless, bukan menjadi jualan utama yang membingungkan pembeli di pasar global.

Exit mobile version